Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Apa Itu Backburner? Mengenal Istilah Populer di Kalangan Gen Z tentang Hubungan yang Gantung dan Tak Jelas

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 12 Oktober 2025 | 04:49 WIB
Bukan prioritas, tapi juga nggak dilepas. Fenomena backburner jadi cerminan hubungan era digital yang serba abu-abu
Bukan prioritas, tapi juga nggak dilepas. Fenomena backburner jadi cerminan hubungan era digital yang serba abu-abu

TULUNGAGUNG - Di era digital, hubungan antar manusia semakin rumit. Banyak istilah baru bermunculan untuk menggambarkan dinamika asmara modern, salah satunya backburner.

Belakangan, istilah backburner kerap berseliweran di media sosial dan obrolan Gen Z.

Tapi, sebenarnya apa arti backburner dan kenapa istilah ini terasa begitu dekat dengan kehidupan mereka?

Baca Juga: Love Bombing: Ketika Cinta Jadi Serangan Emosional, Kenapa Gen Z Sering Mengalaminya?

Bukan Prioritas, Tapi Nggak Dilepas

Secara harfiah, backburner diambil dari istilah memasak yang berarti meletakkan sesuatu di kompor bagian belakang agar tetap hangat.

Dalam hubungan, istilah ini menggambarkan seseorang yang tidak dijadikan prioritas, tapi juga tidak benar-benar ditinggalkan.

Seseorang yang di-backburner biasanya masih dihubungi sesekali, di-like postingannya, atau dikasih perhatian kecil hanya agar hubungan tetap hidup walau tanpa arah yang jelas.

Singkatnya, mereka bukan pilihan utama, tapi juga belum disingkirkan dari daftar kemungkinan.

Baca Juga: Fenomena Gen Z Curhat ke AI karena Enggak Punya Someone to Talk, Ini Manfaat dan Dampak Negatifnya

Kenapa Gen Z Sering Melakukan Backburner?

Fenomena ini cukup erat dengan karakteristik hubungan anak muda masa kini. Berikut beberapa alasannya:

  1. Komunikasi yang Serba Instan
    Dengan media sosial, menjaga koneksi jadi semudah mengirim emoji atau like story.

    Gen Z bisa tetap “dekat” dengan banyak orang tanpa benar-benar menjalin hubungan nyata.

  2. Takut Kehilangan Tapi Belum Siap Komitmen
    Banyak anak muda enggan menutup kemungkinan dengan seseorang.

    Mereka takut kehilangan, tapi juga belum siap serius. Maka, pilihan aman adalah: disimpan saja di belakang.

  3. Budaya Hubungan Tanpa Label
    Fenomena situationship atau almost relationship bikin batas antara teman dan pasangan semakin kabur.

    Backburner pun jadi zona abu-abu yang nyaman, nggak sendirian, tapi juga nggak terikat.

Dampak Emosional di Balik Fenomena Backburner

Sekilas terlihat biasa, tapi praktik backburner bisa meninggalkan dampak emosional yang cukup dalam.

Bagi yang dijadikan backburner, hubungan terasa menggantung dan memicu rasa tidak cukup.

Baca Juga: Ciri-Ciri Avoidant Personality yang Sering Tak Disadari dan Cara Mengelola Rasa Takut Akan Penolakan

Sementara bagi pelakunya, terlalu banyak menjaga “cadangan” justru membuat sulit membangun hubungan yang tulus.

Backburner itu seperti api kecil yang terus menyala, tapi tidak pernah benar-benar jadi panas.

Lama-lama, baik pelaku maupun korban bisa kelelahan secara emosional.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Gen Z #Backburner #relationship