Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ustadz Adi Hidayat Ungkap 5 Keutamaan Nisfu Syaban, Persiapan Penting Menuju Ramadan yang Sering Dilupakan

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 2 Februari 2026 | 20:15 WIB
Ustadz Adi Hidayat mengungkap 5 keutamaan Nisfu Syaban sebagai masa persiapan penting menuju Ramadan.
Ustadz Adi Hidayat mengungkap 5 keutamaan Nisfu Syaban sebagai masa persiapan penting menuju Ramadan.

RADAR TULUNGAGUNG - Banyak dari kita yang begitu antusias menyambut bulan Rajab dengan peringatan Isra Mikraj, lalu seketika melompat pikirannya ke bulan Ramadan.

Di tengah antusiasme tersebut, ada satu bulan yang sering kali terlupakan, yakni Bulan Syaban. Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang sering dilalaikan manusia (yaghfulu nasu anhu).

Mengapa Syaban begitu istimewa? Dan apa "kurikulum" yang harus kita siapkan agar tidak kaget saat Ramadan tiba?

1. Syaban Sebagai Bulan Adaptasi (Manajemen Fisik)

Perintah puasa Ramadan sebenarnya turun di bulan Syaban pada tahun kedua Hijriah. Hal ini memberikan isyarat kuat bahwa Allah SWT ingin umat-Nya melakukan adaptasi sebelum benar-benar memasuki bulan puasa.

Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya latihan fisik. Jika selama 11 bulan kita jarang berpuasa sunah, maka Syaban adalah waktu yang tepat untuk memulai.

2. Membangun Kurikulum Intelektual

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan bulan peningkatan intelektual. Para ulama terdahulu sering menghasilkan karya-karya besar di bulan Ramadan.

Ustadz Adi Hidayat mengajak kita, khususnya para mahasiswa dan praktisi, untuk menyiapkan "bahan bacaan" dari sekarang.

 

4. Tarhib: Melapangkan Hati

Istilah Tarhib Ramadan berasal dari kata Rahaba yang berarti luas atau lapang. Melakukan tarhib berarti kita sedang menata hati agar menjadi "cawan yang luas".

Ketika hati kita lapang, kita akan siap menerima menu ibadah apa pun, baik itu tarawih yang panjang maupun puasa yang terik, dengan perasaan bahagia dan nyaman.

5. Ujung dari Segalanya: Takwa

Mengapa semua latihan di bulan Syaban dan Ramadan berujung pada Takwa? Karena Takwa adalah kunci solusi kehidupan:

Kesimpulan

Manfaatkan sisa hari di bulan Syaban ini minimal dengan satu kali amalan puasa atau mulai mencicil bacaan Al-Qur'an Anda.

Jadikan Syaban sebagai ajang pemanasan agar Anda bisa menjadi "alumni Ramadan" yang paripurna, kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan bersih secara spiritual. 

Baca Juga: Tahapan Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Lengkap dari Awal hingga Seleksi Akhir, Desil Jadi Penentu Utama Lolos Beasiswa

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
KeutamaanSyaban KajianIslam nisfusyaban MenujuRamadan ustadzadihidayat