Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bruntusan di Wajah? Bisa Jadi Itu Milia! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Savina Ayu Wardani • Kamis, 14 Agustus 2025 | 01:00 WIB
Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di wajah, terutama di area sekitar mata, pipi, atau hidung.
Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di wajah, terutama di area sekitar mata, pipi, atau hidung.

TULUNGAGUNG - Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di wajah, terutama di area sekitar mata, pipi, atau hidung.

Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai jerawat, padahal milia memiliki karakteristik yang berbeda karena tidak disebabkan oleh infeksi bakteri atau peradangan kulit.

Milia terbentuk ketika protein alami kulit yang disebut keratin terperangkap di bawah lapisan kulit, sehingga membentuk benjolan kecil berukuran sekitar 1–2 milimeter.

Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tidak disertai kemerahan, dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Berbeda dengan jerawat yang sering disertai nanah atau peradangan, milia bersifat padat dan tidak dapat dikeluarkan hanya dengan dipencet.

Penyebab Munculnya Milia di Wajah

Milia dapat muncul karena berbagai faktor yang memengaruhi proses regenerasi kulit.

Penyebab paling umum adalah penumpukan keratin akibat regenerasi kulit yang tidak sempurna, sehingga keratin terjebak di lapisan kulit.

Selain itu, kerusakan kulit seperti luka bakar ringan, ruam, atau iritasi juga dapat memicu pembentukan milia.

Penggunaan produk perawatan kulit atau kosmetik yang terlalu berat dan kental dapat menyumbat pori-pori, sehingga mempermudah keratin terperangkap.

Paparan sinar matahari berlebihan juga berkontribusi karena dapat merusak lapisan kulit, memperlambat regenerasi, dan memicu milia.

Faktor usia turut berperan, karena seiring bertambahnya usia, proses pergantian sel kulit menjadi lebih lambat sehingga risiko milia meningkat.

Jenis-Jenis Milia

Milia terbagi menjadi dua jenis utama.

Pertama, milia primer yang terbentuk akibat terperangkapnya keratin secara alami tanpa adanya kerusakan kulit sebelumnya.

Jenis ini paling sering ditemukan pada bayi, namun juga bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Kedua, milia sekunder yang muncul setelah kulit mengalami cedera atau kerusakan, misalnya setelah luka bakar, penggunaan obat-obatan tertentu, atau menjalani prosedur kosmetik.

Pada milia sekunder, penumpukan keratin terjadi sebagai respons kulit terhadap proses penyembuhan.

Cara Mengatasi Milia

Milia pada bayi umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan tanpa perawatan khusus.

Namun, pada orang dewasa, milia bisa bertahan lebih lama dan memerlukan penanganan tertentu.

Salah satu cara yang efektif adalah melakukan ekstraksi milia oleh dokter kulit menggunakan jarum steril untuk mengeluarkan keratin secara aman.

Selain itu, eksfoliasi kulit secara lembut menggunakan produk yang mengandung AHA atau BHA dapat membantu mempercepat pengelupasan sel kulit mati dan mencegah keratin terperangkap.

Krim retinoid juga bermanfaat untuk memperbaiki tekstur kulit sekaligus mengurangi risiko munculnya milia baru.

Penting juga untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan tabir surya, karena sinar UV dapat memperburuk kondisi kulit dan memicu milia.

Cara Mencegah Milia

Pencegahan milia dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit secara teratur, termasuk membersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut.

Penggunaan produk wajah yang terlalu berat atau berminyak sebaiknya dihindari, karena dapat menyumbat pori-pori dan memicu penumpukan keratin.

Eksfoliasi kulit secara rutin, misalnya seminggu sekali, dapat membantu mengangkat sel kulit mati, namun harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan iritasi.

Selain itu, penggunaan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit akan membantu menjaga kelembapan tanpa membuat pori-pori tersumbat.

Milia di wajah adalah kondisi kulit yang umum dan tidak berbahaya, tetapi dapat mengganggu penampilan.

Memahami penyebab, jenis, serta cara mengatasi dan mencegahnya sangat penting agar kulit tetap sehat dan bersih.

Apabila milia tidak kunjung hilang atau jumlahnya semakin banyak, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.(*)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#milia #wajah #regenerasi kulit #jerawat #kosmetik