TULUNGAGUNG - Ketertarikan terhadap dunia event bisa menjadi pintu masuk untuk membangun usaha. Hal tersebut dialami Dhimas Atif Budiono, warga Desa Kiping, Kecamatan Gondang, yang kini menekuni usaha persewaan perlengkapan hajatan, mulai dari terop, karpet, hingga dekorasi.
Usaha persewaan perlengkapan hajatan tersebut tidak dibangun secara instan. Ketertarikan Dhimas berawal dari kegemarannya terhadap dunia event, khususnya sound system.
Saat masih aktif di bangku kuliah, dia mulai mengenal lebih jauh berbagai kebutuhan vendor dalam penyelenggaraan acara. Dari pengalaman tersebut, muncul keinginan untuk terjun langsung ke bisnis persewaan perlengkapan hajatan.
Dhimas kemudian belajar kepada seorang teman yang lebih dahulu menjalankan usaha persewaan terop. Tidak hanya mengenai pemasangan, dia juga mempelajari cara menawarkan dan memasarkan jasa kepada pelanggan.
Baca Juga: Hobi Pusaka Sejak 2003, Sasongko Edi Kini Jadi Edukator dan Rawat Warisan Budaya
“Awalnya saya menyukai dunia event, khususnya sound system. Ketertarikan itu semakin berkembang ketika saya aktif di kampus dan mulai memahami berbagai kebutuhan vendor yang diperlukan dalam penyelenggaraan acara,” ujar Dhimas beberapa waktu lalu.
Setelah menyelesaikan kuliah dan menikah, Dhimas bergabung dengan usaha milik mertuanya yang juga bergerak di bidang vendor hajatan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk terus belajar sekaligus mulai membangun perlengkapan usahanya sendiri secara bertahap.
Pada awalnya, aktivitas Dhimas masih sebatas membantu pemasangan terop di berbagai acara. Dari pekerjaan tersebut, dia perlahan memahami kebutuhan pelanggan sekaligus melihat peluang untuk mengembangkan layanan sendiri.
“Awalnya saya bergabung dengan usaha persewaan milik mertua. Sejak saat itu saya mulai membeli perlengkapan yang dibutuhkan secara bertahap dan ikut membantu mengembangkan usaha keluarga,” katanya.
Baca Juga: Gagal Jadi Duta Kampus, Ahmad Aprianto Bangkit hingga Raih Gelar Duta Berbakat
Perkembangan usaha dilakukan dengan menambah berbagai perlengkapan. Dhimas mulai membeli karpet yang digunakan sebagai alas hajatan, kemudian menambah kain dekorasi untuk melengkapi layanan.
Perubahan cukup terasa tahun ini. Dhimas dipercaya mertuanya untuk mengelola sendiri usaha karpet dan dekorasi.
Kini, dia tidak lagi sekadar membantu pemasangan, tetapi sudah memiliki tim kerja sendiri dengan pembagian divisi yang berbeda dari usaha milik mertuanya.
“Awalnya saya hanya membantu memasang terop dalam berbagai acara. Seiring berjalannya waktu, saya mulai membeli perlengkapan sendiri, seperti karpet untuk alas hajatan. Selanjutnya, saya juga menambah kain dekorasi,” jelasnya.
Menurut Dhimas, membangun usaha persewaan di tengah persaingan yang semakin ketat bukan perkara mudah. Persaingan terjadi tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga kualitas barang dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.
Baca Juga: Usaha Buket Mahasiswa Ini Sempat Rugi Dua Tahun, Kini Omzet Tembus Rp 2 Juta saat Wisuda
Karena itu, dia memilih menetapkan harga yang wajar dan tetap kompetitif. Langkah tersebut dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas pelayanan agar pelanggan merasa puas dan memiliki kepercayaan untuk kembali menggunakan jasanya.
“Tantangan terbesar adalah persaingan bisnis yang semakin ketat, baik dari segi harga maupun kualitas barang yang ditawarkan. Saya berusaha menetapkan harga yang wajar dan tetap kompetitif tanpa mengabaikan kualitas pelayanan,” ungkap Dhimas.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika dia dipercaya menangani acara besar peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada Agustus tahun lalu di Desa Kiping. Dalam kegiatan tersebut, kebutuhan vendor dipercayakan kepadanya.
Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Dhimas. Selain menjadi kebanggaan tersendiri, pengalaman itu juga mendorongnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas layanan.
Baca Juga: Kena PHK Saat Covid-19, Prazha Bangkit dari Peternakan Ayam hingga Kini Pelihara 10.000 Ekor
Dhimas rutin memperhatikan kondisi perlengkapan yang disewakan. Barang harus tetap dalam kondisi baik dan layak digunakan ketika sampai di lokasi acara.
Dia juga berusaha memberikan pelayanan secara profesional. Tidak berhenti pada perlengkapan yang dimiliki, perkembangan tren dekorasi dan kebutuhan acara terus diikuti agar layanan yang diberikan tidak tertinggal.
“Saya selalu berusaha menjaga kualitas barang yang disewakan agar tetap dalam kondisi baik dan layak digunakan. Selain itu, saya mengutamakan pelayanan yang profesional kepada setiap pelanggan,” katanya.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri