Usaha Jajanan Pasar Bertahan 23 Tahun, Berawal dari Tekanan Ekonomi hingga Ingin Punya Ruko

Dhiyah Ayu Nur Rahmawati • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:26 WIB
Usaha Pak Geger Jajan dan Ibu Siti Aminah mampu bertahan hingga 23 tahun sampai saat ini.(DHIYAH AYU/RATU)
Usaha Pak Geger Jajan dan Ibu Siti Aminah mampu bertahan hingga 23 tahun sampai saat ini.(DHIYAH AYU/RATU)

TULUNGAGUNG - Usaha jajanan pasar milik Pak Geger Jajan dan Ibu Siti Aminah di Tulungagung mampu bertahan selama 23 tahun. Berawal dari tekanan ekonomi pada 2003, pasangan suami istri tersebut kini menjual aneka jajanan pasar, lauk-pauk, nasi bungkus, minuman, hingga kletikan. Selain mengandalkan kualitas produk, keduanya mempertahankan pelanggan dengan membangun hubungan layaknya teman.

Ibu Siti Aminah, 45, menceritakan usaha tersebut bermula ketika dirinya dan suami mengalami kesulitan ekonomi setelah menikah. Saat itu, keduanya belum memiliki pengalaman untuk mencari penghasilan.

Ide berdagang kemudian muncul dari ibu Siti Aminah. Pada 2003, warung yang menjual makanan sejak pagi masih jarang ditemukan. Kondisi tersebut membuatnya melihat peluang untuk berjualan makanan pada pagi hari.

“Tekanan ekonomi itu muncul inisiatif, wis jualan aja pagi-pagi,” ujar Siti Aminah saat diwawancarai.

Pada awalnya, mereka mengambil nasi yang sudah dibungkus dari warung-warung. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pihak yang menitipkan dagangan, mulai nasi, kue, jajanan hingga berbagai makanan lainnya.

Sementara itu, Pak Geger, 47, mengatakan perkembangan usaha tersebut hingga kini berjalan dengan baik. Produk yang dijual pun semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dari berbagai produk yang tersedia, Pak Geger menyebut tidak ada satu jenis makanan yang secara khusus menjadi favorit pelanggan.

Menurutnya, pelanggan menyukai berbagai jajanan yang tersedia. Hal tersebut menjadi salah satu alasan usaha terus berjalan selama puluhan tahun.
Siti Aminah juga menjelaskan bahwa mereka berusaha menjaga kualitas makanan dengan memperhatikan keluhan pelanggan.

Jika ditemukan makanan yang kurang baik, seperti kue yang sudah keras atau basi, pelanggan dapat mengembalikannya dengan menyertakan bukti.
Keluhan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi. Siti Aminah akan menyampaikan masalah tersebut kepada pembuat makanan yang bersangkutan agar kualitas produk tetap terjaga.

Pelanggan Dianggap Seperti Teman

Salah satu cara yang dilakukan pasangan ini untuk mempertahankan pelanggan adalah membangun komunikasi. Pelanggan tidak hanya dilayani sebagai pembeli, tetapi juga diajak berbincang ketika kondisi memungkinkan.

Siti mengatakan pendekatan tersebut membuat pelanggan merasa nyaman. Bahkan, menurutnya, ada pelanggan yang menanyakan keberadaan mereka ketika tidak berjualan.

“Pelanggan itu kami jadikan teman,” kata Siti Aminah.

Target konsumennya pun tidak terbatas pada kelompok tertentu. Pak Geger menyebut pelanggan berasal dari semua kalangan.

Perkembangan teknologi juga ikut mengubah cara usaha tersebut berpromosi. Jika sebelumnya aktivitas usaha lebih banyak dilakukan secara langsung, kini promosi melalui media sosial mulai dimanfaatkan.

Siti Aminah mengatakan anaknya kini membantu mengelola promosi melalui media sosial, termasuk TikTok dan Instagram. Konten mengenai usaha tersebut dibagikan melalui platform digital untuk menjangkau pelanggan.

Untuk lokasi berjualan, pasangan tersebut saat ini menjalankan aktivitas usaha di rumah dan di area barat Telkom. Lokasi di Telkom mulai buka sekitar pukul 04.30 hingga 09.30, sedangkan lokasi di rumah beroperasi sekitar pukul 09.30 sampai 13.00.

Ingin Memiliki Tempat Usaha Lebih Luas

Selama menjalankan usaha, Siti Aminah menyebut tidak pernah menghadapi tantangan besar. Meski pernah mengalami kehilangan akibat pencurian, hal tersebut diterimanya sebagai bagian dari perjalanan usaha.

Setelah bertahan selama 23 tahun, pasangan tersebut memiliki harapan untuk mengembangkan usahanya lebih besar. Siti Aminah ingin memiliki tempat yang luas atau ruko yang dapat digunakan untuk berjualan sekaligus menjadi tempat makan. Harapan tersebut menjadi target mereka untuk perkembangan usaha jajanan pasar ke depan.

“Harapan kami, kami memiliki sebuah tempat yang luas. Sudah punya seperti ruko, bisa buat berjualan, bisa buat tempat makan,” ujar Siti Aminah.

Editor : Vidya Sajar Fitri
pak geger siti aminah warung ekonomi jajanan pasar