RADAR TULUNGAGUNG - Pernah merasa sulit fokus lebih dari lima menit saat belajar, membaca, atau bekerja? Kamu tidak sendirian.
Banyak anak muda zaman sekarang mengalami kesulitan untuk fokus pada satu hal, bahkan dalam aktivitas sederhana.
Fenomena ini bukan karena malas, tapi karena cara otak kita berubah akibat gaya hidup digital yang serba cepat.
Baca Juga: Tradisi Bawa Bekal di Tulungagung: Antara Hemat, Lucu, dan Penuh Kehangatan
1. Era Distraksi Digital
Smartphone, media sosial, dan notifikasi tanpa henti membuat otak terbiasa berpindah dari satu hal ke hal lain.
Setiap kali muncul notifikasi baru, otak kita mengeluarkan dopamin — hormon yang memicu rasa senang.
Akibatnya, otak terbiasa mencari rangsangan baru terus-menerus, membuat fokus menjadi hal yang sulit dilakukan.
2. Informasi Berlebihan = Overload
Anak muda masa kini hidup di tengah banjir informasi. Mulai dari berita, video pendek, hingga meme yang terus muncul setiap detik.
Menurut studi psikologi, otak manusia punya batas dalam memproses informasi. Ketika terlalu banyak data masuk, otak menjadi lelah dan kehilangan kemampuan untuk mempertahankan fokus jangka panjang.
Baca Juga: Satu Dekade Solidaritas Yakuza RX King, Ribuan Biker Banjiri Sirkuit Paraga Tulungagung
3. Multitasking yang Menipu
Banyak orang bangga bisa multitasking, padahal penelitian menunjukkan bahwa otak tidak bisa benar-benar fokus pada dua hal sekaligus.
Yang terjadi sebenarnya adalah switching task — otak berpindah cepat antar tugas. Ini justru menguras energi mental dan membuat hasil pekerjaan tidak maksimal.
4. Kurang Tidur dan Stres Digital
Kebiasaan begadang demi scroll media sosial atau bermain game juga berperan besar. Kurang tidur menurunkan konsentrasi dan daya ingat.
Ditambah lagi tekanan sosial di dunia maya membuat anak muda mengalami “stres digital” yang mengganggu kestabilan emosi dan fokus.
Cara Mengembalikan Fokus
Batasi waktu layar dengan digital detox sesekali.
Gunakan teknik “Pomodoro”: fokus 25 menit, istirahat 5 menit.
Matikan notifikasi saat belajar atau bekerja.
Tidur cukup dan jaga kesehatan mental.
Lakukan aktivitas yang melatih konsentrasi, seperti membaca atau meditasi.
Kesulitan fokus di kalangan anak muda bukan sekadar masalah disiplin, tapi hasil dari perubahan besar dalam pola hidup dan cara kerja otak di era digital.
Dengan kesadaran dan pengendalian diri, kita bisa melatih ulang otak untuk kembali fokus — karena produktivitas dan ketenangan pikiran berawal dari kemampuan untuk memperhatikan satu hal dengan penuh kesadaran. ****
Editor : Dharaka R. Perdana