TULUNGAGUNG – Generasi Z atau Gen Z dikenal sebagai generasi yang kreatif dan ekspresif. Belakangan ini, tren DIY (Do It Yourself) semakin digemari di kalangan remaja.
Tren DIY mulai dari membuat aksesoris, dekorasi kamar, hingga mendaur ulang pakaian bekas menjadi barang baru yang lebih menarik.
Tidak sedikit dari mereka yang menjadikan aktivitas tren DIY sebagai wadah mengekspresikan diri sekaligus mengisi waktu luang secara produktif.
“Kalau bikin sendiri itu rasanya lebih puas. Bisa disesuaikan dengan selera sendiri, dan hasilnya juga unik,” ujar Nanda Ayu, 17, pelajar asal Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Menurut dia, trend DIY bukan sekadar hobi, melainkan juga bisa menjadi peluang usaha.
Banyak remaja yang menjualkan hasil kerajinannya melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Dengan memanfaatkan barang bekas, mampu menciptakan produk penjualan tinggi.
Selain sebagai sarana berkreasi, tren DIY juga dianggap lebih ramah lingkungan. Remaja masa kini cenderung lebih sadar akan isu keberlanjutan.
Dengan memanfaatkan bahan bekas, bisa turut mengurangi limbah serta mengajak teman sebaya untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Banyak tutorial di internet yang gampang diikuti. Sekarang bikin apa saja bisa sendiri. Bahkan bisa jadi ide bisnis kecil-kecilan,” imbuhnya.
Tren ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya aktif di dunia digital, tapi juga memiliki keterkaitan besar dalam kegiatan yang melibatkan kreativitas dan kemandirian.
Melalui DIY dan tidak hanya mengekspresikan jati diri, tetapi juga mengembangkan potensi diri di tengah perkembangan zaman.(*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah