Musik Gemilang Juara Pare Musik Fest Jatim, Jarak Tak Halangi Enam Pelajar Latihan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:40 WIB
Enam personel Musik Gemilang menunjukkan piala juara pertama Pare Musik Fest tingkat Jawa Timur kategori pelajar. Perbedaan sekolah dan jarak tempat tinggal tak menghalangi mereka berlatih bersama hingga meraih prestasi.
Enam personel Musik Gemilang menunjukkan piala juara pertama Pare Musik Fest tingkat Jawa Timur kategori pelajar. Perbedaan sekolah dan jarak tempat tinggal tak menghalangi mereka berlatih bersama hingga meraih prestasi.

TULUNGAGUNG - Perbedaan sekolah dan jarak tempat tinggal tidak menghalangi enam pelajar yang tergabung dalam grup band Musik Gemilang untuk rutin berlatih. Konsistensi tersebut berbuah prestasi setelah mereka meraih juara pertama kategori pelajar dalam Pare Musik Fest tingkat Jawa Timur.

Enam personel Musik Gemilang yakni Alfin Daniel Kristian, Fadli Ahsan Dermawan, Raditya Nico Ramadhana, Nuraini Anindya, Absharie Nuriya Rahmatiani, dan Asya Awanda Lazuardy. Mereka rutin bertemu di sebuah studio musik di Kecamatan Gondang untuk mengasah kemampuan.

Masing-masing personel memainkan alat musik berbeda. Ada yang mengisi bas, gitar, keyboard, drum, hingga vokal. Perbedaan peran itu membuat kekompakan menjadi bagian penting dalam permainan mereka.

Alfin, salah satu personel Musik Gemilang, mengatakan perbedaan sekolah dan tempat tinggal tidak menjadi penghalang untuk menyatukan permainan. Setiap personel harus saling mendengarkan dan melengkapi.

Baca Juga: Salwa Sauda Salsabila Manfaatkan Media Sosial untuk Hidup Sehat dan Promosi UMKM

“Setiap personel harus saling mendengarkan dan melengkapi,” ungkapnya.

Alfin yang merupakan siswa SMPN 1 Ngunut harus menempuh perjalanan menuju tempat latihan. Sementara Absharie berdomisili di Watulimo, Trenggalek.

“Jarak tidak membuat kami berhenti latihan,” tambah Alfin.

Musik Gemilang terbentuk pada 2024. Keenam pelajar tersebut sebelumnya mengikuti les musik secara terpisah. Kemampuan masing-masing kemudian membuat pelatih menyatukan mereka dalam satu grup.

“Kami disatukan untuk mengikuti berbagai festival,” jelas Alfin yang berusia 13 tahun.

Sejak awal, Musik Gemilang memang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi. Mereka belum berfokus membuat karya sendiri, tetapi lebih banyak mengasah permainan, aransemen, serta pengalaman tampil di panggung.

Baca Juga: Nina Audina Temukan Kepercayaan Diri dan Kemandirian dari Lari hingga Mendaki

“Kami lebih banyak latihan dan ikut festival,” tutur mereka.

Latihan dilakukan di tengah kewajiban sekolah. Biasanya mereka bertemu dua kali dalam sepekan pada sore hari. Di luar jadwal tersebut, masing-masing personel tetap berlatih sendiri di rumah.

“Sekolah tetap jalan, latihan juga harus jalan,” tutur Alfin.

Proses latihan pun tidak selalu berjalan mulus. Senar bas milik Alfin pernah putus ketika digunakan berlatih di rumah. Kondisi tersebut tidak membuatnya menghentikan latihan. Dia mencari pengganti agar kegiatan latihan tetap berjalan.

“Tetap harus latihan,” ujarnya.

Hasil latihan Musik Gemilang kemudian diuji dalam Pare Musik Fest tingkat Jawa Timur. Mereka bersaing dengan sekitar 15 peserta kategori pelajar dari berbagai daerah.

Baca Juga: Kostum Robot Tulungagung Tembus Belgia dan AS, Dibuat dari Bahan Sandal Jepit

Untuk kompetisi tersebut, mereka menyiapkan dua lagu, yakni "Sobat" milik Padi dan “Bendera” milik Cokelat. Kedua lagu itu diaransemen ulang dengan bantuan pelatih.

“Kami tidak terlalu memikirkan lawan. Fokus memberikan penampilan terbaik,” ungkapnya.

“Yang penting aransemen dan penampilan bisa maksimal,” jelas mereka.

Penampilan tersebut akhirnya membawa hasil. Musik Gemilang diumumkan sebagai juara pertama kategori pelajar Pare Musik Fest tingkat Jawa Timur.

“Senang, deg-degan, tidak menyangka,” ujarnya.

Bagi keenam pelajar itu, kemenangan tidak hanya tentang membawa pulang piala. Mereka juga mendapatkan pengalaman dari peserta lain, termasuk belajar teknik bermain dan aksi panggung.

Baca Juga: Berawal dari Iseng, Naila Raih Dua Medali di Olimpiade Biologi dan LKTI

“Kami bisa melihat kemampuan peserta lain dan belajar dari mereka,” tutur mereka.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya kekompakan. Setiap personel tidak bisa hanya mengandalkan permainan sendiri karena setiap nada harus saling mengisi.

“Setiap personel harus saling mendengarkan dan melengkapi,” tegas mereka.

Gelar juara tingkat Jawa Timur juga tidak membuat Musik Gemilang berhenti berlatih. Pelatih berharap mereka dapat mengikuti Band Indosiar Academy. Dalam waktu dekat, mereka juga bersiap mengikuti lomba di Jogja dengan target kembali meraih hasil terbaik.

Enam pelajar itu kini membawa target yang sama, yakni terus berlatih, tampil di lebih banyak panggung, dan menambah prestasi.

“Kami ingin terus bermain dan berkembang,” tegasnya.(mg1)

Editor : Vidya Sajar Fitri
musik gemilang pare musik fest musik tulungagung band pelajar pelajar tulungagung