Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

13 Pekerjaan Rawan Selingkuh Menurut Psikolog, Warga Tulungagung Perlu Waspada

Rinto Wahyu Hidayat • Minggu, 20 Juli 2025 | 23:30 WIB
Zaman sekarang, cari gebetan nggak harus ribet di Tulungagung. Terpenting tahu cara tepat, tempat yang pas, dan pola pikir yang asik.
Zaman sekarang, cari gebetan nggak harus ribet di Tulungagung. Terpenting tahu cara tepat, tempat yang pas, dan pola pikir yang asik.

 

TULUNGAGUNG – Perselingkuhan sering kali menjadi isu sensitif dalam hubungan, namun siapa sangka, faktor pekerjaan ternyata turut berkontribusi terhadap risiko tersebut. 

Sebuah survei global yang dilakukan oleh RANT Casino mengungkapkan 13 pekerjaan yang dinilai paling rawan berselingkuh. 

Fakta ini menjadi perhatian tersendiri, termasuk bagi masyarakat Tulungagung yang tengah membina rumah tangga maupun menjalin hubungan serius.

Survei ini melibatkan 3.800 responden dewasa dari berbagai negara. 

Hasilnya cukup mengejutkan: sebanyak 1.644 orang atau hampir setengah dari total responden mengaku pernah melakukan perselingkuhan. 

Dari temuan itu, profesi sales atau tenaga penjualan menempati peringkat pertama dengan angka 14,5 persen.

Yang menarik, profesi yang selama ini lekat dengan citra positif seperti guru, pelatih, dan tenaga pendidikan justru berada di urutan kedua dengan angka 13,7 persen. 

Disusul kemudian oleh tenaga kesehatan sebesar 12,5 persen.

Berikut daftar lengkap profesi rawan selingkuh versi RANT Casino:

1. Sales (14,5%). 

2. Guru, Pelatih, dan Profesi Pendidikan (13,7%). 

3. Kesehatan (12,5%). 

4. Transportasi dan Logistik (9,8%). 

5. Manajemen Perhotelan dan Event (7,7%). 

6. Teknik dan Manufaktur (6,6%). 

7. Properti dan Konstruksi (5,5%). 

8. Akuntansi, Perbankan, dan Keuangan (5,4%). 

9. Teknologi dan Informasi (4,6%). 

10. Tentara (4%). 

11. Human Resources (HRD) (2,2%). 

12. Pekerja Amal dan Sukarela (1,9%). 

13. Rekreasi, Olahraga, dan Pariwisata (1,9%). 

Poin ke-12 menjadi salah satu yang paling mengejutkan. 

Pekerja amal dan sukarela, yang biasanya digambarkan memiliki empati tinggi dan dedikasi luar biasa terhadap kemanusiaan, ternyata tetap berpotensi tergoda untuk selingkuh.

Menurut psikolog, hal ini bukan semata-mata karena profesinya, melainkan lebih kepada faktor lingkungan sosial, tekanan emosional, dan kedekatan intens dengan rekan kerja atau komunitas. 

Dalam konteks masyarakat Tulungagung, penting untuk menjaga komunikasi yang sehat dalam hubungan, terutama jika salah satu pasangan memiliki profesi dengan intensitas interaksi sosial tinggi.

Sejumlah pakar psikologi menyebut bahwa perselingkuhan bukan semata-mata akibat profesi, melainkan lebih kepada kondisi psikologis, lemahnya komitmen, dan kurangnya komunikasi dalam hubungan. 

Maka dari itu, kunci utama untuk mencegahnya adalah keterbukaan dan saling percaya.

Di Tulungagung, di mana nilai-nilai kekeluargaan dan religiusitas masih dijunjung tinggi, edukasi tentang kesetiaan dalam hubungan menjadi penting untuk ditanamkan sejak dini. 

Baik melalui pendidikan formal maupun lewat diskusi komunitas keluarga dan keagamaan.

Data ini tidak untuk menghakimi profesi tertentu, namun menjadi pengingat bahwa risiko perselingkuhan bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. 

Warga Tulungagung pun patut menjadikan temuan ini sebagai refleksi penting untuk membina hubungan yang sehat, harmonis, dan saling mendukung di tengah kesibukan pekerjaan. (rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pemicu #selingkuh #pekerjaan