Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fakta Unik Tentang Neuron Cermin: Sel Otak yang Bikin Kita Tersambung Secara Emosional

Aini Nihayatul Khusna • Jumat, 4 Juli 2025 | 23:00 WIB
Apa itu neuron cermin? Kenapa kita bisa ikut tersenyum, menangis, atau merasa gugup saat melihat orang lain mengalaminya? Kenali fungsi neuron cermin dalam membentuk empati dan hubungan sosial kita.
Apa itu neuron cermin? Kenapa kita bisa ikut tersenyum, menangis, atau merasa gugup saat melihat orang lain mengalaminya? Kenali fungsi neuron cermin dalam membentuk empati dan hubungan sosial kita.

TULUNGAGUNG- Pernahkah kamu merasa ikut terharu saat melihat seseorang menangis? Atau ikut tegang saat temanmu sedang grogi presentasi? Karena otak kita ada neuron cermin.  

Bahkan saat kamu menonton film dan melihat karakter tertawa, kamu ikut tersenyum, meski kamu tahu itu hanya adegan fiktif? Karena otak kita ada neuron cermin. 

Apa yang membuat kita bisa merasakan emosi orang lain begitu dalam, bahkan ketika tidak ada kata yang diucapkan? Karena di otak kita ada neuron cermin. 

Apa Itu Neuron Cermin?

Neuron cermin adalah jenis sel saraf di otak yang aktif bukan hanya saat kita melakukan suatu tindakan, tetapi juga saat kita melihat orang lain melakukannya.

Bayangkan ketika kamu melihat seseorang mengangkat gelas untuk minum.

Meski kamu tidak bergerak, otakmu diam-diam “ikut melakukannya”, neuron-neuron tertentu menyala seolah kamu sendiri yang mengangkat gelas itu.

Neuron ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan dari University of Parma, Italia, pada awal 1990-an. 

Saat meneliti aktivitas otak monyet, mereka menemukan bahwa neuron motorik yang aktif saat monyet mengambil pisang, juga aktif saat monyet hanya melihat peneliti mengambil pisang.

Penemuan ini menjadi titik awal dari revolusi besar dalam ilmu saraf sosial.

Neuron Cermin: Fondasi dari Empati Emosional

Lebih dari sekadar proses belajar melalui peniruan, fungsi neuron cermin ternyata jauh lebih dalam.

Ia bertanggung jawab atas kemampuan kita untuk berempati, yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Ketika kita melihat seseorang sedih, bahagia, gugup, atau malu itu artinya neuron cermin bekerja dengan cara memproyeksikan emosi itu ke dalam sistem saraf kita.

Itulah sebabnya kamu bisa ikut gugup saat temanmu tampil di depan umum, atau ikut tertawa hanya karena melihat orang lain tertawa.

Inilah dasar dari empati emosional, kemampuan otak untuk menciptakan koneksi emosional yang tidak membutuhkan kata-kata.

Menurut Dr. Marco Iacoboni, penulis buku Mirroring People, neuron cermin memungkinkan kita untuk memahami tindakan, niat, bahkan perasaan orang lain secara instan dan intuitif.

Koneksi Sosial yang Tercipta Diam-Diam

Tanpa kita sadari, neuron cermin bekerja sepanjang waktu.

Ia membentuk cara kita belajar, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan sesama.

Bahkan dalam hubungan sehari-hari dengan pasangan, teman, keluarga aktivitas neuron cermin membuat kita “tersambung” secara emosional.

Itulah mengapa:

• Anak-anak belajar dengan meniru orang tua

• Kita bisa memahami suasana hati orang lain hanya dari ekspresi wajahnya

• Tertawa dan menguap bisa menular

Penularan emosi seperti ini terjadi karena otak kita, secara biologis, dirancang untuk merespons emosi orang lain.

Semua itu berawal dari sistem mirror neurons manusia.

Fakta Menarik: Tidak Hanya Ada di Manusia

Meskipun paling berkembang pada manusia, neuron cermin juga ditemukan pada hewan sosial, seperti simpanse dan anjing.

Contohnya, anjing peliharaan yang menguap saat melihat pemiliknya menguap, atau simpanse yang merawat temannya yang terluka.

Aktivitas ini menunjukkan bahwa koneksi emosional antarspesies juga bisa terjadi berkat sistem sosial otak yang mirip.

Ketika Sistem Ini Terganggu, Maka Apa yang Terjadi? 

Peneliti juga menemukan bahwa gangguan pada neuron cermin mungkin berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti gangguan spektrum autisme. 

Anak-anak dengan autisme sering kali menunjukkan aktivitas neuron cermin yang lebih rendah, yang bisa menjelaskan kesulitan mereka dalam memahami emosi dan ekspresi sosial orang lain.

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Neuroscience (Dapretto et al., 2006) menunjukkan bahwa aktivasi neuron cermin yang rendah dapat memengaruhi kemampuan empatik.

Ini membuka peluang terapi untuk meningkatkan kemampuan sosial melalui pelatihan interaktif.

Neuron cermin bukan hanya sel otak

Ia adalah sistem luar biasa yang memungkinkan kita merasa, memahami, dan terhubung.

Tanpa neuron cermin, kita mungkin masih bisa berpikir, tapi kita akan kehilangan sesuatu yang lebih penting: kemampuan untuk menjadi manusia yang bisa merasakan orang lain.

Dari senyum yang menular, air mata yang ikut jatuh, hingga pelukan yang membuat lega semua itu adalah bentuk koneksi emosional yang dibangun secara diam-diam oleh neuron cermin di otak kita. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#otak #neuron cermin