Sempat Vakum, Merivo Kembali Rutin Badminton di Tengah Kesibukan Kerja

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:15 WIB
Merivo Nuron Afnanigtyas kembali rutin bermain badminton di tengah kesibukannya sebagai pegawai Disnakertrans Tulungagung.
Merivo Nuron Afnanigtyas kembali rutin bermain badminton di tengah kesibukannya sebagai pegawai Disnakertrans Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Kesibukan bekerja tidak membuat Merivo Nuron Afnanigtyas melupakan olahraga. Pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung tersebut kembali rutin bermain badminton untuk menyegarkan tubuh dan pikiran di tengah padatnya aktivitas pekerjaan.

Kecintaannya terhadap badminton sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil. Saat berusia 10 hingga 13 tahun, Merivo bergabung dengan klub badminton dan berlatih tiga kali dalam seminggu.

Setiap latihan berlangsung sekitar tiga jam. Namun, memasuki usia 14 tahun, aktivitas tersebut mulai ditinggalkan karena kesibukan sekolah dan berbagai kegiatan lainnya.

Setelah memasuki dunia kerja, keinginan untuk kembali berolahraga muncul. Padatnya aktivitas pekerjaan membuat Merivo merasa perlu memiliki waktu untuk menyegarkan tubuh sekaligus pikirannya.

Baca Juga: Brigjen TNI Budi Santoso, Anak Petani Tulungagung yang Pernah Tidur Beralas Koran

“Memasuki dunia kerja, saya mulai berpikir untuk rutin olahraga lagi. Saya merasa perlu me-refresh badan dan otak di tengah padatnya pekerjaan,” ujarnya.

Kini, Merivo berusaha menyempatkan diri bermain badminton dua kali dalam seminggu. Setiap sesi berlangsung sekitar satu jam.

Waktu bermain biasanya dipilih pada sore hari setelah jam kerja atau ketika akhir pekan. Menurutnya, membagi waktu antara pekerjaan dan olahraga memang membutuhkan komitmen.

Namun, aktivitas tersebut justru membuatnya merasa lebih fokus. Setelah rutin bermain badminton, tubuh juga terasa lebih bugar meski pekerjaan di kantor cukup menyita energi.

“Meski aktivitas kantor cukup menyita energi, saya merasa lebih fokus dan pikiran lebih segar. Setelah rutin mengikuti badminton, badan terasa lebih bugar,” katanya.

Baca Juga: Tiga Siswa SMPN 1 Besuki Tulungagung Sapu Bersih Podium Paralayang Jatim 2026

Bagi Merivo, badminton bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran. Lapangan badminton menjadi ruang untuk melepas penat sekaligus mengurangi beban pikiran setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

“Badminton itu merupakan me time bagi saya. Selain olahraga, ini juga menjadi momen yang saya tunggu karena bisa meluapkan emosi dan beban pikiran sehari-hari,” ungkapnya.

Aktivitas tersebut juga memperluas lingkaran pergaulannya. Melalui badminton, Merivo dapat bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari luar lingkungan kantor.

Dengan begitu, olahraga menjadi bagian dari rutinitas yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Ada kesempatan untuk bersosialisasi sekaligus mendapatkan suasana berbeda dari rutinitas pekerjaan.

Merivo mengajak masyarakat tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk meninggalkan olahraga. Menurutnya, olahraga tidak harus dilakukan ketika memiliki banyak waktu luang.

Waktu untuk berolahraga justru perlu sengaja disisihkan, meski hanya sebentar. Konsistensi menjadi hal penting agar olahraga dapat menjadi bagian dari rutinitas.

“Olahraga sebenarnya tidak harus menunggu waktu luang. Luangkan waktu untuk olahraga meskipun hanya 1 jam dalam satu minggu. Kuncinya niat dan konsisten,” pungkasnya.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
merivo nuron afningtyas olahraga gaya hidup badminton disnakertrans tulungagung