RADAR TULUNGAGUNG - Bagi banyak anak muda di Indonesia, khususnya Generasi Z, streetwear bukan lagi sekadar tren busana.
Lebih dari itu, gaya streetwear sudah jadi simbol ekspresi diri, identitas subkultur, hingga panggung kreativitas yang memadukan kenyamanan dan keberanian dalam berpenampilan.
Menariknya, streetwear punya akar yang cukup beragam. Ia lahir dari budaya hip-hop di New York pada akhir 1970-an, berpadu dengan gaya surfing di California, lalu berkembang hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di sini, tren ini makin unik karena dipadukan dengan sentuhan lokal, mulai dari hoodie grafis, celana cargo longgar, hingga brand lokal yang menghadirkan motif batik atau tenun ke dalam desain streetwear.
Baca Juga: Ingin Tampil Stylish? Ini 10 Aplikasi Fashion Terbaik yang Wajib Kamu Coba!
Dulu, streetwear erat kaitannya dengan elemen-elemen jalanan: skateboard, graffiti, hingga sneakers yang awet dipakai di medan ekstrem. Sekarang, gaya ini berkembang jadi identitas baru anak muda, khususnya Gen Z.
Oversized hoodie, sneakers chunky, bucket hat, hingga aksesoris unik tak lagi hanya dipakai untuk tampil keren, tapi juga sebagai cara mengekspresikan kepribadian. Lalu, apa sih yang bikin streetwear makin populer di kalangan Gen Z?
1. Nyaman tapi Tetap Gaya
Gen Z punya kecenderungan mencari busana yang nyaman tapi tetap stylish. Streetwear menawarkan pakaian longgar, sneakers fleksibel, dan padu-padan kreatif—mulai dari elemen retro, grafis, hingga custom patch yang bikin tampilan semakin personal.
2. Peduli Lingkungan & Konsumsi Berkelanjutan
Generasi ini juga makin sadar dampak negatif fast fashion terhadap lingkungan. Alhasil, tren thrifting atau membeli barang preloved dan upcycling makin diminati.
Bukan sekadar murah, tapi juga karena ada nilai cerita di balik setiap pakaian, sekaligus bentuk kepedulian terhadap bumi.
3. Nostalgia Era ’90-an & Pop Culture
Tak bisa dipungkiri, gaya tahun ’90-an hingga awal 2000-an alias Y2K kembali populer. Low-rise jeans, crop top, hingga aksesori neon yang dulu hits, kini kembali digemari.
Media sosial seperti TikTok dan influencer fashion juga ikut mempopulerkan gaya retro ini, membuat streetwear terasa segar sekaligus nostalgis.
Baca Juga: Intip Tren Fashion Terkece Masa Kini, Cocok Buat Jalan-jalan
Di Indonesia, streetwear berkembang dengan cita rasa khas. Brand lokal mulai menghadirkan desain yang memadukan motif tradisional seperti songket dan batik dengan gaya urban modern.
Selain itu, pasar thrift di kota besar seperti Jakarta dan Bandung makin ramai, jadi tempat berburu fashion unik sekaligus ramah kantong.
Streetwear juga bersifat inklusif. Banyak koleksi bersifat uniseks dan fleksibel untuk berbagai gender expression, membuat gaya ini diterima luas oleh anak muda dengan berbagai latar belakang.
Tantangan di Balik Popularitas
Meski streetwear membawa banyak nilai positif, ada beberapa tantangan yang patut diperhatikan.
- Konsumerisme berlebihan Tren yang cepat berubah kadang memicu perilaku belanja berlebihan, bertentangan dengan semangat keberlanjutan.
- Harga & aksesibilitas: Sneakers edisi terbatas atau barang thrift berkualitas sering kali berharga tinggi dan sulit didapat.
- Keaslian produk: Isu barang tiruan atau KW di pasar lokal juga jadi perhatian, karena bisa merusak kepercayaan konsumen pada brand asli.
Bagi Gen Z, streetwear bukan hanya tentang busana oversized atau sneakers trendy. Ia adalah cerita tentang kebebasan berekspresi, kreativitas, identitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Di era digital seperti sekarang, gaya ini jadi simbol perubahan nilai dan gaya hidup, membuat anak muda bisa tampil beda sekaligus bermakna. ****
Editor : Dharaka R. Perdana