Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

5 Dampak Buruk Jarang Mandi

Redaksi Radar Tulungagung • Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:00 WIB
Abak Mandi Laki Laki  Senyum
Abak Mandi Laki Laki Senyum

GAYA HIDUP - Mandi dapat menjadi sesuatu yang membuat nyaman karena badan kita menjadi segar setelah seharian beraktivitas, seperti olahraga dan bergerak banyak sehingga banyak keringat yang keluar.

Akan tetapi, mandi dapat menganggu mikrobioma yang terdapat di kulit. Mikrobioma sendiri merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di tubuh makhluk hidup termasuk manusia.

Seperti yang dikutip oleh Radar Tulungagung dari website resmi milik Universitas Indonesia pada Selasa (08/10/2024)

"Kumpulan dari triliunan mikroorganisme yang mendiami tubuh manusia inilah yang dinamakan mikrobioma. Mikrobioma dalam tubuh manusia terdiri dari bakteri, virus, dan eukariota. Rasio sel yang dimiliki oleh mikrobioma ini 10 kali lebih besar dari sel tubuh manusia. Rasio gennya pun 200 kali lebih besar dari gen manusia," tulisnya.

Mikrobioma sangat penting bagi manusia, mikroorganisme yang ada dikulit manusia berperan aktif untuk menjaga pH kulit serta menjaga kelembapan dan kadar minyak pada kulit agar kulit tetap sehat.

Meskipun terlalu sering mandi bisa menyebabkan kulit kering, iritasi, serta mudah pecah yang justru akan menjadi celah bagi bakteri dan alergen untuk masuk dan menyebabkan infeksi, tapi jarang mandi juga bisa memicu berbagai masalah.

Radar Tulungagung juga mengutip dari website halodoc.com pada Selasa (08/10/2024) pasalnya, jarang mandi tidak hanya membuat tubuh kamu mengeluarkan bau tidak sedap, tapi berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan.

Semakin lama tidak mandi, maka bau badan tidak bisa dihindari, terutama dibagian ketiak dan selangkangan.

Hal ini diakibatkan area ketiak dan selangkangan memiliki kelembapan yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk sarang perkembangbiakan bakteri yang menghasilkan bau badan.

Bau badan tersebut akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu dengan jarang mandi.

Kebersihan yang buruk atau jarang mandi dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, kotoran, dan juga keringat pada kulit.

Selain menimbulkan aroma tubuh yang tidak enak, ternyata ada beberapa risiko jika jarang mandi, seperti:

  1. Munculnya jerawat, akibat penumpukan kulit mati sehingga menutup pori pori untuk mengeluarkan minyak.

  2. Adanya infeksi pada kulit tubuh, akibat kotoran yang ada pada tubuh dibiarkan dan menimbulkan gatal.

  3. Kulit menjadi hiperpigmentasi dan kusam, akibat tubuh tidak dibersihkan secara teratur sehingga terjadi iritasi kulit.

  4. Gangguan kesehatan alat kelamin, akibat bagian selangkangan tidak dibersihkan ketika mandi.

  5. Rambut menjadi berketombe, akibat setelah aktivitas yang sangat banyak menghasilkan keringat tidak melakukan keramas.

Nah, itulah sedikit dampak kesehatan jarang mandi yang bisa terjadi. Maka perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan kulit dengan mandi.

Tidak ada batasan khusus untuk melakukan mandi, namun minimal untuk melakukan mandi yaitu satu kali setiap hari.

Penulis: Nizarul Fauzi Al Hanafi (PKM MAHASISWA IAIN KEDIRI-KPI)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Kebersihan kulit #mikrobioma #mandi