RADAR TULUNGAGUNG - Seorang YouTuber produktif yang tengah menulis buku baru mengungkap rahasia produktivitas yang menurutnya jauh lebih sederhana daripada metode yang selama ini populer.
Dalam penjelasan berdurasi 11 menit, ia menyebut bahwa produktivitas bukan tentang aplikasi canggih, sistem kerja yang sempurna, atau disiplin ekstrem seperti yang sering digaungkan di media sosial.
Menurutnya, rahasia sebenarnya ada pada satu hal: mampu menikmati proses. Ketika seseorang menikmati aktivitas yang dilakukan, motivasi bukan lagi hambatan. “Kalau kita menikmati perjalanan, produktivitas mengurus dirinya sendiri,” ujar sang kreator.
Baca Juga: Pikiran Sering Down? Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya dengan Sehat
Produktivitas Bukan Soal Mengejar Target Semata
Di awal video, ia menegaskan bahwa banyak orang salah kaprah ketika membahas produktivitas. Mayoritas menganggap produktivitas adalah kemampuan menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu lebih singkat.
Padahal inti dari produktivitas justru adalah cara seseorang menemukan rasa senang dalam proses bekerja.
Ia mencontohkan aktivitas hiburan: menonton Netflix, bermain gim, atau berkumpul bersama teman. “Tidak ada orang yang bilang, ‘Aku butuh motivasi untuk nonton Netflix.’ Karena kita memang menikmatinya,” katanya.
Sebaliknya, aktivitas yang penting bagi masa depan—belajar, mengerjakan tugas, mengembangkan proyek sampingan—justru terasa berat karena manfaatnya tidak langsung dirasakan.
Karena itu, menurutnya, persoalan produktivitas bukan pada malas atau kurang disiplin, tetapi pada bagaimana seseorang bisa mengubah pekerjaan berat menjadi proses yang menyenangkan.
Baca Juga: Tumbler Bersih Total: Cara Ampuh Bersihkan Tumbler Sampai Bagian Dalam dan Tanpa Sisa Bau
Metode Muhammad Ali yang Tak Cocok untuk Semua Orang
Ia juga menyinggung apa yang ia sebut sebagai “Metode Muhammad Ali”, merujuk pada kutipan terkenal sang petinju legendaris yang mengatakan ia membenci setiap menit latihan tetapi bertahan demi kemenangan.
Meski metode itu berhasil di dunia atletik, ia menilai pendekatan “kerja sama dengan penderitaan” tidak cocok bagi semua orang.
Mayoritas orang tidak menargetkan menjadi yang terbaik di dunia atau memenangkan medali, melainkan ingin hidup seimbang sambil tetap berkembang.
“Itu sebabnya anggapan bahwa kerja harus sakit, harus menderita, justru membuat banyak orang semakin jauh dari produktivitas,” jelasnya.
Bukan Mencari Passion, Tetapi Belajar Menikmati Pekerjaan
Menurutnya, saran umum seperti “ikuti passion kamu” juga tidak realistis. Banyak orang tidak tahu apa passion mereka, sementara sebagian orang memiliki passion yang tidak dapat dijadikan pekerjaan tetap.
Karena itu ia menawarkan pendekatan kedua, yaitu belajar menikmati apa pun yang sedang dikerjakan. Cara ini lebih inklusif karena tidak bergantung pada latar belakang ekonomi, privilese, atau kesempatan tertentu.
Ia menjelaskan bahwa menikmati proses bisa dilakukan melalui berbagai strategi—mulai dari memodifikasi cara berpikir, mengubah lingkungan kerja, hingga membuat pekerjaan terasa seperti permainan.
Lima Teknik untuk Menikmati Proses Kerja
Dalam videonya, sang kreator memaparkan lima teknik yang menurutnya paling efektif meningkatkan produktivitas melalui kesenangan.
Baca Juga: Tubuh Dehidrasi di Cuaca Panas, Berikut 6 Buah Kaya Air yang Dapat Membantu Menjaga Cairan Tubuh
1. Mindset: Anggap Pekerjaan sebagai Aktivitas yang Menyenangkan
Ia menempelkan catatan kecil di monitor bertuliskan “This is going to be fun” sebagai pengingat bahwa pekerjaan tidak harus terasa berat. Baginya, mengubah sudut pandang dapat langsung meningkatkan mood bekerja.
2. Gamifikasi: Ubah Pekerjaan Menjadi Permainan
Ia membagikan pengalaman semasa kuliah kedokteran, ketika ia mengubah sesi belajar menjadi permainan dengan kode warna. Progres yang terlihat membuat proses belajar lebih menarik dan meningkatkan hasil akademik.
3. Kerja Bareng Teman
Menurutnya, bekerja bersama orang lain dapat menghilangkan rasa jenuh. Ia menceritakan bagaimana proyek penelitian dengan 2.000 data pasien bisa selesai hanya dalam satu malam setelah melibatkan lima teman.
4. Mendesain Lingkungan Kerja yang Nyaman
Ia menekankan pentingnya meja kerja yang rapi, estetis, dan sesuai selera. Musik latar dari playlist instrumental juga membuatnya betah dan lebih kreatif meski sedikit mengurangi fokus.
5. Menyiapkan Tools yang Membuat Kerja Lebih Nikmat
Mulai dari cangkir teh favorit, pencahayaan ruangan, hingga tata letak meja—semua memengaruhi kenyamanan dan produktivitas. ****
Editor : Dharaka R. Perdana