TULUNGAGUNG - Banyak orang menganggap kesuksesan dan kekayaan sebagai tujuan utama hidup. Namun menurut motivator dan pengusaha Merry Riana, pandangan tersebut justru keliru. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan sebenarnya adalah cara menciptakan masterpiece dalam hidup, bukan sekadar mengejar status sukses atau kaya.
Menurutnya, hidup manusia yang relatif singkat seharusnya memiliki satu tujuan besar, yakni menciptakan karya terbaik atau masterpiece yang memberikan dampak bagi banyak orang.
“Sebagian besar orang menganggap sukses dan kaya sebagai objek yang harus dikejar. Padahal sukses itu sebenarnya subjek, sesuatu yang hidup dan akan datang kepada kita jika kita memberi manfaat,” jelasnya.
Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung
Pandangan tersebut menjadi dasar pemikiran tentang cara menciptakan masterpiece dalam kehidupan. Artinya, seseorang tidak perlu terlalu sibuk mengejar kesuksesan, melainkan fokus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Sukses Datang dari Dampak yang Diberikan
Merry menjelaskan bahwa kesuksesan bukanlah benda mati yang bisa dikejar secara langsung. Kesuksesan justru akan datang sebagai konsekuensi dari kontribusi seseorang terhadap banyak orang.
Semakin besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat, semakin besar pula peluang kesuksesan menghampiri.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menciptakan karya yang bermakna atau masterpiece dalam kehidupan.
“Tugas kita bukan mencari sukses. Tugas kita adalah menciptakan masterpiece yang memberi impact bagi orang lain,” katanya.
Jika seseorang mampu memberikan dampak besar, maka kesuksesan akan mengikuti dengan sendirinya.
Fokus pada Satu Bidang
Salah satu prinsip utama dalam cara menciptakan masterpiece adalah fokus pada satu bidang yang benar-benar ditekuni.
Baca Juga: Sejarah Konflik Palestina: Dari Janji Tanah Suci hingga Lahirnya Zionisme dan Negara Israel
Menurut Merry, banyak orang gagal mencapai potensi terbaiknya karena terlalu sering berpindah fokus.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh dunia yang berhasil karena konsisten menekuni satu bidang dalam waktu lama. Di antaranya Martin Luther King, Mother Teresa, Steve Jobs, hingga Cristiano Ronaldo.
Mereka dikenal sebagai tokoh yang fokus pada satu bidang hingga akhirnya mencapai level tertinggi di bidang tersebut.
“Kalau kita mengerjakan sesuatu selama satu tahun, kita akan terbiasa. Dua tahun kita bisa menjadi ahli. Tiga tahun menjadi pakar. Lima tahun bisa menjadi master,” ujarnya.
Dengan konsistensi tersebut, seseorang berpeluang menjadi yang terbaik di bidangnya.
Menjadi Nomor Satu di Lingkungan Terdekat
Merry juga memberikan saran sederhana bagi siapa pun yang ingin menciptakan masterpiece.
Jika tidak bisa menjadi yang terbaik di dunia, mulailah dari lingkungan yang lebih kecil.
Misalnya menjadi yang terbaik di tingkat negara, kota, bahkan lingkungan tempat tinggal.
“Kalau tidak bisa jadi nomor satu di dunia, jadilah nomor satu di Indonesia. Kalau tidak bisa di Indonesia, jadilah nomor satu di kota,” jelasnya.
Dengan langkah bertahap tersebut, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan mencapai prestasi besar.
Butuh Dukungan dan Kritik
Dalam proses menciptakan masterpiece, seseorang tidak hanya membutuhkan dukungan. Kritik juga memiliki peran penting.
Menurut Merry, ada dua jenis energi yang diperlukan dalam perjalanan menuju kesuksesan, yaitu dukungan dan kritik.
Dukungan membuat seseorang merasa dihargai dan termotivasi. Namun kritik dan bahkan kebencian dari orang lain justru dapat menjadi pemicu semangat untuk berkembang.
“Kalau hanya dipuji kita bisa besar kepala. Tapi kalau hanya dibenci kita juga bisa kehilangan semangat. Kita butuh keduanya,” katanya.
Kombinasi dua energi tersebut akan membantu seseorang terus memperbaiki diri.
Belajar dari Kesalahan
Selain itu, Merry menilai kesalahan merupakan bagian penting dari proses menuju kesuksesan.
Ia bahkan menyarankan agar seseorang tidak takut melakukan kesalahan saat mencoba hal baru.
Kesalahan yang terjadi di awal perjalanan justru menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki langkah ke depan.
“Buat kesalahan sebanyak mungkin sekarang, supaya kita bisa belajar dan berkembang,” ujarnya.
Dengan belajar dari kegagalan, seseorang akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan berikutnya.
Kenali Batas Diri
Merry juga mengingatkan pentingnya mengenali batas diri atau titik kritis dalam perjalanan hidup.
Menurutnya, tanda seseorang berada di batas tersebut biasanya muncul ketika ada dua pilihan yang sama kuat dalam pikiran.
Misalnya saat alarm pagi berbunyi dan seseorang harus memilih antara bangun atau menunda beberapa menit lagi.
Situasi sederhana itu menunjukkan bahwa seseorang sedang berada di titik keputusan penting.
“Ketika ada dua pilihan dalam pikiran, itu tanda bahwa kita sedang berdiri di perbatasan,” jelasnya.
Pada titik itulah seseorang harus menentukan pilihan yang akan membawanya lebih dekat pada tujuan hidup.
Kunci Menciptakan Masterpiece
Pada akhirnya, cara menciptakan masterpiece dalam hidup bukan hanya soal ambisi atau impian besar.
Fokus pada satu bidang, terus belajar dari kesalahan, serta memanfaatkan dukungan dan kritik adalah bagian penting dalam proses tersebut.
Dengan konsistensi dan keberanian menghadapi tantangan, setiap orang memiliki peluang untuk menciptakan karya terbaik dalam hidupnya.
Editor : Axsha Zazhika