JAKARTA- Uji tanjakan Polytron Fox 350 kembali menjadi sorotan setelah motor listrik ini diuji langsung dalam perjalanan menuju kawasan Puncak, Cisarua, Bogor. Rute yang dikenal dengan tanjakan panjang dan curam ini menjadi medan ideal untuk menguji kemampuan motor listrik dalam kondisi ekstrem.
Dalam uji tanjakan Polytron Fox 350 kali ini, perjalanan dimulai dari kondisi baterai penuh 100 persen dengan estimasi jarak tempuh sekitar 130 km. Pengujian dilakukan dengan membawa tiga penumpang sekaligus, sehingga beban motor juga menjadi faktor penting dalam performa.
Sejak awal perjalanan, uji tanjakan Polytron Fox 350 menunjukkan performa yang cukup meyakinkan. Motor mampu menempuh jarak sekitar 58–60 km dari titik awal menuju Bogor dengan sisa baterai di kisaran 30 persen. Hal ini menunjukkan efisiensi baterai yang masih sesuai dengan klaim pabrikan.
Pengisian Cepat Jadi Andalan
Sebelum melanjutkan ke tanjakan Puncak, pengisian daya dilakukan di service center Polytron di Bogor. Menggunakan fitur fast charging, baterai berhasil diisi dari sekitar 31 persen hingga 96 persen hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
Kecepatan pengisian ini menjadi salah satu keunggulan utama, terlebih bagi pengguna yang melakukan perjalanan jarak jauh. Namun, keterbatasan jumlah charging station di lokasi tersebut menjadi catatan tersendiri karena antrean cukup panjang.
Performa Awal di Tanjakan Masih Kuat
Saat memasuki jalur tanjakan menuju Puncak, Polytron Fox 350 masih menunjukkan performa yang cukup baik. Dengan menggunakan mode sport, motor mampu melibas tanjakan awal tanpa kendala berarti.
Tenaga dari dinamo yang besar memberikan dorongan kuat di awal pendakian. Namun, kondisi berubah ketika motor terus dipaksa bekerja di tanjakan panjang secara berkelanjutan.
Overheat Jadi Masalah Utama
Masalah mulai muncul ketika indikator overheat aktif saat motor digunakan di tanjakan curam dalam waktu cukup lama. Suhu motor, khususnya pada bagian BLDC, tercatat mencapai angka tinggi hingga sekitar 146 derajat Celsius.
Akibatnya, performa motor menurun drastis. Tarikan menjadi berat, bahkan sempat terasa tersendat atau “ngendet” saat dipaksakan terus menanjak.
Kondisi ini memaksa pengendara untuk berhenti dan memberikan waktu istirahat pada motor agar suhu kembali normal. Jika tetap dipaksakan, sistem motor secara otomatis akan menurunkan tenaga demi mencegah kerusakan lebih lanjut.
Fitur Hill Start Assist Ikut Terdampak
Salah satu dampak dari kondisi overheat adalah tidak berfungsinya fitur Hill Start Assist (HSA). Padahal, fitur ini sangat penting saat berhenti di tanjakan agar motor tidak mundur.
Saat suhu motor terlalu tinggi, HSA tidak dapat diaktifkan meskipun prosedur sudah dilakukan dengan benar. Hal ini tentu meningkatkan risiko saat berkendara di tanjakan curam, terutama bagi pengguna yang kurang berpengalaman.
Perjalanan Tetap Berlanjut dengan Strategi
Meski sempat mengalami kendala, perjalanan akhirnya tetap bisa dilanjutkan dengan strategi yang lebih hati-hati. Pengendara memilih untuk sering berhenti guna mendinginkan motor sebelum melanjutkan perjalanan.
Dengan pendekatan ini, Polytron Fox 350 tetap mampu mencapai tujuan akhir di kawasan Puncak. Namun, pengalaman ini menunjukkan bahwa manajemen suhu menjadi faktor krusial dalam penggunaan motor listrik di medan berat.
Plus dan Minus yang Terungkap
Dari uji tanjakan Polytron Fox 350 ini, terdapat sejumlah kelebihan yang patut diapresiasi. Salah satunya adalah efisiensi biaya, di mana pengisian daya selama perjalanan bahkan bisa dilakukan tanpa biaya di beberapa titik.
Selain itu, fitur fast charging terbukti sangat membantu dalam menghemat waktu perjalanan. Motor juga tetap nyaman digunakan di jalur datar maupun tanjakan ringan.
Namun, kekurangan utama terletak pada potensi overheat saat digunakan di tanjakan panjang dengan beban berat. Hal ini berdampak langsung pada performa dan fitur keselamatan seperti HSA.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, uji tanjakan Polytron Fox 350 ke Puncak memberikan gambaran realistis tentang kemampuan motor listrik ini. Di satu sisi, motor mampu menanjak dengan baik dalam kondisi normal.
Namun di sisi lain, penggunaan intensif di tanjakan curam dapat memicu overheat yang berpengaruh pada performa. Dengan kata lain, motor ini tetap layak digunakan, tetapi membutuhkan strategi berkendara yang tepat, terutama di medan ekstrem.
Editor : Davina Ar Raafika