NASIONAL – Pernahkah Anda setelah makan langsung mandi, lalu perut terasa penuh? Fenomena ini sering dialami, namun apakah ini baik bagi tubuh?
Jadi, mandi setelah makan itu tidak dianjurkan, karena hal tersebut bisa mengurangi kinerja pencernaan.
Suhu tubuh setelah makan cenderung panas, karena darah akan mengalir ke sistem pencernaan untuk melancarkan proses pencernaan.
Hal ini dapat dibuktikan pada orang yang keluar keringat sehabis makan, apalagi makan-makanan pedas dan panas.
Jika selepas makan langsung mandi dengan air dingin, maka terjadilah penurunan suhu tubuh.
Akibatnya suhu tubuh akan menurun dan aliran darah ke sistem pencernaan akan melandai. Kekurangan suplai darah akan mengganggu proses pencernaan.
Proses pencernaan yang terganggu akan membuat perut terasa tidak nyaman bahkan serasa mau muntah.
Namun, jika anda ingin mandi berikan jarak paling tidak 20 menit agar tidak mengganggu sistem pencernaan.
Anda bisa melakukan ini setelah makan sembari memberi jarak sebelum mandi:
1. Minum air putih
Air putih berperan melarutkan sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut sehingga semua bisa diproses di dalam lambung.
Selain itu air putih juga bisa membantu mempercepat proses pencernaan makanan karena makanan menjadi lebih lembut.
Dengan begitu, tubuh akan lebih mudah menyerap nutrisi dari makanan tersebut dengan baik.
2. Berjalan sejenak
Mengutip dari Cleveland Clinic, jalan kaki selepas makan dapat mengantisipasi terjadinya lonjakan glukosa atau gula darah secara drastis. Jika rutin dilakukan, jalan kaki selepas makan dapat mencegah resiko diabetes.
3. Jangan tidur setelah makan
Sehabis makan perut terasa kenyang dan menyebabkan rasa ingin rebahan bahkan tidur. Ketika berbaring dalam kondisi perut penuh, asam lambung akan naik ke kerongkongan.
Naiknya asam lambung ke kerongkongan akan menyebabkan nyeri pada ulu hati, bahkan akan merasa mual.
Jadi intinya mandi setelah makan tidak dianjurkan. Jika terburu-buru anda bisa mengatur waktu makan lebih awal sehingga bisa memberi jarak antara makan dengan mandi.
Penulis: Muhamad Atok Ulaziz (PKM IAIN Kediri)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra