Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fenomena Bukber di Bulan Ramadan: Momen Kebersamaan atau Sekadar Ajang Flexing ?

Dhiyah Ayu Nur Rahmawati • Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:11 WIB
ilustrasi bukber
ilustrasi bukber

Bulan Ramadan nggak cuma identik dengan puasa dan ibadah, tapi juga dengan tradisi buka puasa bersama alias bukber.

Mulai dari buka bareng teman, keluarga, hingga rekan kerja, momen ini jadi kesempatan buat menjalin silaturahmi.

Namun, belakangan ini, bukber justru berubah jadi ajang untuk menunjukkan status sosial.

Hmmm, benar nggak sih? Yuk, kita bahas!

Saat bulan Ramadan datang, banyak banget undangan bukber yang datang, kan?

Nggak hanya untuk berbuka, tapi juga bisa jadi ajang reuni dengan teman lama.

Di satu sisi, bukber emang jadi momen yang asyik untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antar orang.

Selain itu, bukber juga punya manfaat buat kesehatan mental loh.

Dirangkum dari berbagai sumber, ternyata bukber bisa bikin kita merasa lebih tenang dan mengurangi stres, apalagi setelah seharian berpuasa.

Jadi, bukber itu bukan cuma tentang makan, melainkan tentang menjaga hubungan emosional yang sehat.

Fenomena ini disorot sama Awan Setia Dharmawan, dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Menurutnya, nggak jarang orang datang ke bukber dengan niat yang berbeda-beda.

Ada yang murni pengin mempererat silaturahmi, tapi ada juga yang cuma mau pamer apa yang mereka punya.

 “Orang bukber itu membawa kepentingan yang berbeda. Ada yang murni ingin menjalin silaturahmi atau justru show off dengan menampilkan apa yang dipunya. Ini merupakan salah satu bentuk ekspresi diri selama masih dalam batas yang wajar,” terang Awan, seperti dikutip dari laman UMM, Jumat (21/3/2024).

Ini sih wajar-wajar aja, selama nggak keterlaluan.

Tapi, kalau jadi ajang adu gengsi, kan jadi nggak asik, ya?

Hmm kenapa sih bukber bisa berubah jadi ajang pamer?

Salah satu penyebabnya adalah tekanan sosial, terutama di media sosial.

Kita sering lihat orang pamer liburan ke luar negeri, beli barang branded, atau ngadain acara bukber dengan tempat yang mewah, kan?

Nah, hal ini kadang memicu perasaan pengin "nunjukin" diri juga, supaya nggak ketinggalan.

Apalagi di kalangan anak muda, terutama Gen Z dan milenial yang aktif di Instagram atau TikTok, bukber sering banget jadi ajang foto-foto dengan teman-teman yang stylish atau di tempat yang instagramable.

Selain itu, ada juga faktor psikologis lainnya, seperti keinginan untuk merasa diterima atau dihargai.

Misalnya, kamu ngerasa perlu pamer untuk "menunjukkan" kalau kamu juga berhasil atau punya gaya hidup yang keren.

Ini bisa muncul karena adanya pengalaman masa lalu, atau mungkin karena pengaruh dari media sosial yang sering menampilkan "kesuksesan" orang lain.

Tapi, jangan sampai bukber jadi malah nambahin beban pikiran kita, kan?

Terus, Gimana Biar Bukber Tetap Bermakna?

Nah, biar bukber tetap punya nilai positif tanpa terjebak dalam pamer, ada beberapa tips yang bisa kamu coba.

1. Fokus pada Kebersamaan
Utamakan kualitas obrolan dan interaksi dengan teman-teman daripada fokus pada kemewahan acara. Bukber itu tentang berbagi cerita dan momen kebersamaan, bukan tentang siapa yang punya barang lebih mahal.

2. Saring Apa yang Dibagikan di Media Sosial
Kalau kamu mau membagikan momen bukber di Instagram atau platform lainnya, pastikan itu nggak terkesan pamer. Jangan sampai momen kebersamaan yang indah justru berubah jadi ajang pamer.

3. Kenali Motivasi Pribadi
Pahami kenapa kamu ingin mengadakan bukber. Apakah untuk mempererat silaturahmi atau hanya untuk pamer barang dan status sosial? Dengan niat yang baik, bukber akan tetap jadi momen bermakna.

Bukber di Bulan Ramadan merupakan momen yang baik untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi.

Namun, kita juga harus waspada agar nggak terjebak dalam kompetisi sosial yang cuma bikin capek mental dan dompet.

Yuk, kita buat bukber tetap bermakna dengan cara yang sehat dan positif!(***)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ramadan #silaturahmi #instagram #flexing #bukber