LEMBANG - Anggrek kuping gajah dibanderol sekitar Rp100 ribu per daun, sementara sejumlah anggrek koleksi lainnya bisa mencapai jutaan rupiah.
Di Kebun Anggrek Bandung, Lembang, Jawa Barat, pengunjung dapat menemukan beragam jenis anggrek, mulai dari anggrek bulan yang relatif terjangkau hingga spesies unik dengan bentuk dan karakter bunga yang tidak biasa. Selain menawarkan keindahan, budidaya anggrek juga menyimpan peluang bisnis bagi pencinta tanaman hias.
Koleksi tersebut diperlihatkan dalam kunjungan ke Kebun Anggrek Bandung yang berada di kawasan Teras Lembang, Land of Wakaf. Kebun budidaya ini menyediakan berbagai kelompok anggrek, seperti Phalaenopsis, Dendrobium, Cattleya, Oncidium, Bulbophyllum, hingga sejumlah jenis anggrek yang berasal dari Indonesia dan luar negeri.
Baca Juga: Kalender Jawa Lengkap dengan Wuku dan Ringkel, Ini Cara Memahami Kotak Angka dalam Satu Windu
Anggrek Bulan Mulai Rp115 Ribu
Bagi pemula yang ingin mengoleksi anggrek, Phalaenopsis atau anggrek bulan menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan. Tanaman ini memiliki bunga beragam warna, mulai dari putih, merah muda, ungu, kuning, hingga corak berbintik dan bergaris.
Di Kebun Anggrek Bandung, anggrek bulan ditawarkan mulai sekitar Rp115 ribu untuk tipe bunga kecil. Sementara itu, tanaman dengan bunga berukuran besar atau kualitas tertentu dibanderol sekitar Rp125 ribu hingga Rp150 ribu.
Harga dapat berbeda bergantung pada ukuran, usia, dan karakter tanaman. Pengelola kebun menjelaskan, pengelompokan kualitas atau grading juga mempertimbangkan umur tanaman.
Anggrek kategori standar umumnya berusia sekitar tiga hingga empat tahun. Sementara itu, kategori premium dapat berusia enam hingga tujuh tahun.
Meski membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai ukuran tersebut, anggrek bulan hasil budidaya dapat dijual dengan harga relatif terjangkau karena produksinya dilakukan secara massal.
Dendrobium Punya Bentuk Bunga Beragam
Selain anggrek bulan, Dendrobium menjadi kelompok yang menarik perhatian kolektor. Berbeda dengan Phalaenopsis yang memiliki daun lebar dan tumbuh dari pangkal tanaman, sejumlah Dendrobium mempunyai batang menyerupai tongkat dengan daun yang tumbuh di sepanjang batangnya.
Keistimewaan Dendrobium terletak pada variasi bentuk bunga. Ada yang memiliki kelopak membulat, berwarna cerah, hingga berbentuk keriting. Beberapa jenis hasil persilangan atau hybrid bahkan menghasilkan kombinasi warna dan bentuk yang unik.
Untuk tanaman Dendrobium dengan karakter bunga tertentu, harganya dapat mencapai sekitar Rp350 ribu. Nilai tersebut bergantung pada ukuran, penampilan, dan jenis tanaman yang ditawarkan.
Sementara itu, kolektor yang mengincar spesies langka biasanya lebih memperhatikan keunikan bunga, asal tanaman, serta karakter yang jarang ditemukan.
Anggrek Kuping Gajah Bisa Bernilai Jutaan Rupiah
Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah Bulbophyllum beccarii atau anggrek kuping gajah. Tanaman ini memiliki daun besar yang menjadi daya tarik utamanya.
Berbeda dengan anggrek yang dijual berdasarkan satu pot atau satu rumpun, tanaman tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah batang berdaun. Harga yang disebutkan pengelola berada di kisaran Rp100 ribu per daun.
Dengan jumlah daun yang banyak, nilai satu rumpun dapat mencapai jutaan rupiah. Sebagai gambaran, tanaman dengan 30 daun berpotensi bernilai sekitar Rp3 juta jika setiap daun dihitung Rp100 ribu. Harga akhirnya tetap mengikuti kondisi dan penilaian penjual.
Keunikan anggrek kuping gajah tidak hanya terletak pada daunnya. Bunganya tumbuh menjuntai ke bawah dan memiliki aroma menyerupai bangkai ikan yang berfungsi menarik lalat sebagai penyerbuk.
Perawatan Menentukan Nilai Tanaman
Meskipun sebagian anggrek tergolong mudah dirawat, kebutuhan setiap jenis tidak sama. Anggrek bulan menyukai cahaya tidak langsung dan lingkungan yang ternaungi. Paparan matahari berlebihan berisiko merusak daunnya.
Sebaliknya, Dendrobium umumnya membutuhkan pencahayaan lebih terang agar dapat berbunga dengan baik. Karena itu, pemilik perlu menyesuaikan penempatan tanaman dengan karakter masing-masing.
Anggrek juga dapat ditanam dalam pot atau ditempel pada media yang sesuai, bergantung pada kebiasaan tumbuhnya. Sebagian besar anggrek epifit tumbuh menempel pada tanaman atau media lain tanpa mengambil makanan dari inangnya.
Dengan mengenali jenis, kebutuhan cahaya, dan pola penyiraman, pencinta tanaman dapat memilih anggrek sesuai anggaran. Mulai dari anggrek bulan seharga ratusan ribu rupiah hingga anggrek koleksi bernilai jutaan, keragaman tersebut membuat tanaman ini menarik bagi pemula maupun kolektor berpengalaman.
Baca Juga: Kalender Jawa Lengkap dengan Wuku dan Ringkel, Ini Cara Memahami Kotak Angka dalam Satu Windu
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Indo Exotic Animals