TULUNGAGUNG - Di tengah hati yang patah, skripsi yang mandek, atau urusan kerjaan yang bikin kepala panas, banyak perempuan di Tulungagung memilih seblak sebagai pelarian emosional mereka.
Fenomena seblak di Tulungagung ini pun tidak bisa dianggap remeh. Seblak kini tidak hanya jadi makanan biasa, tapi sudah berubah menjadi simbol perjuangan batin kaum hawa saat sedang berada di titik nadir emosional mereka.
Kenapa Seblak Jadi Pilihan Saat Lagi Frustasi?
1. Rasa Pedas yang Meledak-ledak
Seblak memberi sensasi rasa yang ‘nendang’. Pedasnya kadang mewakili amarah, kecewa, dan semua emosi yang sedang berkecamuk.
2. Mudah Didapat
Mulai dari gerobakan pinggir jalan hingga restoran kekinian, seblak mudah ditemukan. Bahkan bisa dipesan lewat aplikasi online saat nangis di kamar.
3. Variasi Topping yang Bikin Puas
Mau kerupuk, ceker, makaroni, bakso, sosis, hingga keju semua bisa dicampur sesuai mood. Makan seblak curhat lewat topping.
4. Efek Psikologis
Makanan pedas bisa memicu hormon endorfin, alias hormon bahagia. Tak heran, setelah makan seblak, meski air mata keluar, hati terasa sedikit lega.
Tapi Hati-Hati, Ini Akibatnya Kalau Kebanyakan Seblak!
Walau menyenangkan, konsumsi seblak secara berlebihan apalagi saat sedang frustasi bisa menimbulkan beberapa akibat, seperti:
1. Gangguan Lambung
Kandungan cabai dan bumbu yang pedas bisa memicu asam lambung naik, terutama kalau dimakan saat perut kosong.
2. Sakit Tenggorokan
Terlalu banyak makanan pedas bisa menyebabkan iritasi di tenggorokan dan membuat suara serak.
3. Ketergantungan Emosional
Tanpa sadar, kamu bisa menggantungkan mood-mu pada makanan, yang bisa berdampak ke pola makan tidak sehat.
4. Dompet Menipis
Seblak kekinian kadang harganya bisa bikin kantong ikut nangis. Apalagi kalau jadi kebiasaan harian.
Boleh Seblakan, Tapi Jangan Jadi Pelarian Utama
Editor : Matlaul Ngainul Aziz