Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perjalanan Trader Forex dari Nol: Kisah Anak SMK yang Pernah Rugi Rp300 Juta hingga Bangkit Raih Profit Ratusan Juta

Axsha Zazhika • Minggu, 15 Maret 2026 | 18:10 WIB
Perjalanan Trader Forex dari Nol: Kisah Anak SMK yang Pernah Rugi Rp300 Juta hingga Bangkit Raih Profit Ratusan Juta
Perjalanan Trader Forex dari Nol: Kisah Anak SMK yang Pernah Rugi Rp300 Juta hingga Bangkit Raih Profit Ratusan Juta

 

TULUNGAGUNG - Perjalanan trader forex sering kali tidak semulus yang terlihat di media sosial. Di balik keuntungan besar yang dipamerkan banyak trader, terdapat proses panjang yang dipenuhi kegagalan, kerugian, hingga perjuangan belajar bertahun-tahun.

Hal tersebut tergambar dari perjalanan trader forex seorang pemuda asal Jawa Timur yang memulai kariernya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK). Ia mengaku memulai semuanya dari nol tanpa modal besar maupun latar belakang keluarga kaya.

Bahkan dalam perjalanan trader forex yang dijalaninya selama beberapa tahun, ia pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah sebelum akhirnya mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten dari pasar keuangan.

Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung

Awal Mula Berbisnis Sejak Usia 17 Tahun

Pemuda tersebut mulai bekerja dan berbisnis sejak usia 17 tahun saat masih duduk di kelas dua SMK. Jurusan yang ia ambil saat sekolah bukanlah bidang teknologi atau keuangan, melainkan teknik mesin dengan spesialisasi pengelasan.

Meski demikian, sejak muda ia sudah memiliki ketertarikan besar terhadap dunia bisnis. Ia melihat banyak peluang usaha yang bisa dijalankan tanpa harus bekerja sebagai karyawan tetap.

Usaha pertamanya adalah berjualan telepon genggam bekas dengan harga relatif murah. Pada periode 2018 hingga 2019, ia menjual berbagai tipe ponsel lama seperti Samsung J2 Prime dengan harga sekitar Rp300 ribu.

Baca Juga: Rekomendasi HP Lebaran 2026: Kenapa HP Tahun 2025 Justru Lebih Worth It? Ini Alasannya dan Daftar Pilihannya

Keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi memang tidak besar, hanya sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Sistem penjualan yang digunakan saat itu adalah cash on delivery (COD) melalui platform media sosial.

Namun usaha tersebut hanya bertahan sekitar lima bulan karena modal yang terkumpul akhirnya digunakan untuk kebutuhan lain.

Berjualan Sparepart hingga Menjadi Makelar

Setelah bisnis ponsel berhenti, ia mencoba usaha lain dengan menjual sparepart motor. Kesempatan ini muncul karena ia aktif dalam komunitas motor sehingga memahami kebutuhan anggotanya.

Baca Juga: Haji Her Sultan Madura Gelar Acara Selawat dan Bagi-bagi Uang, Istana 3 Hektar Jadi Sorotan Publik

Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai makelar atau perantara penjualan barang milik orang lain. Sistem ini membuatnya bisa mendapatkan komisi tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Di sisi lain, ia juga membantu bisnis keluarga yang bergerak di bidang pertanian. Orang tuanya menjual benih tanaman seperti cabai, terong, dan pepaya yang kemudian dipasarkan ke berbagai toko.

Meski keuntungan dari bisnis tersebut tidak terlalu besar, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami cara mencari peluang usaha.

Baca Juga: Profil Haji Her Sultan Madura yang Viral di DA7 Indosiar, Kirim Virtual Gift Hampir Rp2,5 Miliar hingga Bangun 1.000 Rumah untuk Warga

Mengenal Dunia Trading dari YouTube

Perjalanan baru dimulai pada 2020 ketika ia mulai mengenal dunia trading melalui YouTube. Saat itu ia melihat konten tentang peluang menghasilkan uang dari rumah menggunakan internet.

Awalnya ia mencoba platform binary option karena tertarik dengan konsep trading jangka pendek. Namun setelah mempelajarinya selama beberapa bulan, ia menyadari bahwa sistem tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi.

Menurutnya, rasio keuntungan dan kerugian di binary option tidak seimbang sehingga membuat trader sulit memperoleh profit dalam jangka panjang.

Setelah meninggalkan binary option, ia mulai mempelajari trading cryptocurrency dan forex secara bersamaan.

Baca Juga: Perdebatan Tuhan, Mesias, dan Kitab Suci: Dialog Islam–Yahudi Ungkap Perbedaan Besar Antara Yudaisme, Kristen, dan Islam

Kehilangan Modal Puluhan Juta Rupiah

Pada awalnya ia fokus melakukan trading crypto di pasar spot. Dari aktivitas tersebut ia sempat memperoleh keuntungan harian hingga ratusan ribu rupiah.

Namun ketika mencoba trading futures pada 2021, seluruh modal yang dimiliki justru habis. Saat itu ia mengaku memiliki sekitar Rp25 juta yang kemudian hilang akibat kesalahan manajemen risiko.

Kerugian tersebut membuatnya kembali ke titik nol. Ia pun kembali bekerja dan menjalankan usaha kecil untuk mengumpulkan modal baru.

Dalam tiga tahun menjalani trading, total kerugian yang pernah dialaminya bahkan mencapai sekitar Rp300 juta.

Baca Juga: Sejarah Yahudi dari Keturunan Nabi Yakub hingga Lahirnya Agama Yahudi, Benarkah Awalnya Hanya Sebuah Suku?

Titik Balik Menjadi Trader Profit

Setelah mengalami berbagai kegagalan, ia akhirnya mulai memperbaiki strategi trading dan lebih berhati-hati dalam mengelola risiko.

Dengan modal sekitar 300 dolar AS, ia kembali mencoba trading secara disiplin. Perlahan-lahan hasilnya mulai terlihat.

Pada usia 19 tahun, ia berhasil mengumpulkan keuntungan hingga sekitar Rp100 juta dari kombinasi trading forex dan cryptocurrency.

Baca Juga: Benarkah Allah Yahudi dan Islam Sama? Diskusi Panjang Ungkap Perbedaan Besar dengan Kristen soal Konsep Tuhan

Meski demikian, keuntungan tersebut tidak didapatkan secara instan. Ia mengaku membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan profit sekitar Rp10 juta per bulan.

Pentingnya Mentor dalam Trading

Salah satu pelajaran penting dari perjalanan tersebut adalah pentingnya memiliki mentor. Ia mengaku pada awalnya belajar trading secara otodidak melalui internet.

Namun setelah mendapatkan mentor yang lebih berpengalaman, perkembangan performa tradingnya meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Kenapa Israel Sangat Menginginkan Palestina? Ceramah Ustaz Abdul Somad Ungkap Keyakinan Zionis, Mesiah hingga Al-Masih Dajjal

Menurutnya, mentor dapat membantu mempercepat proses belajar dengan memberikan arahan yang tepat dalam analisis teknikal, fundamental, maupun manajemen risiko.

Kunci Menjadi Trader Profit

Ia menilai kunci utama menjadi trader yang profit bukan hanya strategi, tetapi juga pengelolaan modal.

Trader disarankan menggunakan “uang dingin” atau dana yang siap menanggung risiko. Selain itu, jumlah dana yang digunakan untuk trading sebaiknya tidak terlalu besar dibandingkan total aset yang dimiliki.

Baca Juga: Perbedaan Islam Sunni dan Syiah yang Sering Diperdebatkan: Dari Rukun Iman, Syahadat hingga Konsep Kepemimpinan

Selain manajemen risiko, faktor fokus dan disiplin juga sangat menentukan keberhasilan dalam trading.

“Di market pasti ada fase profit dan kerugian. Bahkan trader profesional juga pernah mengalami margin call. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola risiko dan belajar dari kesalahan,” ujarnya.

Editor : Axsha Zazhika
#Belajar trading forex #Manajemen risiko trading #kisah trader sukses #perjalanan trader forex #pengalaman trading crypto