Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nihilisme dan Pertanyaan Makna Hidup: Benarkah Hidup Tidak Memiliki Tujuan? Ini Penjelasan Para Filsuf

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:45 WIB

Nihilisme menjelaskan pandangan bahwa hidup tidak memiliki makna mutlak. Lalu bagaimana manusia menemukan tujuan hidup?(Pinterest)
Nihilisme menjelaskan pandangan bahwa hidup tidak memiliki makna mutlak. Lalu bagaimana manusia menemukan tujuan hidup?(Pinterest)

Radar Tulungagung - Pertanyaan tentang makna hidup sering muncul dalam benak manusia. Untuk apa manusia hidup, apa tujuan keberadaan di dunia, dan apakah semua yang dilakukan memiliki arti? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi dasar lahirnya berbagai pemikiran filosofis, salah satunya nihilisme.

Dalam pandangan nihilisme, hidup dianggap tidak memiliki tujuan atau makna mutlak. Filosofi ini menyatakan bahwa nilai moral, tujuan hidup, bahkan kepercayaan yang selama ini dipegang manusia sebenarnya hanyalah konstruksi yang dibuat oleh manusia sendiri.

Pemikiran tersebut sering muncul ketika seseorang mulai mempertanyakan alasan di balik kehidupan yang dijalaninya.

Pertanyaan Eksistensial tentang Tujuan Hidup

Banyak orang menjalani kehidupan dengan pola yang hampir sama. Mulai dari sekolah, bekerja, menikah, memiliki anak, menikmati masa pensiun, hingga akhirnya meninggal dunia.

Namun di balik rutinitas tersebut muncul pertanyaan mendasar: apakah semua proses itu memiliki makna yang lebih besar?

Sebagian orang percaya bahwa hidup memiliki tujuan spiritual atau religius. Dalam banyak ajaran agama, kehidupan di dunia dianggap sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan setelah kematian.

Sementara itu, ada pula yang menemukan makna hidup melalui hubungan dengan orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, dan pasangan.

Namun bagi penganut nihilisme, semua itu tidak memiliki makna objektif.

Nihilisme: Keyakinan Bahwa Hidup Tidak Memiliki Makna

Secara sederhana, nihilisme berasal dari kata Latin nihil yang berarti “tidak ada”. Filosofi ini menyatakan bahwa tidak ada nilai mutlak atau tujuan universal dalam kehidupan.

Dengan kata lain, semua hal yang dilakukan manusia baik maupun buruk pada akhirnya dianggap tidak memiliki arti yang benar-benar absolut.

Pemikiran ini sering dikaitkan dengan filsuf Jerman Friedrich Nietzsche. Meski demikian, Nietzsche sebenarnya lebih banyak mengkritik bahaya nihilisme daripada sepenuhnya mendukung pandangan tersebut.

Menurut Nietzsche, ketika nilai-nilai lama runtuh, manusia dapat mengalami kekosongan makna dalam hidup.

Mengapa Manusia Terjebak dalam Pemikiran Nihilistik?

Pemikiran nihilistik sering muncul ketika seseorang mulai mempertanyakan keyakinan yang selama ini dipercaya.

Saat manusia terus bertanya “mengapa”, mereka bisa sampai pada titik di mana tidak lagi menemukan jawaban yang memuaskan. Pada titik inilah muncul perasaan bahwa semua hal dalam hidup mungkin tidak memiliki arti.

Berbeda dengan manusia, makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan menjalani hidup tanpa mempertanyakan tujuan keberadaannya.

Manusia memiliki kemampuan berpikir yang lebih kompleks sehingga cenderung mencari penjelasan atas setiap aspek kehidupan.

Namun kemampuan berpikir tersebut juga dapat membawa manusia pada perasaan hampa atau kehilangan makna hidup.

Nihilisme Tidak Selalu Negatif

Meskipun sering dianggap pesimistis, nihilisme tidak selalu memiliki dampak negatif.

Sebagian pemikir berpendapat bahwa menyadari ketiadaan makna mutlak justru dapat memberikan kebebasan bagi manusia. Tanpa aturan nilai yang kaku, seseorang bisa menentukan sendiri bagaimana cara menjalani hidupnya.

Dalam pandangan ini, manusia memiliki kesempatan untuk menciptakan nilai dan tujuan hidup secara pribadi.

Dengan kata lain, meskipun dunia tidak menyediakan makna bawaan, manusia tetap bisa membangun arti hidupnya sendiri melalui pengalaman, hubungan sosial, dan pilihan yang diambil.

Perspektif Absurdism tentang Makna Hidup

Pemikiran serupa juga muncul dalam konsep absurdism yang dipopulerkan oleh filsuf Prancis Albert Camus.

Menurut Camus, terdapat kontradiksi antara keinginan manusia untuk menemukan makna hidup dengan kenyataan bahwa alam semesta tidak memberikan jawaban yang pasti.

Kontradiksi inilah yang disebut sebagai “absurd”.

Namun Camus tidak menyarankan manusia untuk menyerah pada keputusasaan. Sebaliknya, ia mendorong manusia untuk tetap menjalani hidup dengan kesadaran penuh bahwa kehidupan pada akhirnya akan berakhir.

Kesadaran tersebut justru dapat membuat seseorang lebih menghargai pengalaman hidup yang dimiliki.

Menciptakan Makna Hidup Sendiri

Banyak pemikir berpendapat bahwa menghadapi nihilisme bisa menjadi langkah awal untuk memahami kehidupan secara lebih mendalam.

Ketika seseorang menyadari bahwa tidak ada makna bawaan yang pasti, ia memiliki kebebasan untuk menentukan nilai hidupnya sendiri.

Dalam konteks ini, pengalaman hidup, hubungan dengan orang lain, serta keputusan yang diambil sehari-hari dapat menjadi sumber makna bagi individu.

Pertanyaan tentang tujuan hidup mungkin tidak pernah memiliki jawaban yang benar-benar pasti.

Namun bagi sebagian orang, justru proses mencari makna tersebut yang membuat kehidupan menjadi menarik untuk dijalani.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#makna hidup #Nihilisme #Tujuan Hidup #Filosofi Kehidupan