Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Trading Forex: Kisah Rizki Aditama Bangkit dari Rugi Rp400 Juta, Kini Bangun Sekolah Trading Gratis untuk Trader Indonesia

Axsha Zazhika • Minggu, 15 Maret 2026 | 18:00 WIB
Trading Forex: Kisah Rizki Aditama Bangkit dari Rugi Rp400 Juta, Kini Bangun Sekolah Trading Gratis untuk Trader Indonesia
Trading Forex: Kisah Rizki Aditama Bangkit dari Rugi Rp400 Juta, Kini Bangun Sekolah Trading Gratis untuk Trader Indonesia

 

TULUNGAGUNG - Dunia trading forex sering dipenuhi kisah sukses yang terlihat instan. Namun, di balik kesuksesan banyak trader profesional, terdapat perjalanan panjang yang penuh kegagalan dan pembelajaran mahal. Hal itu juga dialami oleh trader sekaligus edukator forex, Rizki Aditama, yang pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah sebelum akhirnya berhasil membangun karier di industri trading.

Dalam sebuah podcast yang membahas perjalanan hidupnya, Rizki Aditama mengungkapkan bahwa ia telah mengenal trading forex sejak sekitar tahun 2012 saat masih kuliah di Surabaya. Awalnya, ia hanya mengenal trading sebagai side income setelah diperkenalkan oleh teman-temannya.

Namun saat itu, modal yang dimiliki masih sangat kecil sehingga ia hanya mencoba trading dengan nominal Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. “Waktu itu bahkan pernah dapat bonus trading gratis dari broker sekitar 30 dolar. Jadi benar-benar belajar dari kecil,” ungkapnya.Perjalanan tradingnya mulai berubah saat ia bekerja di Australia. Di negara tersebut, Rizki mulai memiliki penghasilan tetap yang memungkinkannya mencoba trading dengan modal lebih besar.

Baca Juga: Resmi Pimpin PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh Siapkan Transformasi Parpol Modern

Awal Trading Forex dan Kerugian Ratusan Juta

Rizki mengaku pernah menyetor modal sekitar Rp10 juta saat pertama kali serius menekuni trading forex. Namun, pengalaman awalnya tidak berjalan mulus.

Kala itu, ia mengikuti sinyal trading dari grup VIP yang sedang populer. Pada awalnya ia sempat meraih keuntungan kecil. Namun tak lama kemudian seluruh modal dan profit yang terkumpul justru habis akibat kerugian besar.

Kerugian terparah bahkan mencapai sekitar Rp400 juta. Uang tersebut bukan hanya berasal dari tabungannya sendiri, tetapi juga dari pinjaman bank dan kartu kredit.

Baca Juga: Haji Her Sultan Madura Gelar Acara Selawat dan Bagi-bagi Uang, Istana 3 Hektar Jadi Sorotan Publik

“Yang paling berat itu bukan karena rugi uangnya, tapi karena uang itu bukan hanya uang saya, ada uang istri juga. Saat itu saya harus jujur dan mengaku kepada istri,” katanya.

Respons sang istri justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Alih-alih marah, istrinya hanya mengatakan satu kalimat sederhana.

“Uang bisa dicari lagi. Ayo kita cari lagi,” kata Rizki menirukan ucapan istrinya.

Dukungan tersebut membuatnya bangkit dan mulai memperbaiki cara trading, terutama dari sisi manajemen risiko dan psikologi trading.

Baca Juga: Sejarah Bani Israil dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Sulaiman, Kisah Panjang Bangsa Yahudi yang Jarang Dibahas

Strategi Bangkit: Fokus Money Management

Setelah mengalami kerugian besar, Rizki mengubah total pendekatannya dalam trading forex. Ia mulai menekankan pentingnya manajemen risiko dan tidak lagi menggunakan uang pinjaman untuk trading.

Menurutnya, trading seharusnya menggunakan “uang dingin” atau dana yang memang siap untuk berisiko.

Ia juga menerapkan prinsip sederhana dalam manajemen risiko, yaitu membatasi kerugian sekitar 1 persen dari total modal dalam setiap transaksi.

Baca Juga: Viral Sumber Uang Haji Her Pengusaha Madura yang Bangun 1.000 Rumah Gratis di Pamekasan, Ternyata dari Bisnis Tembakau hingga Kuliner

Dengan strategi tersebut, Rizki perlahan mampu memperbaiki kondisi keuangannya. Ia tetap bekerja di Australia untuk mendapatkan penghasilan aktif, sementara hasil trading dijadikan tambahan penghasilan.

“Trading itu bukan soal cepat kaya. Yang penting konsisten dan tahu risiko sebelum entry,” jelasnya.

Pulang ke Indonesia dan Bangun Edukasi Trading

Setelah bekerja sekitar tujuh tahun di Australia, Rizki akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia. Keputusan tersebut sempat dianggap aneh oleh beberapa orang karena kariernya di luar negeri sudah cukup mapan.

Baca Juga: Profil Haji Her Sultan Madura yang Viral di DA7 Indosiar, Kirim Virtual Gift Hampir Rp2,5 Miliar hingga Bangun 1.000 Rumah untuk Warga

Namun Rizki memiliki visi lain. Ia ingin membangun edukasi trading forex yang lebih terbuka bagi masyarakat Indonesia.

Ia mulai aktif membuat konten edukasi di YouTube, termasuk melakukan live trading secara langsung. Hal ini membuatnya dikenal luas di kalangan trader pemula karena transparansi yang jarang dilakukan oleh trader lain.

Saat ini kanal YouTube miliknya telah memiliki ratusan ribu pengikut dan menjadi salah satu sumber belajar trading bagi pemula.

Baca Juga: Perdebatan Tuhan, Mesias, dan Kitab Suci: Dialog Islam–Yahudi Ungkap Perbedaan Besar Antara Yudaisme, Kristen, dan Islam

Membangun Legacy di Dunia Trading

Rizki mengaku tujuan utamanya saat ini bukan lagi sekadar mencari keuntungan dari trading. Ia ingin membangun ekosistem edukasi trading yang dapat membantu banyak orang.

Salah satu rencananya adalah membangun platform edukasi dan program funded trader yang memberikan modal trading kepada trader yang lolos evaluasi.

Dalam program tersebut, trader bisa mendapatkan modal hingga sekitar 5.000 dolar untuk trading dengan sistem bagi hasil.

Baca Juga: Rekomendasi HP Lebaran 2026: Kenapa HP Tahun 2025 Justru Lebih Worth It? Ini Alasannya dan Daftar Pilihannya

“Tujuan saya sebenarnya ingin membangun legacy. Kalau hanya trading sendiri, ketika saya berhenti atau meninggal, semuanya selesai. Tapi kalau membangun ekosistem, banyak orang bisa tetap berkembang,” katanya.

Ia juga berpesan kepada trader pemula agar selalu memikirkan risiko sebelum membuka posisi trading.

“Sesederhana ini saja: sebelum entry, pikirkan dulu kalau rugi berapa dan kalau untung berapa. Itu saja sudah bisa mengubah cara trading seseorang,” pungkasnya.

Editor : Axsha Zazhika
#Belajar trading forex #Manajemen risiko trading #kisah trader Indonesia #Rizki Aditama #trading forex