TULUNGAGUNG - Perjalanan trader forex sering kali tidak semulus yang terlihat di media sosial. Di balik keuntungan besar yang dipamerkan banyak trader, terdapat proses panjang yang dipenuhi kegagalan, kerugian, hingga perjuangan belajar bertahun-tahun.
Hal tersebut tergambar dari perjalanan trader forex seorang pemuda asal Jawa Timur yang memulai kariernya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK). Ia mengaku memulai semuanya dari nol tanpa modal besar maupun latar belakang keluarga kaya.
Bahkan dalam perjalanan trader forex yang dijalaninya selama beberapa tahun, ia pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah sebelum akhirnya mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten dari pasar keuangan.
Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung
Awal Mula Berbisnis Sejak Usia 17 Tahun
Pemuda tersebut mulai bekerja dan berbisnis sejak usia 17 tahun saat masih duduk di kelas dua SMK. Jurusan yang ia ambil saat sekolah bukanlah bidang teknologi atau keuangan, melainkan teknik mesin dengan spesialisasi pengelasan.
Meski demikian, sejak muda ia sudah memiliki ketertarikan besar terhadap dunia bisnis. Ia melihat banyak peluang usaha yang bisa dijalankan tanpa harus bekerja sebagai karyawan tetap.
Usaha pertamanya adalah berjualan telepon genggam bekas dengan harga relatif murah. Pada periode 2018 hingga 2019, ia menjual berbagai tipe ponsel lama seperti Samsung J2 Prime dengan harga sekitar Rp300 ribu.
Keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi memang tidak besar, hanya sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Sistem penjualan yang digunakan saat itu adalah cash on delivery (COD) melalui platform media sosial.
Namun usaha tersebut hanya bertahan sekitar lima bulan karena modal yang terkumpul akhirnya digunakan untuk kebutuhan lain.
Berjualan Sparepart hingga Menjadi Makelar
Setelah bisnis ponsel berhenti, ia mencoba usaha lain dengan menjual sparepart motor. Kesempatan ini muncul karena ia aktif dalam komunitas motor sehingga memahami kebutuhan anggotanya.
Baca Juga: Haji Her Sultan Madura Gelar Acara Selawat dan Bagi-bagi Uang, Istana 3 Hektar Jadi Sorotan Publik
Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai makelar atau perantara penjualan barang milik orang lain. Sistem ini membuatnya bisa mendapatkan komisi tanpa harus mengeluarkan modal besar.
Di sisi lain, ia juga membantu bisnis keluarga yang bergerak di bidang pertanian. Orang tuanya menjual benih tanaman seperti cabai, terong, dan pepaya yang kemudian dipasarkan ke berbagai toko.
Meski keuntungan dari bisnis tersebut tidak terlalu besar, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami cara mencari peluang usaha.
Mengenal Dunia Trading dari YouTube
Perjalanan baru dimulai pada 2020 ketika ia mulai mengenal dunia trading melalui YouTube. Saat itu ia melihat konten tentang peluang menghasilkan uang dari rumah menggunakan internet.
Awalnya ia mencoba platform binary option karena tertarik dengan konsep trading jangka pendek. Namun setelah mempelajarinya selama beberapa bulan, ia menyadari bahwa sistem tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi.
Menurutnya, rasio keuntungan dan kerugian di binary option tidak seimbang sehingga membuat trader sulit memperoleh profit dalam jangka panjang.
Setelah meninggalkan binary option, ia mulai mempelajari trading cryptocurrency dan forex secara bersamaan.
Kehilangan Modal Puluhan Juta Rupiah
Pada awalnya ia fokus melakukan trading crypto di pasar spot. Dari aktivitas tersebut ia sempat memperoleh keuntungan harian hingga ratusan ribu rupiah.
Namun ketika mencoba trading futures pada 2021, seluruh modal yang dimiliki justru habis. Saat itu ia mengaku memiliki sekitar Rp25 juta yang kemudian hilang akibat kesalahan manajemen risiko.
Kerugian tersebut membuatnya kembali ke titik nol. Ia pun kembali bekerja dan menjalankan usaha kecil untuk mengumpulkan modal baru.
Dalam tiga tahun menjalani trading, total kerugian yang pernah dialaminya bahkan mencapai sekitar Rp300 juta.
Titik Balik Menjadi Trader Profit
Setelah mengalami berbagai kegagalan, ia akhirnya mulai memperbaiki strategi trading dan lebih berhati-hati dalam mengelola risiko.
Dengan modal sekitar 300 dolar AS, ia kembali mencoba trading secara disiplin. Perlahan-lahan hasilnya mulai terlihat.
Pada usia 19 tahun, ia berhasil mengumpulkan keuntungan hingga sekitar Rp100 juta dari kombinasi trading forex dan cryptocurrency.
Meski demikian, keuntungan tersebut tidak didapatkan secara instan. Ia mengaku membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan profit sekitar Rp10 juta per bulan.
Pentingnya Mentor dalam Trading
Salah satu pelajaran penting dari perjalanan tersebut adalah pentingnya memiliki mentor. Ia mengaku pada awalnya belajar trading secara otodidak melalui internet.
Namun setelah mendapatkan mentor yang lebih berpengalaman, perkembangan performa tradingnya meningkat secara signifikan.
Menurutnya, mentor dapat membantu mempercepat proses belajar dengan memberikan arahan yang tepat dalam analisis teknikal, fundamental, maupun manajemen risiko.
Kunci Menjadi Trader Profit
Ia menilai kunci utama menjadi trader yang profit bukan hanya strategi, tetapi juga pengelolaan modal.
Trader disarankan menggunakan “uang dingin” atau dana yang siap menanggung risiko. Selain itu, jumlah dana yang digunakan untuk trading sebaiknya tidak terlalu besar dibandingkan total aset yang dimiliki.
Selain manajemen risiko, faktor fokus dan disiplin juga sangat menentukan keberhasilan dalam trading.
“Di market pasti ada fase profit dan kerugian. Bahkan trader profesional juga pernah mengalami margin call. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola risiko dan belajar dari kesalahan,” ujarnya.
Editor : Axsha Zazhika