TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, kebiasaan membawa bekal dari rumah bukan sekadar soal menghemat uang, tapi juga menjadi momen kecil yang penuh cerita.
Setiap pagi, anak-anak sekolah dan pekerja di Tulungagung tampak sibuk menyiapkan kotak makan mereka.
Ada yang rapih, ada pula yang tumpah-tumpah sedikit karena saking penuh dengan lauk favorit.
Bagi anak sekolah, membawa bekal sering jadi ajang “pamer rasa sayang orang tua.”
Ada yang membawa nasi goreng lengkap dengan telur dadar buatan sendiri, ada yang membawa sandwich sederhana tapi dihias lucu dengan potongan sosis berbentuk bintang atau wajah tersenyum.
Tak jarang teman-teman saling menukar sedikit bekal, sambil bercanda dan tertawa bersama, menjadikan jam makan siang lebih hangat dan berwarna.
Sementara itu, para pekerja pun punya cerita seru dengan bekal mereka.
Dari nasi hangat dengan sambal pedas hingga lauk sederhana seperti tempe goreng atau sayur asem, bekal sering jadi penyelamat saat kantin kantor ramai atau harga makanan mahal.
Bahkan, ada yang sampai membawa termos khusus sup agar tetap hangat sampai waktu makan.
Sesekali, rekan kerja bertukar tips bekal hemat tapi tetap enak, membuat rutinitas makan siang lebih menyenangkan.
Kebiasaan membawa bekal ini, meski sederhana, menciptakan ikatan dan kebersamaan.
Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kota, momen kecil seperti ini menghadirkan hangatnya rasa kekeluargaan dan nostalgia yang selalu membekas baik bagi anak-anak maupun orang dewasa di Tulungagung.***
Editor : Vidya Sajar Fitri