TULUNGAGUNG - Belanja online kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan hanya beberapa sentuhan jari, seseorang bisa belanja online seperti membeli kebutuhan rumah tangga, pakaian, hingga barang-barang mewah tanpa harus keluar rumah.
Kemudahan dalam belanja online memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga memunculkan risiko yang cukup serius, yaitu adiksi atau kecanduan belanja online.
Jika tidak dikendalikan, kebiasaan belanja online dapat berdampak buruk pada kondisi keuangan maupun kesehatan mental.
Adiksi belanja online adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu mengendalikan keinginannya untuk terus berbelanja melalui platform daring.
Aktivitas ini bukan lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan, melainkan sudah berubah menjadi dorongan berlebihan yang dilakukan demi kesenangan sesaat.
Orang yang mengalami kecanduan biasanya akan merasa cemas, gelisah, atau bahkan tidak tenang jika tidak membuka aplikasi belanja dan melakukan transaksi.
Ada beberapa hal yang membuat seseorang rentan mengalami adiksi belanja online.
Kemudahan Akses
Aplikasi belanja tersedia selama 24 jam penuh dan dapat digunakan kapan saja, sehingga membuat orang lebih mudah tergoda.
Euforia yang Meningkat
Ketika mendapatkan diskon, flash sale, atau gratis ongkir. Hal ini memicu otak melepaskan dopamin yang menimbulkan perasaan puas seolah-olah mendapatkan hadiah.
Rasa Bosan dan Stress
Banyak orang menggunakan belanja online sebagai cara untuk mengurangi stress atau kebosanan, meskipun barang yang dibeli sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.
FOMO (Fear of Missing Out)
Faktor FOMO juga berperan besar, karena banyak orang takut ketinggalan tren atau promo menarik sehingga tergesa-gesa berbelanja secara impulsif.
Dampak Negatif Adiksi Online Shopping
Jika dibiarkan, kecanduan belanja online dapat menimbulkan berbagai dampak buruk.
Salah satunya adalah masalah keuangan, karena pengeluaran semakin besar akibat membeli barang-barang yang tidak diperlukan.
Selain itu, banyak orang merasa bersalah atau menyesal setelah melakukan pembelian impulsif, sehingga menimbulkan beban emosional.
Dalam jangka panjang, adiksi ini juga bisa menyebabkan stres, kecemasan, bahkan menurunkan rasa percaya diri.
Tidak jarang rumah menjadi penuh dengan barang yang jarang digunakan sehingga menimbulkan masalah baru berupa penumpukan dan pemborosan.
Cara Menghindari Adiksi Online Shopping
Untuk mencegah diri terjebak dalam perilaku konsumtif, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, buatlah anggaran belanja bulanan secara rinci dan disiplinlah dalam mengikutinya. Kedua, biasakan menunda pembelian setidaknya selama 24 jam.
Cara ini membantu menilai apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
Ketiga, bedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Fokuslah untuk membeli barang yang memang bermanfaat, bukan sekadar memuaskan dorongan belanja.
Adiksi belanja online merupakan masalah yang semakin sering terjadi di era digital.
Kemudahan teknologi memang memberi keuntungan, tetapi tanpa kendali justru bisa membawa dampak negative
Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, setiap orang bisa tetap menikmati belanja online tanpa harus terjebak dalam perilaku konsumtif.
Ingatlah bahwa belanja secukupnya membawa manfaat, sementara belanja berlebihan hanya akan menimbulkan kerugian.***
Editor : Vidya Sajar Fitri