TULUNGAGUNG - Banyak orang merasa sulit tidur karena overthinking atau pikiran yang justru aktif di malam hari.
Overthinking atau terlalu banyak berpikir sering kali muncul saat tubuh sudah siap istirahat.
Fenomena overthinking bukan sekadar kebiasaan, tetapi ada alasan psikologis dan biologis di baliknya.
1. Suasana Tenang, Pikiran Jadi Aktif
Di siang hari, kita sibuk dengan aktivitas.
Namun, saat malam tiba dan suasana hening, otak justru “punya ruang” untuk memutar ulang kejadian seharian.
2. Kecemasan dan Kekhawatiran
Masalah pekerjaan, sekolah, atau hubungan pribadi biasanya muncul di kepala saat mau tidur.
Inilah yang membuat rasa cemas meningkat.
3. Kebiasaan Otak
Jika sering overthinking sebelum tidur, otak bisa terbiasa aktif di waktu tersebut.
Lama-lama, hal ini jadi pola sulit diputus.
4. Stimulasi Sebelum Tidur
Bermain HP, scrolling media sosial, atau menonton drama bisa memicu otak tetap aktif, sehingga makin sulit tenang.
Overthinking saat tidur dapat menimbulkan berbagai dampak yang mengganggu kesehatan.
Pikiran yang terus berputar sering kali membuat seseorang sulit tidur atau terbangun berkali-kali di malam hari, sehingga memicu insomnia.
Kurangnya kualitas istirahat ini membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya karena tidak mendapatkan pemulihan yang optimal.
Selain itu, beban pikiran yang berlebihan juga dapat meningkatkan kadar stres, dan jika berlangsung terus-menerus, hal ini berpotensi menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Cara Mengatasi Overthinking sebelum Tidur
1. Tulis Pikiran di Jurnal
Catat hal-hal yang mengganggu pikiran agar otak merasa lega.
2. Lakukan Relaksasi
Coba pernapasan dalam, meditasi singkat, atau mendengarkan musik menenangkan.
3. Batasi Gadget Sebelum Tidur
Kurangi penggunaan HP setidaknya 30 menit sebelum tidur.
4. Buat Rutinitas Tidur
Misalnya membaca buku ringan, minum teh hangat, atau berdoa.
Rutinitas ini memberi sinyal pada tubuh untuk istirahat.***
Editor : Vidya Sajar Fitri