Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Salah Satu Kepala Sekolah SMA Negeri di Tungagung Ini Sangat Produktif Menulis, Hingga Hasilkan Puluhan Buku, Siapa Dia?

Mukhamad Zainul Fikri • Selasa, 11 Maret 2025 | 03:00 WIB

 

BANGGA: Ardi Susanti dengan salah satu bukunya
BANGGA: Ardi Susanti dengan salah satu bukunya

RADAR TULUNGAGUNG
- Selain sebagai seorang kepala sekolah di SMAN 1 Pakel, Ardi Susanti juga seorang seniman ulung, juga penulis bertalenta.

Baru-baru ini, tiga buku antologi berbahasa jawa karyanya dan beberapa temannya baru saja terbit.

Kesibukan menjadi seorang kepala sekolah bukan menjadi halangan bagi Ardi Susanti untuk berkarya di jalur seni.

Buktinya, sudah puluhan buku yang telah ia tulis. Kebanyakan adalah buku antologi.

“Kalau buku bersama mungkin ada 80 an, kalau pribadi baru ada satu buku,” jelas Ardi, senin (10/3).

Tiga buku yang baru saja terbit ini terdiri dari dua cerita cekak (Cerkak) bahasa dan satu buku geguritan atau puisi bahasa jawa.

Memang saat ini Ardi lebih fokus untuk berkarya menulis tentang antologi.

Karena, antologi dianggap lebih selektif. Sehingga penulisnya tidak bisa asal dalam berkarya.

“Kalau buku pribadi siapapun bisa menulis asalkan punya uang. Kalau antologi lebih selektif, artinya karya kita diseleksi untuk bisa terbit,” katanya.

Dengan kesibukannya sebagai kepala sekolah, nyatanya karya-karyanya tetap ada.

Dia menjelaskan menulis dilakukan saat malam hari usai menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan kepala sekolah.

“Kalau saya biasanya menulis atau melukis itu malam hari,” akunya.

Baginya menulis buku bukanlah beban.

Melainkan dijadikan sebagai bahan refresing atas sibuk dan tekanan pekerjaan.

“Menulis atau melukis itu lebih saya pakai untuk keseimbangan. Saya gunakan sebagai cooling down atas tekanan dalam pekerjaan,” ungkapnya.

“Cara orang menanajemen stress itu kan bermacam-macam caranya. Kalau saya dengan hoby saya menulis dan melukis,” sambungnya.

Ardi menjelaskan biasanya prospek buku-buku yang ia tulis adalah di Jawa Tengah.

Karena di provinsi tersebut setiap sekolah diwajibkan memiliki buku-buku berbahasa jawa.

“Makanya prospeknya lebih bagus di Jawa Tengah kalau untuk buku berbahasa jawa,” akunya.

Meski sudah memiliki banyak buku, tapi Ardi masih memiliki satu keinginan yang akan segera direalisasikan.

Proyek pribadinya yaitu mempunyai buku berbahasa jawa hasil karyanya sendiri.

Saat ini, dia masih mengumpulkan data-data untuk segera mengeksekusi proyek pribadinya itu.

“Karya saya bersama teman-teman mau saya bukukan untuk karya tunggalnya. Sekarang saya masih mengumpulkan,” bebernya.

Setelah melihat cerita diatas, terdapat satu lagi hal yang menarik dari sosok Ardi Susanti.

Meski selama ini dia getol menulis buku berbahasa jawa ataupun melestarikan seni jawa, ternyata latar belakang pendidikannya bukanlah bahasa jawa.

Tetapi adalah pendidikan Bahasa Inggris.

Selama ini dia belajar secara otodidak untuk bisa dititik saat ini.

“Latar belakang saya adalah pendidikan bahasa Inggris. Kalau belajar bahasa jawa ya otodidak,” tutupnya.***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#pakel #tulungagung #penulis #SMAN #buku #Antologi