LEMBANG - Anggrek kuping gajah menjadi salah satu koleksi tanaman hias yang mencuri perhatian di Kebun Anggrek Bandung, Lembang, Jawa Barat.
Tanaman dengan daun lebar ini memiliki nilai jual tinggi, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah untuk satu rumpun berukuran besar. Selain anggrek kuping gajah, kebun budidaya tersebut juga menyimpan beragam jenis anggrek bulan, dendrobium, hingga anggrek langka dengan bentuk bunga yang unik dan harga bervariasi, mulai belasan ribu hingga jutaan rupiah.
Koleksi tersebut diperkenalkan dalam kunjungan kanal YouTube Indo Exotic Animals ke kebun anggrek yang berada di kawasan Teras Lembang, Land of Wakaf. Pengunjung diajak mengenal berbagai jenis anggrek, karakteristiknya, serta cara perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman.
Baca Juga: Kalender Jawa Lengkap dengan Wuku dan Ringkel, Ini Cara Memahami Kotak Angka dalam Satu Windu
Kebun Anggrek Lembang Punya Koleksi Beragam
Kebun Anggrek Bandung mulai dirintis pada 2019 dari hobi pemiliknya terhadap tanaman anggrek. Sementara itu, kebun yang berlokasi di Lembang mulai beroperasi sekitar akhir 2022.
Pengelola menyediakan beragam kelompok anggrek, mulai dari Phalaenopsis atau anggrek bulan, Dendrobium, Cattleya, Oncidium, Bulbophyllum, hingga sejumlah jenis anggrek terestrial yang tumbuh di tanah.
Banyaknya variasi membuat anggrek memiliki daya tarik tersendiri bagi penghobi. Tidak hanya warna dan ukuran bunga, kolektor juga memperhatikan corak, bentuk kelopak, keunikan lidah bunga, hingga kelangkaan spesies.
Pada anggrek bulan, misalnya, terdapat warna polos atau solid color, pola berbintik yang dikenal sebagai spotted, serta corak bergaris atau stripe. Perbedaan karakter tersebut membuat setiap tanaman mempunyai penampilan yang khas.
Harga Anggrek Bulan Mulai Rp15 Ribu
Salah satu jenis yang cocok untuk pemula adalah anggrek bulan. Tanaman ini memiliki bunga beragam warna dan relatif mudah dirawat apabila kebutuhan lingkungannya terpenuhi.
Di Kebun Anggrek Bandung, anggrek bulan mini ditawarkan mulai sekitar Rp15 ribu. Sementara itu, anggrek bulan berukuran lebih besar umumnya dibanderol sekitar Rp125 ribu. Tanaman dengan kualitas premium atau karakter daun tertentu dapat mencapai Rp150 ribu hingga Rp350 ribu, bergantung pada ukuran dan spesifikasinya.
Pengelola menjelaskan, penentuan kelas tanaman di kebun tersebut antara lain didasarkan pada usia. Anggrek kelas standar umumnya berusia sekitar tiga hingga empat tahun, sedangkan kelas premium bisa berusia enam hingga tujuh tahun.
Meski membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai ukuran tertentu, anggrek bulan dapat terus berbunga jika dirawat dengan baik. Masa mekar bunganya bisa bertahan sekitar tiga hingga lima bulan. Setelah bunga gugur, tanaman berpeluang kembali berbunga dalam beberapa bulan berikutnya apabila kondisi lingkungan mendukung.
Dendrobium Punya Bentuk Bunga yang Unik
Selain anggrek bulan, Dendrobium menjadi koleksi yang banyak dijumpai di kebun tersebut. Kelompok anggrek ini memiliki bentuk batang dan daun yang berbeda, dengan variasi bunga mulai dari bentuk bulat hingga keriting.
Beberapa varietas hasil persilangan atau hibrida juga menawarkan perpaduan warna dan bentuk yang menarik. Untuk koleksi tertentu, harganya bisa mencapai sekitar Rp350 ribu.
Dendrobium umumnya membutuhkan pencahayaan lebih terang dibandingkan anggrek bulan. Karena itu, pemilik tanaman perlu memahami karakter masing-masing jenis sebelum menentukan lokasi penanaman.
Sebaliknya, anggrek bulan cenderung menyukai cahaya tidak langsung dan lingkungan yang teduh. Paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat dapat merusak daunnya.
Anggrek Kuping Gajah Bisa Bernilai Jutaan Rupiah
Koleksi yang tidak kalah menarik adalah Bulbophyllum beccarii, yang dikenal sebagai anggrek kuping gajah. Tanaman ini memiliki daun lebar menyerupai telinga gajah dan dapat tumbuh menempel pada media seperti batang pakis.
Berbeda dari anggrek bulan yang populer karena keindahan bunganya, anggrek kuping gajah juga menarik perhatian karena bentuk daunnya. Bunganya tumbuh menjuntai dan memiliki aroma yang menyerupai bangkai ikan untuk menarik lalat sebagai penyerbuk.
Di kebun tersebut, harga tanaman dihitung berdasarkan jumlah daun atau batang yang dimiliki. Satu daun ditawarkan sekitar Rp100 ribu. Dengan jumlah daun yang banyak, nilai satu rumpun bisa mencapai jutaan rupiah, bahkan diperkirakan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta untuk koleksi berukuran besar.
Namun, harga tersebut bergantung pada ukuran, kondisi tanaman, dan jumlah batang. Angka yang disebutkan dalam kunjungan tersebut merupakan perkiraan untuk koleksi yang diperlihatkan, bukan patokan harga seluruh anggrek kuping gajah di pasaran.
Perawatan Anggrek Tidak Selalu Sulit
Pengelola menekankan bahwa anggrek bukan tanaman yang sulit dirawat apabila pemilik memahami kebutuhan dasarnya. Penyiraman, pencahayaan, sirkulasi udara, dan media tanam harus disesuaikan dengan jenisnya.
Anggrek bulan yang ditanam dalam pot, misalnya, tidak harus disiram setiap hari. Frekuensi penyiraman perlu mengikuti kondisi media dan lingkungan agar akar tidak terus-menerus basah. Sementara itu, sejumlah anggrek epifit dapat ditanam menempel pada media untuk menghasilkan tampilan yang lebih alami.
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa anggrek tidak hanya cocok menjadi tanaman hias rumahan, tetapi juga memiliki potensi koleksi bernilai tinggi. Bagi pemula, anggrek bulan dan dendrobium bisa menjadi pilihan awal sebelum mengenal spesies yang lebih sulit ditemukan.
Dengan memahami karakter tanaman dan teknik budidayanya, penghobi dapat menikmati keindahan anggrek sekaligus menjaga koleksi tetap tumbuh sehat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kalender Jawa Lengkap dengan Wuku dan Ringkel, Ini Cara Memahami Kotak Angka dalam Satu Windu
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Indo Exotic Animals