TULUNGAGUNG - Kalau bicara soal gaya hidup anak muda Tulungagung, ada satu kebiasaan yang tidak pernah ketinggalan yakni nongkrong.
Dari pusat kota sampai pinggiran desa, hampir setiap malam selalu ada anak muda yang mencari tempat buat sekadar nongkrong untuk ngobrol, ngopi, atau melepas penat.
Menariknya, tempat nongkrong mereka terbagi jadi dua kubu cafe hits yang kekinian dan angkringan sederhana yang merakyat.
Nongkrong di Cafe Hits Estetik, Instagramable, dan Modern
Buat anak muda yang suka suasana estetik, cafe-cafe hits di Tulungagung jadi pilihan utama.
Interiornya instagramable, menunya beragam, mulai dari kopi manual brew sampai dessert kekinian.
Mereka datang bukan sekadar minum kopi, tapi juga mencari suasana nyaman, wifi kencang, dan spot foto keren buat update media sosial.
Biasanya, gaya nongkrong di cafe ini identik dengan laptop terbuka, obrolan serius, atau sekadar me time sambil menikmati musik akustik.
Nongkrong di Angkringan Murah Meriah, Hangat, dan Penuh Guyonan
Di sisi lain, ada anak muda yang lebih memilih duduk di tikar angkringan pinggir jalan.
Menunya sederhana nasi kucing, sate usus, tempe bacem, dan segelas wedang jahe.
Tapi suasananya? Hangat, akrab, dan penuh tawa.
Di angkringan, nongkrong bukan soal gaya, tapi lebih ke kebersamaan.
Obrolannya ngalor-ngidul, bisa soal bola, politik, sampai curhat ringan sebelum pulang.
Semua serba sederhana, tapi justru di situlah keistimewaannya.
Dua Dunia yang Sama-Sama Punya Cerita
Cafe hits dan angkringan sebenarnya punya benang merah yang sama jadi tempat berkumpul dan melepas penat.
Bedanya hanya di suasana, menu, dan tentu saja harga.
Anak muda Tulungagung bebas memilih sesuai selera, kadang malah bisa dua-duanya.
Siang nongkrong di cafe, malam lanjut di angkringan.
Di balik perbedaan itu, gaya nongkrong anak muda Tulungagung menunjukkan satu hal penting mereka punya cara sendiri untuk menikmati hidup.
Entah dengan secangkir kopi latte di cafe estetik, atau dengan nasi kucing dan teh panas di angkringan sederhana, keduanya tetap jadi bagian dari cerita khas anak muda Tulungagung.***
Editor : Vidya Sajar Fitri