Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Film Animasi Jumbo Jadi Fenomena Perfilman Indonesia hingga Awal 2026

Dara Shauqy Hadiwijaya • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:36 WIB

Film animasi Jumbo (2025).
Film animasi Jumbo (2025).

JAKARTA - Film animasi Jumbo yang dirilis pada 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Karya sutradara Ryan Adriandhy bersama Visinema Studios ini terus mendapat pengakuan hingga Januari 2026 sebagai salah satu film animasi lokal terbaik, baik dari sisi cerita maupun kualitas visual.

Banyak penonton dan kritikus menilai Jumbo mampu menyamai standar animasi studio internasional seperti Pixar atau DreamWorks, sebuah pencapaian langka bagi industri animasi Indonesia.

Sinopsis Film Jumbo

Jumbo berlatar di Kampung Seruni pada era 2000-an dan mengisahkan Don, bocah laki-laki berusia 10 tahun dengan tubuh besar yang kerap menjadi korban perundungan. Don memiliki sebuah buku dongeng peninggalan orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Masalah bermula saat buku tersebut dicuri oleh Atta, sosok perundung di lingkungannya. Dalam pencarian buku itu, Don bertemu Meri, makhluk misterius dari dunia lain yang sedang mencari orang tuanya. Bersama sahabatnya, Nurman dan Mae, Don menjalani petualangan magis yang perlahan membangun keberanian dan kepercayaan dirinya.

 

Baca Juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan, Adaptasi Time Travel Paling Menyentuh di 2025

 

Kualitas Teknis dan Visual Film

Animasi 3D Digarap Bertahun-tahun

Jumbo menggunakan teknologi animasi 3D dengan detail visual yang kaya dan warna yang cerah. Proses produksinya memakan waktu sekitar lima tahun dan melibatkan lebih dari 420 animator lokal, menjadikannya salah satu proyek animasi terbesar di Indonesia.

Pengisi Suara dan Musik

Film ini diperkuat oleh deretan pengisi suara ternama, di antaranya Prince Poetiray sebagai Don dan Quinn Salman sebagai Meri. Ariel NOAH dan Bunga Citra Lestari turut mengisi suara orang tua Don, menambah kedalaman emosional cerita.

Untuk musik, soundtrack orisinal digarap oleh Maliq & D’Essentials dan Laleilmanino, yang dinilai berhasil memperkuat suasana emosional sepanjang film.

Pencapaian dan Respons Penonton

Sempat Jadi Film Terlaris

Hingga awal 2026, Jumbo sempat menyandang status film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan raihan 10.233.002 penonton, sebelum akhirnya rekornya dilampaui oleh Agak Laen: Menyala Pantiku pada 2 Januari 2026.

 

Baca Juga: Film Agak Laen 2 Pecahkan Rekor, Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa Januari 2026

 

Apresiasi Kritikus dan Prestasi Internasional

Film ini meraih rating 8,4 dari 10 di IMDb dan mendapat pujian atas narasi yang menyentuh serta relevan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Jumbo juga telah tayang di 17 negara dan dijadwalkan rilis di Korea Selatan pada 25 Februari 2026.

Di tingkat nasional, Jumbo memenangkan penghargaan Film Animasi Panjang Terbaik pada Festival Film Indonesia 2025.

Kelebihan dan Catatan Kritik

Kekuatan utama Jumbo terletak pada cerita tentang perundungan dan persahabatan yang mudah dipahami, kualitas visual kelas atas, serta akting pengisi suara yang natural.

Namun, sebagian orang tua mengkritik elemen fantasi berupa komunikasi dengan makhluk dari dunia lain yang dianggap kurang cocok untuk anak di bawah usia enam tahun.

Bagi penonton yang melewatkan penayangan di bioskop, film Jumbo kini sudah tersedia untuk ditonton di Netflix Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#film #2025 #jumbo #film indonesia #gaya hidup #hiburan #JUMBO 2025 #animasi