Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Olahraga Lari Jadi Lifestyle Pasca Pandemi Covid-19 Usai, Benarkah Demikian?

Andrian Sunaryo • Selasa, 7 Januari 2025 | 14:31 WIB

Olahraga lari sekarang menjadi gaya hidup dan digandrungi banyak kalangan (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Olahraga lari sekarang menjadi gaya hidup dan digandrungi banyak kalangan (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Pandemi Covid-19 pada empat tahun lalu membuat semua berubah.

Lifestyle atau gaya hidup masyarakat juga berubah. Mereka ramai-ramai mengubah perilaku untuk lebih sehat lagi.

Baca Juga: Pelabuhan Prigi Trenggalek Penggerak Ekonomi Strategis, Ini Penjelasannya

Mereka mulai mengerti betapa pentingnya kesehatan itu.

Indikasinya, menurut Rheza Akbar running enthusias penggemar olahraga semakin meningkat khususnya olahraga lari.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah masyarakat yang berlari saat pagi maupun sore di sekitar kawasan kota.

Baca Juga: Tak Hanya Menyehatkan, Olahraga Lari Juga Berpengaruh ke Ekonomi, Kok Bisa?

Antusiasme yang tinggi ini banyak memunculkan komunitas lari di berbagai kota bahkan sudah menjadi lazim ada beberapa komunitas di satu kota.

Lanjut Rheza Akbar, hal ini tidak lepas dari pola hidup sehat dan berbagai pola kebiasaan sehat yang diterapkan saat masa pandemi COVID-19 yang menjadi sebuah lifestyle di kalangan masyarakat berbagi segmen.

Baca Juga: Persiga Trenggalek Tumbang Lawan Persenga Nganjuk, Ini Skornya

“Terlebih dengan keberadaan sosmed yang memberikan dampak positif dengan banyaknya influencer ataupun para selebritis yang mengampanyekan hidup sehat melalui olahraga lari,” jelasnya.

Rheza Akbar mengatakan, fenomena meningkatnya jumlah penggemar olahraga lari bisa dilihat dari melonjaknya peminat dari usia pelajar hingga usia master (40+).

Baca Juga: Benarkah Gunung Semeru Berasal dari India? Berikut Isi Kitab Tantu Pagelaran

Bahkan ini menjadi salah satu pilihan utama bagi sebagian masyarakat yang ingin menerapkan gaya hidup sehat di tengah padatnya aktivitas pekerjaan dan tekanan kehidupan modern.

Rheza Akbar menambahkan, ada banyak faktor yang menjadi alasan mengapa olahraga lari semakin meningkat dan semakin banyak penggemar :

Namun, Rheza Akbar mengingatkan, fenomena seperti ini bagai pedang bermata dua.

Bakal membawa dampak positif tapi juga akan membawa dampak negatif jika berlari tanpa melihat porsi dan hanya terinspirasi tanpa mempertimbangkan kemampuan diri.

“Alangkah baiknya untuk para penggemar lari pemula bisa lebih bijaksana memilih event, banyak bertanya dan konsultasi kepada rekan komunitas, banyak membaca referensi dan berlatih secara konsisten,” katanya. ***

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#olahraga lari #hidup sehat #berlari #covid -19 #running #lari #Run