RADAR TULUNGAGUNG - BYD Sealion 7 menjadi salah satu mobil listrik paling mencuri perhatian di Indonesia.
Dengan tenaga besar dan desain premium, BYD Sealion 7 digadang-gadang sebagai SUV listrik terbaik di kelasnya.
Namun, di balik keunggulannya, ada beberapa kekurangan yang patut diperhatikan.
BYD Sealion 7 hadir dengan kombinasi desain mewah dan performa tinggi.
Tak heran jika mobil ini berhasil meraih penghargaan sebagai kendaraan listrik bergengsi tahun 2025. Namun, apakah mobil ini benar-benar sempurna ?
Dari sisi tampilan, BYD Sealion 7 memang sulit untuk diabaikan. Desainnya modern dengan gaya SUV coupe yang sporty.
Lekukan bodi yang tegas serta penggunaan elemen aerodinamis membuatnya tampil beda dibanding rival di kelasnya.
Performa Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan paling mencolok dari BYD Sealion 7 adalah performanya.
Varian AWD dibekali dua motor listrik dengan tenaga mencapai 523 dk dan torsi 690 Nm.
Akselerasinya sangat impresif. Dari 0 ke 100 km/jam hanya membutuhkan sekitar 4,2 detik. Angka ini bahkan menyamai beberapa mobil sport konvensional.
Namun, tenaga besar ini juga menjadi pedang bermata dua. Untuk pengemudi yang belum terbiasa, akselerasi instan bisa terasa terlalu agresif dan berpotensi berbahaya.
Konsumsi Energi Tergolong Biasa
Meski bertenaga besar, efisiensi BYD Sealion 7 tergolong standar. Konsumsi listrik berada di kisaran 6,2 hingga 6,8 km/kWh. Artinya, mobil ini bukan yang paling hemat di kelasnya.
Namun, hal ini tertutupi oleh kapasitas baterai besar 82,56 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 542 km.
Interior Canggih, Tapi Terlalu Bergantung Layar
Masuk ke dalam kabin, BYD Sealion 7 menawarkan pengalaman modern dengan berbagai fitur digital. Sayangnya, hampir semua pengaturan terpusat di layar utama.
Hal ini bisa menjadi distraksi saat berkendara. Pengemudi harus berhenti sejenak untuk mengatur fitur tertentu, yang tentu kurang praktis dibanding tombol fisik.
Handling Kurang Tajam
Dari sisi kenyamanan, suspensi BYD Sealion 7 tergolong empuk dan nyaman untuk penggunaan harian.
Namun, bagi pengemudi yang menginginkan handling tajam, mobil ini terasa kurang responsif.
Setir juga tidak memberikan feedback yang kuat, terutama dalam mode default.
Meski bisa diatur, sensasi berkendara masih kalah dibanding beberapa kompetitor premium.
Bagasi Luas, Tapi Ada Kompromi
Sebagai SUV, BYD Sealion 7 memiliki bagasi luas. Namun, desain atap melandai membuat ruang vertikal sedikit terbatas.
Ini menjadi kompromi dari desain coupe yang diusung. Meski tetap fungsional, pengguna harus menyesuaikan saat membawa barang berukuran tinggi.
Kesimpulan
BYD Sealion 7 tetap menjadi salah satu pilihan terbaik di segmen SUV listrik premium.
Performa tinggi, desain menarik, dan fitur lengkap menjadi nilai jual utama.
Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan seperti efisiensi yang biasa saja, ketergantungan pada layar, serta handling yang kurang tajam.
Jika Anda mencari mobil listrik cepat dan mewah, BYD Sealion 7 adalah pilihan menarik.
Tapi jika prioritas Anda adalah efisiensi dan kenyamanan maksimal, ada baiknya mempertimbangkan alternatif lain.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan