Kostum Robot Tulungagung Tembus Belgia dan AS, Dibuat dari Bahan Sandal Jepit

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:13 WIB
Kostum robot Tulungagung buatan Eko Purnomo dari EVA foam menembus Belgia dan AS setelah dikembangkan secara otodidak.
Kostum robot Tulungagung buatan Eko Purnomo dari EVA foam menembus Belgia dan AS setelah dikembangkan secara otodidak.

TULUNGAGUNG - Lembaran busa yang biasa digunakan sebagai bahan sandal jepit di tangan Eko Purnomo berubah menjadi kostum robot. Dari rumahnya di Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, pria 40 tahun itu mengembangkan hobinya menjadi sumber penghasilan hingga karyanya menembus pasar luar negeri.

Eko mengerjakan kostum robot secara otodidak. Tidak ada pendidikan khusus yang membekalinya dalam membuat kostum tersebut. Kemampuannya berkembang dari kegemarannya menonton film Iron Man dan Transformers.

Sebelum menjadi perajin kostum, Eko bekerja sebagai buruh bangunan. Pekerjaannya membuat dia kerap berpindah tempat mengikuti proyek. Hingga suatu ketika, pengalaman melihat pengamen berkostum robot di Jogjakarta memunculkan ide untuk membuat karya serupa.

“Sebenarnya kalau inspirasi itu ada. Dulu waktu di Jogja itu ada orang ngamen di trotoar pakai kostum robot. Nah, seperti itu inspirasi saya,” kata Eko.

Baca Juga: Berawal dari Iseng, Naila Raih Dua Medali di Olimpiade Biologi dan LKTI

Eksperimen pertama Eko menggunakan kertas manila. Kostum tersebut dibuat untuk bermain anak-anak. Namun, dia kemudian mencari bahan yang lebih kuat hingga menemukan EVA foam, material yang umum digunakan untuk membuat sandal.

Dari gambar karakter robot, Eko mempelajari bentuknya, melakukan pengukuran, kemudian memotong dan merangkai material tersebut menjadi kostum yang bisa dikenakan.

Seluruh proses dilakukan sendiri melalui percobaan. Kemampuan yang awalnya digunakan untuk membuat kostum bagi kebutuhan pribadi kemudian berkembang menjadi usaha.

Usaha tersebut mulai berkembang pada 2019. Saat itu, Eko mendapat pesanan empat kostum dari Tulungagung. Sebelumnya, dia membuat kostum sendiri untuk digunakan saat mengamen di Alun-Alun Tulungagung.

Baca Juga: Dua Putra Ngawi Bertemu di Dewan Profesor UNS, Obrolan Mengalir dari Koran hingga AI

“Saya produksi sendiri dan buat ngamen di Aloon-Aloon Tulungagung. Ternyata setelah itu ada pesanan datang,” tuturnya.

Dalam sebulan, Eko rata-rata mengerjakan tiga sampai empat kostum. Waktu pengerjaan satu kostum sekitar tiga minggu, tergantung desain dan tingkat kerumitannya.

Usaha tersebut juga mendapat dukungan keluarga. Eko menyebut istrinya sebagai pemilik usaha sekaligus atasannya.

“Bosnya istri, karyawannya saya,” ujarnya sembari tertawa.

Harga kostum sewa berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Sementara kostum yang dijual dibanderol mulai Rp5 juta sampai Rp10 juta, bergantung pada detail dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Pasarnya kini tidak lagi terbatas di dalam negeri. Kostum buatan Eko telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia hingga Belgia dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Gagal di LAFESTDA 2025, Aziz Bangkit dan Raih Juara Tiga pada 2026

Kebanggaan terbesar Eko bukan semata ketika mendapat pesanan dari luar negeri. Dia justru merasa puas ketika kostum buatannya digunakan dalam festival dan mampu meraih juara.

“Kalau dari luar negeri dapat juara itu rasanya bangga walaupun saya tidak dapat hadiahnya,” katanya.

Perjalanan usaha Eko sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Pesanan nyaris tidak ada sehingga dia bahkan sempat berpikir untuk menyerah.

Namun, Eko memilih bertahan hingga usahanya kembali berjalan. Kini, karyanya bahkan mulai masuk ke dunia perfilman.

Salah satu kostum yang sedang dikerjakannya digunakan untuk produksi film yang dijadwalkan tayang pada 2027. Detail kostum tersebut masih dirahasiakan karena proses produksi film belum selesai.

Meski telah menjangkau pasar internasional, Eko tidak memasang target berlebihan. Baginya, keberhasilan cukup ketika usaha yang dijalani mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan membuat kehidupan menjadi lebih baik.(mg1)

Editor : Vidya Sajar Fitri
kostum robot tulungagung perajin tulungagung eva foam Eko Purnomo umkm tulungagung