Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nostalgia Buah Ceplukan, Harta Karun dari Pinggir Sawah Punya Sejuta Manfaat

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 30 April 2025 | 19:05 WIB
Nostalgia dengan buah ceplukan, ternyata punya sejuta manfaat
Nostalgia dengan buah ceplukan, ternyata punya sejuta manfaat

Radar Tulungagung - Di antara kenangan masa kecil yang membekas, buah ceplukan kerap menjadi salah satu simbol sederhana kebahagiaan.

Buah mungil yang tumbuh liar di tepi-tepi sawah, ladang, atau pekarangan ini dulu sering jadi incaran anak-anak kampung.

Dengan bungkus tipis menyerupai lentera dari kelopak kering, ceplukan punya daya tarik tersendiri baik dari bentuknya yang unik maupun rasa manis khas yang muncul saat buahnya benar-benar matang.

Mengenal Ceplukan, Si Kecil yang Kaya Manfaat
Ceplukan (Physalis angulata) sering kali dianggap tanaman liar.

Namun siapa sangka, buah ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kaya akan antioksidan, vitamin C, dan senyawa anti inflamasi, ceplukan juga kerap dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk menurunkan tekanan darah, mengobati sariawan, hingga memperkuat daya tahan tubuh.

Namun, bagi banyak orang, daya tarik utama ceplukan bukan hanya karena manfaatnya. Melainkan, karena ia membawa pulang kenangan masa lalu tentang masa di mana bermain dan mencari ceplukan adalah bagian dari petualangan sehari-hari.

Ceplukan dan Kenangan yang Tak Tergantikan
Masih teringat bagaimana kita dulu menyibak rumput ilalang, berjalan tanpa alas kaki di pematang sawah, atau menelusuri pekarangan hanya demi menemukan satu-dua ceplukan yang sudah matang.

Saat kulit pembungkusnya mulai kering dan buahnya berwarna kuning keemasan, saat itulah ceplukan siap disantap.

Rasanya manis dengan sedikit sensasi asam yang khas, menjadikannya camilan alami yang tak tergantikan.

Ceplukan juga punya nilai kebersamaan. Tidak jarang anak-anak saling berlomba menemukan buah terbanyak, lalu duduk bersama di bawah pohon atau pinggir jalan, mengobrol sambil menikmati hasil buruan. Sederhana, namun penuh kehangatan.

Kembali Menemukan Ceplukan
Kini, di era serba instan, ceplukan mulai kembali dilirik.

Bahkan di beberapa pasar modern, ceplukan dijual dengan harga yang cukup tinggi karena kandungan gizinya dan kesan eksotis dari buah ini.

Namun bagi kita yang tumbuh bersama ceplukan, nilainya jauh lebih dari sekadar tren. Ia adalah simbol masa kecil yang alami dan penuh makna.

Mungkin sudah saatnya kita kembali menghidupkan ceplukan bukan hanya sebagai tanaman liar, tapi sebagai pengingat akan kesederhanaan yang pernah membuat kita bahagia.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#ceplukan #sawah #manfaat buah