Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jujur Banget! Ulasan Infinix Xpad Edge 13.2 Inci: Layar Jumbo dan Keyboard Gratis, Tapi UI dan Chipset Masih "Kureng"?

Natasha Eka Safrina • Jumat, 27 Maret 2026 | 18:30 WIB
Cek ulasan jujur Infinix Xpad Edge 13.2 inci! Harga 4 jutaan dapat keyboard, tapi ketahui minus UI dan performa chipsetnya di sini.
Cek ulasan jujur Infinix Xpad Edge 13.2 inci! Harga 4 jutaan dapat keyboard, tapi ketahui minus UI dan performa chipsetnya di sini.

 

JAKARTA – Pasar tablet di Indonesia kembali diramaikan oleh hadirnya Infinix Xpad Edge (seri layar 13,2 inci). Menawarkan layar monster dan paket penjualan yang sudah dibundel dengan keyboard trackpad, tablet ini mengincar pengguna kelas menengah yang mendambakan sensasi bekerja layaknya menggunakan laptop. Dibanderol di kisaran harga Rp4,5 jutaan untuk varian tunggal RAM 8 GB dan memori internal 256 GB, perangkat ini sekilas tampak sangat menggiurkan.

Namun, benarkah gawai terbaru dari Infinix ini mampu memuaskan ekspektasi pengguna harian? Berdasarkan pengalaman pakai (user experience) murni di luar angka spesifikasi kertas, tablet bongsor ini rupanya menyimpan sederet catatan kritis yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membelinya. Mulai dari optimalisasi sistem operasi yang terasa mentah hingga performa komputasi yang dinilai tertinggal di kelas harganya.

Berikut adalah rangkuman poin kritis dari pengujian nyata perangkat Infinix Xpad Edge yang bisa menjadi bahan pertimbangan matang bagi Anda sebelum membelanjakan uang tabungan.

Baca Juga: Tablet Murah 2 Jutaan untuk Anak, Infinix Xpad 30E Resmi Meluncur: Ada Fitur AI Tutor dan Case Anti-Banting!

Desain Bongsor yang Berat dan Sistem Keyboard Manual

Secara fisik, Infinix Xpad Edge diakui memiliki material yang sangat kokoh dan desain bodi yang tipis. Namun, tipis bukan berarti ringan. Dengan bentang layar mencapai 13,2 inci (rasio 3:2), bobot bersih tablet ini menyentuh angka 600 gram. Jika digabungkan dengan keyboard case bawaannya yang berbobot 700 gram, total berat yang harus Anda bawa mencapai 1,3 kilogram—setara dengan berat laptop konvensional.

Bonus keyboard trackpad yang disertakan memang patut diapresiasi, namun fungsionalitasnya masih memiliki catatan. Koneksi keyboard ini tidak menggunakan pin fisik (pogo pin), melainkan via Bluetooth. Artinya, pengguna harus menyalakan sakelar daya secara manual dan rutin mengisi ulang daya baterai keyboard secara terpisah menggunakan kabel USB-C.

Masalah Trackpad dan UI yang Belum Matang

Keberadaan trackpad (papan sentuh) pada keyboard case bawaan sering kali menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, fitur ini memudahkan navigasi tanpa mouse. Di sisi lain, sensitivitasnya yang terlalu tinggi tanpa opsi pengaturan kecepatan kursor sering memicu salah sentuh (accidental touch) saat mengetik cepat.

Baca Juga: Capaian Program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) OJK Kediri

Catatan paling mengganjal terletak pada sektor antarmuka atau User Interface (UI). Sistem operasi XOS berbasis Android 15 pada tablet ini dinilai belum dioptimalkan untuk layar besar. Ikon aplikasi terlihat terlalu kecil dan tata letaknya terasa kaku, menyerupai layar ponsel pintar yang "dipaksa" melar ke bidang layar 13 inci tanpa kustomisasi yang berarti.

Performa Chipset Jadul dan Layar 60 Hz

Dapur pacu Infinix Xpad Edge ditenagai oleh prosesor Snapdragon 685. Di kelas harga Rp4,5 jutaan, penggunaan cip ini dinilai kurang bertenaga dan cukup jadul jika dibandingkan dengan kompetitor senilai yang sudah mengadopsi cip seri lebih tinggi. Waktu muat (loading time) sistem saat pertama kali dinyalakan membutuhkan waktu hingga 1 menit 17 detik.

Untuk urusan layar, meski ukurannya masif, panel ini hanya mendukung refresh rate standar 60 Hz dan resolusi pemutaran video yang terbatas. Penggemar streaming film juga harus gigit jari karena sertifikasi keamanannya masih berada di level Widevine L3, yang berarti konten Netflix tidak bisa diputar dalam resolusi High Definition (HD). Saat diuji untuk bermain gim berat seperti Roblox atau grafis tinggi, tablet ini kerap mengalami penurunan bingkai gambar (frame drop).

Daya Tahan Baterai dan Kecepatan Pengisian

Menopang layar sebesar 13,2 inci membutuhkan daya yang tidak sedikit. Kapasitas baterai 8.000 mAh pada tablet ini dinilai cukup boros saat layar dinyalakan secara konstan untuk memutar video YouTube (menghabiskan daya sekitar 22 persen dalam satu jam dengan kecerahan maksimal). Waktu tunggu pengisian daya juga tergolong lama karena Infinix hanya membekali tablet ini dengan adaptor pengisian daya 18 watt.

Secara keseluruhan, jika fungsionalitas purnajual, kematangan UI, dan keandalan bermain gim grafis tinggi adalah prioritas Anda, ada baiknya melirik alternatif jenama lain di rentang harga yang sama. Namun, jika Anda murni membutuhkan layar besar untuk mengetik dokumen ringan dan membutuhkan konektivitas seluler bawaan, gawai ini tetap bisa menjadi pertimbangan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Infinix Xpad Edge #Review Tablet Infinix #Snapdragon 685 Tablet