TULUNGAGUNG - Banyak orang merasakan hal yang sama: baru beberapa halaman membaca buku tanpa warna dan gambar, mata langsung terasa berat, kepala mulai mengangguk, dan akhirnya tertidur.
Fenomena membaca ini bukan tanda malas belajar, tapi ada penjelasan ilmiahnya.
1. Otak Kehilangan Rangsangan Visual
Buku tanpa warna dan gambar membuat otak bekerja lebih keras untuk memproses teks.
Tidak adanya variasi visual menyebabkan otak kekurangan rangsangan, sehingga aktivitas otak menurun dan rasa kantuk muncul lebih cepat.
2. Aktivitas Membaca Bersifat Pasif
Membaca adalah kegiatan yang tenang dan minim gerak.
Saat tubuh terlalu rileks, detak jantung dan pernapasan ikut melambat, kondisi yang mirip dengan saat tubuh bersiap tidur.
Akibatnya, rasa kantuk jadi sulit dihindari.
Baca Juga: Kamar Kos Berantakan? Coba 7 Trik Jitu Ini Biar Kamarmu Nggak Lagi Mirip Gudang dan Lebih Rapi
3. Pencahayaan yang Kurang Tepat
Banyak orang membaca di ruangan dengan cahaya redup atau sinar lampu yang terlalu terang.
Pencahayaan yang tidak nyaman membuat mata cepat lelah dan memicu kantuk, apalagi saat membaca buku hitam-putih.
4. Posisi Tubuh Terlalu Nyaman
Membaca sambil rebahan atau duduk santai memang terasa nikmat, tapi posisi ini justru memberi sinyal ke otak bahwa tubuh sedang bersiap istirahat.
Tak heran, lima menit kemudian rasa kantuk datang tanpa permisi.
5. Kurangnya Keterlibatan Emosi
Buku dengan gambar atau warna biasanya lebih menarik perhatian dan menstimulasi emosi pembaca.
Sebaliknya, buku tanpa visual tambahan menuntut fokus tinggi tanpa banyak rangsangan emosional, membuat otak cepat jenuh dan mudah lelah.
Rasa kantuk saat membaca buku tanpa gambar bukan karena isi bukunya membosankan, melainkan karena otak dan tubuh kurang terstimulasi.
Solusinya sederhana: baca di tempat terang, duduk tegak, dan beri jeda setiap 15–20 menit agar otak tetap segar.***
Editor : Vidya Sajar Fitri