TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu sebelum tidur membayangkan sebuah skenario tertentu?
Misalnya membayangkan bertemu idola, punya kehidupan ideal, atau berada di situasi yang menyenangkan?
Tenang, hal itu ternyata sangat wajar dan dialami banyak orang.
Aktivitas ini biasa disebut fake scenario atau berfantasi sebelum tidur.
Kenapa Orang Membuat Fake Skenario Sebelum Tidur?
-
Menenangkan Pikiran
Membayangkan hal-hal menyenangkan bisa membantu mengurangi stres dan menenangkan diri sebelum tidur. -
Sebagai Bentuk Hiburan
Tidak semua orang langsung bisa tidur. Fake skenario bisa jadi hiburan ringan untuk mengisi waktu. -
Meningkatkan Mood
Skenario yang positif bisa meningkatkan rasa bahagia sebelum tidur, sehingga kualitas tidur ikut membaik. -
Membantu Visualisasi Tujuan
Beberapa orang menggunakan skenario imajiner untuk membayangkan mimpi atau target mereka, mirip seperti teknik visualisasi.
Apakah Aman atau Justru Berbahaya?
-
Aman → Selama tidak berlebihan, membuat fake skenario adalah hal normal dan bisa membantu tidur lebih nyenyak.
-
Perlu Waspada → Jika fantasi terlalu intens sampai mengganggu kenyataan, membuat susah tidur, atau jadi pelarian utama dari masalah hidup, ada baiknya mulai diatur agar tidak berlebihan.
Tips Membuat Fake Skenario Tetap Sehat
-
Pilih skenario yang positif dan menenangkan.
-
Jangan gunakan sebagai pelarian terus-menerus dari masalah nyata.
-
Batasi waktunya agar tidak jadi insomnia.
-
Seimbangkan dengan kebiasaan tidur sehat lainnya, seperti meredupkan lampu dan menjauhkan gadget.
Membuat fake skenario sebelum tidur adalah hal yang wajar dan dialami banyak orang.
Selama tidak berlebihan, aktivitas ini bisa membantu pikiran lebih tenang, meningkatkan mood, hingga memperbaiki kualitas tidur.***
Editor : Vidya Sajar Fitri