Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sering Rebahan Bisa Picu Penyakit, Ini Risiko Kesehatan yang Harus Diketahui

Resma Putri Anggraini • Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:01 WIB
Sering rebahan dapat menimbulkan risiko penyakit.
Sering rebahan dapat menimbulkan risiko penyakit.

RADAR TULUNGAGUNG- Rebahan memang jadi aktivitas favorit banyak orang, apalagi setelah seharian sibuk dengan pekerjaan atau kuliah.

Namun, tahukah kamu kalau terlalu sering rebahan justru bisa memicu berbagai masalah kesehatan?

Rebahan memang terlihat sepele, tapi jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa membawa dampak negatif pada tubuh.

Baca Juga: Terlalu Sering Main HP? Coba 7 Tips Ini Biar Hidupmu Lebih Produktif!

Rebahan yang awalnya terasa nyaman bisa berubah menjadi kebiasaan yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit.

Dalam dunia kesehatan, terlalu banyak duduk atau berbaring dikenal dengan istilah sedentary lifestyle yang artinya banyak diam atau kurang gerak.

Gaya hidup ini semakin banyak terjadi seiring dengan perkembangan teknologi, di mana orang lebih sering menghabiskan waktu di depan layar ponsel, laptop, atau televisi.

Kebiasaan ini membuat tubuh kurang bergerak, sehingga metabolisme melambat dan sirkulasi darah terganggu.

Berikut penyakit yang bisa dipicu akibat terlalu sering rebahan:

1. Obesitas dan Gangguan Metabolisme

Kurangnya aktivitas fisik membuat kalori dalam tubuh tidak terbakar maksimal.

Saat tubuh lebih banyak diam, seperti duduk atau rebahan dalam waktu lama, metabolisme otomatis melambat.

Akibatnya, kalori yang masuk dari makanan dan minuman tidak digunakan secara optimal, melainkan disimpan dalam bentuk lemak.

Lama-kelamaan, lemak menumpuk dan berisiko menyebabkan obesitas serta berbagai gangguan metabolisme lainnya.

2. Sakit Punggung dan Leher

Kebiasaan rebahan dengan posisi yang salah, seperti tiduran sambil memainkan ponsel atau menonton TV dalam waktu lama, bisa memberi tekanan berlebihan pada otot punggung, bahu, dan leher.

Rasa pegal atau nyeri mungkin terasa sepele di awal, namun bila berulang dan tidak diatasi, dapat berkembang menjadi masalah postur tubuh yang serius, seperti saraf terjepit atau kelainan tulang belakang.

Baca Juga: Warga Tulungagung Coba Bangun Jam 4 Pagi, Hidup Kamu Bisa Lebih Teratur dan Produktif, Ada 5 Manfaat Luar Biasa

Selain itu, posisi rebahan yang terlalu lama bisa membuat aliran darah ke otot tidak lancar.

Otot menjadi tegang dan kaku sehingga membuat tubuh cepat lelah.

Akibatnya, produktivitas menurun karena tubuh tidak nyaman untuk bergerak atau bekerja.

3. Penyakit Jantung

Minimnya pergerakan akibat rebahan berkepanjangan bisa berdampak buruk pada sistem kardiovaskular.

Saat tubuh jarang bergerak, sirkulasi darah melambat dan kadar kolesterol jahat (LDL) cenderung meningkat.

Sebaliknya, kolesterol baik (HDL) yang berfungsi membersihkan pembuluh darah justru menurun.

Kondisi ini memicu penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung koroner maupun stroke.

4. Gangguan Mental

Dampak rebahan terlalu lama bukan hanya pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental.

Ketika seseorang terbiasa bermalas-malasan, otak cenderung kurang terstimulasi.

Hal ini bisa menurunkan semangat, membuat seseorang malas melakukan aktivitas produktif, hingga memicu rasa bersalah atau tidak berguna.

Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup kurang gerak dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

Hal ini berkaitan dengan berkurangnya produksi hormon endorfin atau hormon bahagia yang biasanya dilepaskan saat tubuh aktif bergerak.

Akibatnya, suasana hati jadi lebih mudah murung, pikiran terasa berat, bahkan bisa berujung pada masalah mental yang lebih serius.

Rebahan memang menyenangkan, tapi jika dilakukan secara berlebihan justru bisa memicu berbagai penyakit serius.

Rebahan boleh, tapi tubuh juga harus aktif bergerak agar tetap sehat dan bugar.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bahaya rebahan #rebahan #obesitas #gaya hidup #kesehatan mental