TULUNGAGUNG-Pernah merasa ingin kembali bermain Lego, menonton kartun Sabtu pagi, atau mengoleksi mainan seperti saat kecil dulu?
Ternyata, kamu tidak sendirian. Fenomena ini disebut Kidulting.
Semakin banyak orang dewasa melakukan Kidulting untuk menjaga kewarasan mental di tengah tekanan hidup yang semakin berat.
Baca Juga: Hilangkan Stres secara Alami, Ini Fakta Memancing Bisa Jaga Kesehatan Mental
Istilah Kidulting merupakan gabungan dari kata kid (anak-anak) dan adult (dewasa).
Merujuk pada aktivitas kekanak-kanakan yang dilakukan oleh orang dewasa secara sadar untuk mencari kesenangan, nostalgia, atau bahkan pengalihan dari stres.
Tren yang Meningkat di Kalangan Milenial dan Gen Z
Menurut laporan Google Trends dan beberapa studi perilaku konsumen, pencarian terkait “adult coloring books”, “action figure collections”, hingga “DIY mainan” meningkat signifikan sejak masa pandemi hingga sekarang.
Banyak yang mengaku menemukan ketenangan dan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana yang dulu mereka sukai saat kecil.
Psikolog klinis, dr Rani Maharani, mengatakan bahwa Kidulting adalah bentuk mekanisme coping yang valid dan sehat selama tidak mengganggu tanggung jawab utama seseorang.
“Kidulting bukan berarti kekanak-kanakan secara emosional. Ini justru bisa menjadi cara dewasa untuk mengatur emosi dan mengurangi stres tanpa membahayakan diri,” jelasnya.
Contoh Kidulting yang Populer:
• Mewarnai buku gambar dewasa (adult coloring books)
• Merakit Lego atau puzzle
• Mengoleksi mainan atau boneka vintage
• Menonton film kartun atau anime nostalgia
• Memainkan game retro
• Piknik sambil membawa mainan masa kecil
Baca Juga: Fenomena Gen Z Curhat ke AI karena Enggak Punya Someone to Talk, Ini Manfaat dan Dampak Negatifnya
Manfaat Psikologis Kidulting:
1. Mengurangi stres dan kecemasan
2. Meningkatkan kreativitas dan imajinasi
3. Memberi rasa nyaman dan nostalgia positif
4. Memperbaiki mood dan fokus
5. Menjadi bentuk self-care yang mudah diakses
Menurut penelitian dalam Journal of Positive Psychology, kegiatan yang memicu nostalgia masa kecil bisa memicu pelepasan dopamin, hormon yang berperan dalam perasaan bahagia.***
Editor : Vidya Sajar Fitri