Radar Tulungagung - Peringatan Idul Fitri sangat akrab dengan prosesi saling bermaaf-maafan. Tujuannya agar dapat kembali fitri.
Tak hanya itu, saling bermaaf-maafan saat peringatan lebaran Idul Fitri juga dapat sebagai rekonsiliasi menciptakan suasana yang tentram dan akrab.
Namun biasanya untuk mengucapkan permohonan maaf terlebih dulu dapat menimbulkan rasa canggung, dan malu, terlebih kepada teman akrab.
Berikut 10 pantun permintaan maaf agar tidak canggung dan malu lagi saat meminta maaf terlebih dulu.
Bunga mawar harum baunya,
Tumbuh indah di tepi kali.
Jika ada salah dan dosa,
Mohon maaf setulus hati.
Ikan sepat ikan gabus,
Lebih enak ikan patin.
Lebaran tiba hati pun tulus,
Mohon maaf lahir dan batin.
Ke pasar beli ketan hitam,
Dimakan hangat di pagi hari.
Jangan simpan salah dan dendam,
Di hari fitri mari berbagi.
Menanam tebu di tanah datar,
Tumbuh subur di bawah awan.
Jika lidah tajam menyambar,
Mohon maaf di hari lebaran.
Pagi hari beli ketupat,
Pulangnya mampir beli rendang.
Salah dan khilaf mohon dimaaf,
Agar hati tak lagi bimbang.
Bulan purnama di malam terang,
Bintang gemerlap di angkasa.
Kalau ada salah yang terbilang,
Mohon maaf setulus rasa.
Kue lapis enak rasanya,
Paling enak dimakan bersama.
Jika ada salah dan dosa,
Mohon maaf sebesar-besarnya.
Jalan-jalan ke kota Malang,
Jangan lupa beli sukun.
Jika hati pernah tersayang,
Maaf ku pinta sepenuh ampun.
Hujan rintik jatuh ke kali,
Angin semilir terasa dingin.
Agar silaturahmi terus terjalin,
Mohon maaf lahir dan batin.
Beli kurma di pasar pagi,
Dimakan hangat bersama roti.
Mohon maaf kesalahan kami,
Semoga bersih hati dan diri.