Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Slamet Riyadi Jadi Kreator Konten

Choirurrozaq • Jumat, 16 Juli 2021 | 23:10 WIB

Terlahir dengan keterbatasan fisik tak membuat Slamet Riyadi merasa minder. Karakter itu dia bangun sejak kecil. Dimulai dari menerima segala keterbatasannya. Alhasil, dia pun kini mampu mandiri, mencari pundi-pundi rupiah hasil keringatnya sendiri. Bermodal kreativitas, Slamet bisa meraup Rp 3 juta sebulan dari SnackVideo.


 


HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Kota, Radar Trenggalek


 


KONDISI fisik Slamet Riyadi tak sesempurna orang normal. Beberapa anggota tubuhnya, kedua kaki dan kedua tangannya tak tumbuh secara wajar. Slamet menerima kondisi itu sejak dia dilahirkan. Bahkan, cacat yang dialaminya tak dialami ketiga saudaranya.


Slamet anak ketiga dari pasangan Samudi dan alm Ponirah. Dia warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan. Namun sejak 2015, Cak Met –panggilannya- tinggal di Yayasan Naema. Dia memutuskan pindah karena ingin membekali diri untuk kelangsungan di masa depan.


Cerita kelam Cak Met ungkapkan. Semasa kecil, dia tak mendapatkan kasih sayang orang tua seperti ketiga saudaranya. Jika saudara-saudaranya mendapat baju baru saat Lebaran, Cak Met hanya terdiam melihat saudara-saudaranya mengenakan baju baru. Selain itu, cuma dirinya saja yang tak mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan.


Perlakuan itu membuat Cak Met tak nyaman hidup di lingkungan yang tidak membuatnya berkembang. Dia memutuskan pindah ke yayasan yang menaungi kaum disabilitas itu pada usia 19 tahun. Di tempat yang baru, pria kelahiran 1996 itu semangat mempelajari hal-hal baru yang kreatif. Dimulai menjahit, memasak, membengkel, hingga bernyanyi.


Tanpa kedua kaki, cuma mengandalkan tangan kanan dengan dua jari, tak menghambat aktivitas Cak Met. Makan, minum, menulis, ganti baju, salat, dan sebagainya tetap bisa dilakukannya. Hanya, Cak Met tak dapat mengendarai sepeda maupun motor seperti orang normal pada umumnya. Ketika bepergian, acapkali dia memanggil ojol (ojek online) untuk mengantarkannya.


Tiga tahun Cak Met mengembangkan softskill, berbuah manis. Hobi bernyanyinya kian dikenal masyarakat. Yang membuat Cak Met banjir job sekitar 2018 lalu. Sebulan, hobi menyanyikan lagu dangdut dan campursari itu bisa menghasilkan di atas Rp 1 juta. "Sekali tanggapan itu biasanya diberi Rp 700 ribu," ucapnya.


Kondisi itu tak berlangsung lama, pandemi Covid-19 membuat kegiatan masyarakat menjadi terbatas. Job bernyanyi yang diandalkannya kian sepi. Cak Met iseng-iseng membuat video pendek di TikTok, menceritakan aktivitas keseharian seorang penyandang cacat fisik. Tak pelak, animo warganet yang menonton video itu meledak. Hingga ditonton lebih dari 2 juta orang. "Tak menyangka saja, barusan upload, jangka beberapa hari itu menjadi viral. Beberapa video lain pun juga ada 1-2 juta penonton," ujar pemilik akun Tiktok Cakmet Real_2 tersebut.


Dari beberapa video yang viral, Cakmet akhirnya mendapat tawaran kerja sama pihak manajemen SnackVideo. Mereka menawarkan Cak Met dapat mengunggah konten-konten video di aplikasi tersebut. Dia pun menyanggupinya, dengan mengunggah dua video tiap harinya. "Saya menerima tawaran itu karena ada gaji di tiap bulannya," kata dia.


Dalam sebulan, penghasilan Cakmet minimal Rp 3,4 juta. Apabila ada video-video yang viral, penghasilannya pun melejit hingga pernah sentuh Rp 8 juta. Konten-konten yang diunggahnya pun bervariasi. Meliputi video jenaka, bernyanyi, maupun membuat video berdasar permintaan warganet. Karena tak sedikit warganet yang penasaran cara Cak Met salat dan lain-lain. "Banyak komentar warganet yang positif maupun negatif. Tapi saya tak begitu memikirkan komentar negatif, niat saya membuat video hanya untuk menghibur orang saja," ucapnya.


Kini, Cak Met sukses menjadi kreator konten SnackVideo. Dia berharap bisa konsisten membuat konten video yang kreatif dan menarik. (*)

Editor : Choirurrozaq