Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fakta di Balik Kopi Pahit: Benarkah Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

Argo Yanuar Pamudyo • Selasa, 22 Juli 2025 | 21:00 WIB

Kafein dapat merangsang sistem saraf pusat untuk bekerja lebih aktif. Ini berdampak langsung pada peningkatan metabolisme dan juga membantu proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak dalam tubuh
Kafein dapat merangsang sistem saraf pusat untuk bekerja lebih aktif. Ini berdampak langsung pada peningkatan metabolisme dan juga membantu proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak dalam tubuh

GAYA HIDUP - Bagi banyak orang, secangkir kopi di pagi hari adalah bagian tak terpisahkan dari rutinitas. Tapi siapa sangka, kebiasaan menyeruput kopi, terutama yang disajikan tanpa gula alias kopi pahit, ternyata punya potensi besar sebagai pendukung program diet alami.

Fenomena ini tak datang begitu saja. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kopi pahit dapat membantu mempercepat metabolisme tubuh, menekan nafsu makan, hingga mendukung pembakaran lemak.

Tak heran jika tren konsumsi kopi hitam kembali naik, terutama di kalangan anak muda yang sedang menjalani gaya hidup sehat.

Baca Juga: Rapat Harian Pagi Ala Bapak-Bapak Tulungagung di Warung Kopi Pinggir Jalan

Menurut dr Lita Nurhaliza SpGK, seorang dokter spesialis gizi klinik di Jakarta, kafein dalam kopi berperan dalam mempercepat pembakaran kalori.

Ia menjelaskan bahwa kafein mampu merangsang sistem saraf pusat untuk bekerja lebih aktif, yang berdampak pada peningkatan metabolisme tubuh serta membantu proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak.

Selain itu, dr Lita juga mengungkapkan bahwa mengonsumsi kopi hitam sebelum melakukan olahraga ringan dapat meningkatkan performa tubuh sekaligus mempercepat pembakaran lemak.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua jenis kopi memiliki manfaat yang sama. Manfaat yang dibahas merujuk pada kopi pahit tanpa tambahan gula maupun krimer, karena jenis ini nyaris tidak mengandung kalori dan cocok untuk mendukung diet rendah kalori.

Dr Lita menjelaskan bahwa kopi yang ditambahkan topping manis, susu, atau gula justru dapat meningkatkan asupan kalori harian secara signifikan.

Alih-alih membantu program diet, jenis kopi tersebut malah bisa menambah beban kalori dalam tubuh.

Meskipun memiliki berbagai manfaat, para ahli kesehatan menekankan bahwa kopi bukanlah solusi instan untuk menurunkan berat badan.

Mereka menegaskan bahwa keberhasilan diet tetap harus didukung oleh pola makan yang seimbang dan rutinitas olahraga yang konsisten, sementara kopi hanya berperan sebagai pendamping, bukan pengganti.

kopiBaca Juga: Tempat Nglembur Favorit Mahasiswa Tulungagung dari Warung Kopi sampai WiFi Corner

Selain itu, konsumsi kopi juga disarankan tidak melebihi 2 hingga 3 cangkir per hari. Asupan kafein yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping, seperti jantung berdebar, kesulitan tidur, hingga gangguan pencernaan, terutama bagi individu yang sensitif terhadap zat tersebut.

Bagi yang ingin mencoba memasukkan kopi pahit ke dalam rutinitas diet, waktu minum juga penting.

Baca Juga: Usaha Mandiri Paling Digemari di Tulungagung 2025: Dari Kopi Kekinian hingga Budidaya Ikan Cupang

Beberapa studi menyarankan agar kopi dikonsumsi 30–60 menit sebelum berolahraga untuk hasil optimal.

Hindari mengonsumsinya malam hari karena bisa mengganggu kualitas tidur—faktor penting dalam keberhasilan diet.

Dengan konsumsi yang bijak dan tanpa tambahan pemanis, kopi pahit bisa menjadi sahabat baru dalam perjalanan diet Anda.

Tetap konsultasikan dengan ahli gizi bila Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, dan ingat kopi hanyalah pelengkap. Diet sehat tetap butuh niat, disiplin, dan pola hidup seimbang.(*)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pahit #kopi #diet