Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Budaya Thrifting di Indonesia: Tren Fashion Ramah Kantong dan Lingkungan

Iqbal Pangestu • Senin, 20 Oktober 2025 | 05:15 WIB

 

Budaya thrifting kian populer di kalangan Gen Z dan Milenial, menghadirkan tren belanja ramah kantong sekaligus ramah lingkungan. (cantika.com)
Budaya thrifting kian populer di kalangan Gen Z dan Milenial, menghadirkan tren belanja ramah kantong sekaligus ramah lingkungan. (cantika.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Budaya thrifting kini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda di Indonesia.

Aktivitas berburu pakaian, sepatu, atau aksesori bekas pakai dengan harga terjangkau ini semakin digandrungi karena menawarkan nilai lebih dari sekadar berhemat.

Di balik setiap lembar pakaian bekas, tersimpan cerita unik, nilai keberlanjutan, dan semangat kreativitas yang khas generasi muda masa kini.

Asal Mula dan Perkembangan Budaya Thrifting di Indonesia

Tren thrifting mulai tumbuh di Indonesia sejak awal 2000-an. Kala itu, pasar-pasar besar seperti Pasar Senen di Jakarta dan Pasar Gedebage di Bandung menjadi surga bagi pencinta fashion bekas impor.

Baca Juga: Ketika Gen Z Tergila-gila Tren Thrifting, Ternyata Ini Alasan Tersembunyi di Baliknya!

Barang-barang yang dijual di sana tidak hanya menarik karena harganya murah, tetapi juga karena keunikan dan kualitasnya yang masih terjaga.

Seiring berkembangnya teknologi, budaya thrifting pun bertransformasi. Kini, kegiatan berburu barang bekas tidak lagi terbatas di pasar loak, melainkan juga merambah ke platform digital dan media sosial.

Banyak anak muda membuka akun thrift shop online di Instagram, TikTok, dan marketplace, membuat budaya ini semakin mudah diakses siapa pun di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Dilema Thrifting : Antara Bisnis dan TPA Fashion Dunia

Mengapa Thrifting Digemari Generasi Muda?

Ada beberapa alasan mengapa budaya thrifting begitu digemari kalangan muda:

1. Harga Terjangkau

Barang thrift biasanya dijual jauh lebih murah dibandingkan produk baru di toko. Hal ini membuatnya cocok bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin tetap tampil modis tanpa menguras kantong.

2. Fashion Unik dan Vintage

Banyak item thrift yang tidak lagi diproduksi, menjadikannya langka dan eksklusif. Gaya vintage dan old school yang ditawarkan memberi nuansa berbeda bagi pemakainya.

3. Ramah Lingkungan

Dengan membeli barang bekas, secara tidak langsung pembeli ikut mengurangi limbah tekstil dan mendukung gerakan sustainable fashion yang kini menjadi perhatian dunia.

4. Gaya Hidup Alternatif

Thrifting bukan hanya soal pakaian, tetapi juga ekspresi diri. Bagi banyak anak muda, thrifting adalah cara menunjukkan kreativitas, kemandirian, dan sikap anti-mainstream terhadap budaya konsumtif.

Baca Juga: Tren Fashion 2025, Batik Brokat Kombinasi dengan Lengan Tiga Lapis Jadi Primadona Baru di Dunia Mode Tanah Air

Manfaat Budaya Thrifting bagi Masyarakat dan Lingkungan

Selain menguntungkan bagi individu, budaya thrifting juga memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

Banyak pedagang membuka usaha thrift sebagai bagian dari ekonomi kreatif, menciptakan lapangan kerja baru dan peluang bisnis di sektor digital.

Dari sisi lingkungan, thrifting membantu mengurangi dampak negatif fast fashion yang menyebabkan limbah tekstil berlebih di dunia.

Selain itu, tren ini juga mendorong munculnya kreativitas baru dalam dunia fashion, karena banyak pembeli mengkreasikan kembali pakaian thrift agar lebih sesuai dengan gaya pribadi mereka.

Tantangan dalam Budaya Thrifting

Namun, di balik pesonanya, thrifting juga memiliki tantangan. Pemerintah kerap memperdebatkan soal legalitas impor pakaian bekas karena dapat memengaruhi industri tekstil lokal.

Selain itu, kualitas dan kebersihan barang thrift kadang tidak terjamin, sehingga pembeli perlu lebih cermat sebelum bertransaksi.

Persaingan di dunia online thrift shop pun semakin ketat. Banyak penjual baru bermunculan, sehingga penting bagi pelaku usaha untuk menjaga keaslian produk, pelayanan, dan reputasi toko agar tetap dipercaya konsumen.

Tips Aman dan Cerdas Belanja Thrift

Agar pengalaman berbelanja barang bekas tetap aman dan menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

Pilih toko atau penjual yang memiliki ulasan positif dan terpercaya.

Periksa kondisi barang secara detail — cek jahitan, noda, atau kerusakan kecil.

Selalu cuci dan sterilkan pakaian sebelum digunakan.

Tetapkan anggaran belanja agar tidak tergoda membeli terlalu banyak. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#fashion #tren #Thrifting