TULUNGAGUNG - Motivator sekaligus pengusaha sukses Merry Riana membagikan pandangan penting tentang cara membangun pola pikir wirausaha. Dalam sebuah materi motivasi, ia menekankan bahwa mindset entrepreneur Merry Riana berfokus pada dua hal utama, yakni kemampuan berpikir jauh ke depan (forward thinking) dan keberanian untuk bertindak (action oriented).
Menurut Merry, banyak orang ingin sukses tetapi masih terjebak pada kondisi saat ini. Padahal, seorang entrepreneur harus mampu melihat masa depan yang lebih besar dibandingkan realitas yang sedang dihadapi.
Ia menegaskan bahwa kehidupan hanya sekitar 10 persen dipengaruhi oleh apa yang terjadi pada seseorang. Sisanya, sekitar 90 persen ditentukan oleh bagaimana seseorang menyikapi keadaan tersebut.
“Kalau saya hanya fokus pada keadaan saya yang saat itu tidak punya apa-apa, saya tidak akan pernah berubah,” ujarnya.
Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung
Prinsip inilah yang menjadi dasar mindset entrepreneur Merry Riana, yakni keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik meskipun kondisi saat ini sangat terbatas.
Forward Thinking: Melihat Masa Depan dari Situasi Sekarang
Merry menjelaskan bahwa forward thinking adalah kemampuan melihat potensi masa depan dari kondisi yang ada saat ini. Seorang entrepreneur tidak hanya melihat kenyataan di depan mata, tetapi juga membayangkan peluang jangka panjang.
Ia mencontohkan kisah pengusaha properti legendaris Ciputra. Pada masa lalu, kawasan Ancol dikenal sebagai daerah rawa dan tempat pembuangan yang kumuh.
Namun di tangan Ciputra, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi kawasan wisata besar yang kini dikenal sebagai Taman Impian Jaya Ancol.
“Yang dilihat oleh mata dan yang dilihat oleh visi entrepreneur itu sangat berbeda,” jelas Merry.
Contoh lain adalah pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Awalnya kawasan tersebut hanya berupa tanah reklamasi biasa. Namun dengan visi jangka panjang, kawasan itu berkembang menjadi pusat bisnis dan wisata yang ramai dikunjungi.
Baca Juga: Resmi Pimpin PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh Siapkan Transformasi Parpol Modern
Menurut Merry, kemampuan melihat masa depan seperti inilah yang membedakan seorang entrepreneur dengan orang biasa.
Action Oriented: Jangan Hanya Berpikir
Selain forward thinking, Merry juga menekankan pentingnya sikap action oriented. Ia mengingatkan bahwa ide besar tidak akan berarti jika tidak diikuti tindakan nyata.
Saat masih berusia 20 tahun, Merry mengaku belum memiliki banyak pengalaman atau kemampuan. Namun ia menyadari bahwa untuk mewujudkan mimpi, seseorang harus bergerak.
Baca Juga: Haji Her Dermawan: Bagikan Rp93 Juta Lewat Ompreng MBG untuk 1.877 Siswa di Bangkalan Madura
“Kalau hanya duduk diam memikirkan solusi, kita hanya mengandalkan pikiran yang terbatas,” katanya.
Karena itu, ia memilih untuk aktif mencari kesempatan, bertemu banyak orang, serta belajar dari berbagai pengalaman.
Ia juga mengutip filosofi pengusaha legendaris Bob Sadino yang mengatakan bahwa jika ingin sukses, “otak harus di dengkul”.
Ungkapan tersebut menurut Merry berarti seseorang harus bergerak dan bertindak, bukan sekadar berpikir.
Berani Memilih Jalan Berbeda
Perjalanan karier Merry Riana dimulai setelah ia lulus sebagai sarjana teknik elektro pada tahun 2002. Berbeda dengan teman-temannya yang memilih bekerja di perusahaan besar, ia justru memilih terjun ke dunia bisnis.
Saat itu ia memulai usaha di bidang jasa keuangan, menjual berbagai produk seperti tabungan, deposito, asuransi, hingga investasi.
Namun perjalanan tersebut tidak mudah. Merry tidak memiliki modal, pengalaman bisnis, ataupun jaringan relasi.
Ia bahkan harus mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari membagikan brosur, menawarkan produk, hingga melayani pelanggan.
“Saya bukan chief executive officer, tapi chief everything officer,” ujarnya sambil mengenang masa awal berbisnis.
Jualan dari Telepon hingga Halte Bus
Karena tidak memiliki jaringan pelanggan, Merry memulai penjualan dari daftar buku telepon. Ia menghubungi satu per satu calon pelanggan untuk menawarkan produk keuangan.
Baca Juga: Sejarah Konflik Palestina: Dari Janji Tanah Suci hingga Lahirnya Zionisme dan Negara Israel
Metode tersebut ternyata tidak mudah. Banyak orang yang tidak merespons atau bahkan menolak.
Akhirnya ia mencoba cara lain dengan mendatangi langsung rumah calon pelanggan atau melakukan door knocking.
Tidak berhenti di situ, Merry juga mendatangi tempat-tempat ramai seperti halte bus untuk bertemu orang yang baru pulang kerja.
Di tempat itulah ia menawarkan produk keuangan kepada orang-orang yang belum pernah dikenalnya.
Baca Juga: Mengapa Nazi Membenci Yahudi? Sejarah Panjang Antisemitisme di Eropa Sebelum Era Hitler
Meski sering mendapat penolakan bahkan komentar sinis dari orang lain, Merry tetap bertahan menjalani proses tersebut.
Percaya pada Proses
Bagi Merry Riana, perjalanan sulit tersebut justru menjadi bagian penting dari proses menuju kesuksesan.
Ia menegaskan bahwa hidup memang tidak selalu mudah. Namun kesulitan tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah.
“Hidup memang tidak mudah, tapi jangan jadikan itu alasan untuk berhenti berjuang,” katanya.
Melalui pengalaman tersebut, ia mengajak generasi muda untuk membangun mindset entrepreneur Merry Riana, yaitu berani bermimpi besar, berpikir jauh ke depan, dan berani mengambil tindakan nyata.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh ide besar, tetapi juga oleh keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam menjalani proses.
Editor : Axsha Zazhika