Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

3 Stigma yang Melekat pada Generasi Z, Kamu Termasuk?

Ruhma silvi wardani • Senin, 16 Desember 2024 | 13:45 WIB
Generasi yang tumbuh dengan teknologi dan internet
Generasi yang tumbuh dengan teknologi dan internet

GAYA HIDUP - Gen Z atau Generasi Z adalah generasi yang lahir pada abad ke-21 dan menjadi generasi pertama yang lahir dan tumbuh dengan internet dan teknologi. Gen Z adalah orang-orang yang terlahir kisaran tahun 1997 hingga 2012.

Gen Z juga dijuluki sebagai “Digital Native” karena sejak berusia muda Gen Z telah bersinggungan dengan internet dan teknologi walaupun, pada saat itu mereka belum melek teknologi.

Di seluruh dunia Gen Z lebih banyak menghabiskan waktu dengan internet daripada membaca buku, hal tersebut berdampak pada rentang perhatian, kosa kata, prestasi akademik, dan kontribusi ekonomi.

Sebagai generasi pertama yang tumbuh dengan internet dan teknologi, Gen Z memiliki banyak perbedaan pandangan dan perilaku dengan generasi sebelumnya.

Lompatan teknologi GeneZ dengan generasi sebelumnya sangatlah berbeda, kemudahan dalam segala hal, terutama mencari informasi dan melihat apa yang sedang terjadi di berbagai penjuru dunia hanya dengan melalui gadget sangat mempengaruhi pandangan serta perilaku Gen Z.

Berikut beberapa istilah dan problem yang melekat pada Gen Z saat ini:

  1. Generasi Dikit-Dikit Healing

Gen Z adalah generasi yang dianggap gampang menyerah dan dikit- dikit healing, hal ini dijelaskan Dalam buku Strawberry Generation karya Prof. Renald Kasali bahwa hal tersebut salah satunya di latar belakangi oleh sosial media. Sosial media seringkali digunakan untuk fleksing, selebrasi keberhasilan dan menunjukkan kesuksesan tanpa memberitahukan usaha- usaha yang dilakukan, sehingga generasi saat ini banyak yang menginginkan kesuksesan dengan cara instan dan cepat.

 

  1. Generasi Bermental Tempe

Generasi Bermental Tempe adalah istilah yang disematkan pada Gen Z untuk mengistilahkan kondisi mental mereka yang dianggap kurang kuat dan mudah stress. Selain itu Gen Z dianggap rentan terkena penyakit mental dan depresi

Menurut Dr. Elvine Gunawan Founder Mental Hub Indonesia

“Sebetulnya bukan rentan pak, kita hanya tidak berani mengatakan apa yang dirasakan kepada emak dan bapak, anak sekarang sudah mengetahui bahwa itu adalah sebuah kesalahan dan mereka ingin menyampaikan” ucapnya pada laman YouTube Helmy Yahya Bicara

Dr. Elvine Gunawan juga mengatakan bahwa teknologi dan internet pada saat ini seperti dua mata pisau, selain mendapat kemudahan dalam mengakses informasi, generasi saat ini rentan melakukan self diagnosis terhadap dirinya sendiri

Menurut artikel ilmiah yang berjudul Adverse Childhood Experiences And Depression Among Indonesian University Students menyebutkan bahwa rata-rata penyebab depresi adalah masa kecil kurang bahagia.

Walaupun begitu menyalahkan orang tua bukanlah perilaku yang bijak, karena orang tua juga membawa trauma yang sama.

 

  1. Generasi Strawberry

Generasi Strawberry adalah sebutan bagi karakteristik Gen Z yang cenderung lembek dan mudah depresi. Dalam buku Strawberry Generation karya Prof. Renald Kasali praktisi politik, Generasi Strawberry memiliki karakteristik yang mudah menyerah, mudah tersinggung, dan wajib banget self healing. Menurut penuturan CEO Creativox (Benjamin Mulia)

“Gue Approve ya di awal, kalau gen Z adalah Strawberry Generation, ketika gue belum tahu formulanya, ketika sudah berjalan mereka lebih mengagetkan gue dengan powernya, dengan kekuatannya, dengan cepat belajarnya, dengan idenya, dengan fresh-nya mereka” ucapnya pada laman YouTube Narasi

Pengelompokan antargenerasi bukan untuk merendahkan generasi satu dengan yang lain, melainkan untuk bisa saling memahami antar generasi karena setiap generasi memiliki rapuhnya dan ciri khasnya tersendiri.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Gen Z #generasi strawberry #gen z bermental lemah