LEMBANG - Anggrek bulan hingga anggrek kuping gajah memiliki karakter dan kebutuhan perawatan berbeda yang perlu diketahui sebelum dipelihara.
Di Kebun Anggrek Bandung, Lembang, Jawa Barat, beragam koleksi memperlihatkan bahwa tanaman anggrek tidak hanya menarik karena bunganya, tetapi juga karena bentuk daun, pola warna, dan cara tumbuhnya. Dengan memahami kebutuhan cahaya dan media tanam, pencinta tanaman bisa memilih jenis anggrek yang sesuai dengan kondisi rumah.
Kebun yang berada di kawasan Teras Lembang, Land of Wakaf tersebut membudidayakan berbagai kelompok anggrek, mulai dari Phalaenopsis, Dendrobium, Cattleya, Oncidium, Bulbophyllum, hingga Paphiopedilum. Sejumlah jenis berasal dari Indonesia, sedangkan lainnya merupakan hasil budidaya dan persilangan.
Baca Juga: Kalender Jawa Lengkap dengan Wuku dan Ringkel, Ini Cara Memahami Kotak Angka dalam Satu Windu
Anggrek Bulan Cocok untuk Pemula
Phalaenopsis atau anggrek bulan menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan bagi orang yang baru mulai mengoleksi anggrek. Tanaman ini memiliki daun lebar dan bunga yang hadir dalam berbagai warna, seperti putih, merah muda, ungu, dan kuning.
Corak bunganya pun beragam. Ada tipe berwarna polos atau solid color, berbintik yang dikenal sebagai spotted, serta bergaris atau stripe. Sebagian anggrek juga memiliki labelum atau bagian bunga yang menyerupai lidah dengan warna dan bentuk khas.
Di Kebun Anggrek Bandung, anggrek bulan dijual mulai sekitar Rp115 ribu untuk tipe bunga kecil. Tanaman dengan bunga besar atau karakter tertentu ditawarkan pada kisaran Rp125 ribu hingga Rp150 ribu.
Keunggulan lainnya adalah masa mekar yang relatif panjang. Menurut penjelasan pengelola kebun, bunga anggrek bulan dapat bertahan sekitar tiga hingga lima bulan, bergantung pada kondisi tanaman dan lingkungannya.
Setelah bunga gugur, tanaman yang sehat dan memperoleh perawatan sesuai kebutuhan dapat kembali berbunga. Namun, waktu munculnya bunga baru tidak selalu sama pada setiap tanaman.
Jangan Sembarangan Menjemur Anggrek
Salah satu hal penting dalam merawat anggrek adalah memahami kebutuhan cahaya. Anggrek bulan menyukai tempat terang dengan cahaya tidak langsung. Tanaman ini tidak cocok terus-menerus terkena terik matahari karena daunnya berisiko mengalami kerusakan.
Untuk penyiraman, pengelola kebun menjelaskan bahwa anggrek bulan yang ditanam dalam pot dapat disiram sekitar empat hari sekali sebagai gambaran perawatan di kebun. Frekuensinya tetap perlu disesuaikan dengan kelembapan media, sirkulasi udara, suhu, dan kondisi akar.
Penyiraman yang terlalu sering dapat membuat media terlalu basah dan meningkatkan risiko pembusukan akar. Karena itu, pemilik sebaiknya memeriksa kondisi media sebelum kembali menyiram.
Berbeda dengan Phalaenopsis, Dendrobium umumnya membutuhkan cahaya lebih terang. Jika ditempatkan di area yang terlalu teduh, tanaman bisa tetap tumbuh subur tetapi kurang optimal dalam menghasilkan bunga.
Dendrobium dan Anggrek Unik Lainnya
Dendrobium mudah dikenali dari bentuk batangnya yang menyerupai tongkat. Bunga kelompok ini mempunyai variasi bentuk, mulai dari kelopak membulat hingga keriting, dengan kombinasi warna yang beragam.
Tanaman hasil persilangan atau hybrid juga banyak dikembangkan untuk menghasilkan karakter bunga tertentu. Di kebun tersebut, beberapa Dendrobium ditawarkan sekitar Rp350 ribu, bergantung pada ukuran dan karakter tanaman.
Selain itu, terdapat Paphiopedilum yang memiliki bentuk bunga menyerupai kantong. Struktur bunganya membantu proses penyerbukan dengan mengarahkan serangga melewati bagian reproduksi tanaman.
Ada pula Bulbophyllum beccarii yang dikenal sebagai anggrek kuping gajah. Tanaman ini memiliki daun besar dan bunga yang menjuntai. Bunganya mengeluarkan aroma menyerupai bangkai ikan untuk menarik lalat sebagai penyerbuk.
Tanaman tersebut ditawarkan sekitar Rp100 ribu per daun, sehingga satu rumpun dengan banyak batang berdaun dapat bernilai jutaan rupiah.
Akar Anggrek Tidak Perlu Dipotong Sembarangan
Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah memotong akar anggrek yang tumbuh keluar dari pot hanya karena dianggap berantakan. Pada anggrek epifit, akar yang muncul di luar pot merupakan bagian alami dari pertumbuhan tanaman.
Akar tersebut berperan menyerap air dan membantu tanaman melekat pada media. Selama kondisinya sehat, akar tidak perlu dipotong hanya demi merapikan penampilan.
Anggrek epifit juga dapat ditanam dengan cara ditempel pada media yang sesuai, selain menggunakan pot. Namun, kebutuhan air dan perawatannya bisa berbeda dibandingkan tanaman yang ditanam dalam pot.
Sebelum membeli anggrek, calon pemilik sebaiknya mengenali jenis tanaman, kebutuhan pencahayaan, dan karakter media tanamnya. Anggrek bulan dapat menjadi pilihan untuk area dengan cahaya tidak langsung, sedangkan Dendrobium lebih sesuai bagi tempat yang menyediakan pencahayaan terang.
Dengan perawatan yang tepat, anggrek tidak hanya menjadi tanaman hias berbunga indah, tetapi juga dapat bertahan dan kembali berbunga dalam siklus pertumbuhan berikutnya.
Baca Juga: Kalender Jawa Lengkap dengan Wuku dan Ringkel, Ini Cara Memahami Kotak Angka dalam Satu Windu
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Indo Exotic Animals