Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap! Harga Wajar BBCA, BBRI, BMRI, BBNI Terbaru 2026: Masih Murah atau Sudah Mahal? Ini Hitungan Valuasi yang Bikin Investor Bingung!

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Minggu, 12 April 2026 | 10:33 WIB
Harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, BBNI terbaru terungkap! Apakah saham bank besar masih murah atau sudah mahal?(Pinterest)
Harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, BBNI terbaru terungkap! Apakah saham bank besar masih murah atau sudah mahal?(Pinterest)

Tulungagung - Harga wajar saham bank-bank besar kembali menjadi sorotan setelah analisis terbaru mengungkap valuasi BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI di tengah dinamika pasar modal Indonesia. Empat saham perbankan raksasa tersebut dinilai masih berada di area “mendekati fair value”, meski dengan tingkat diskon yang sangat tipis.

Perhitungan harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menggunakan metode discounted dividend model (DDM) menunjukkan bahwa sektor perbankan masih menarik untuk investasi jangka panjang, terutama karena dukungan fundamental dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BBCA Jadi Saham Premium dengan Diskon Tipis

Dalam perhitungan harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang paling premium. Dengan harga pasar sekitar Rp8.400, nilai wajar BBCA diperkirakan berada di kisaran Rp9.000.

BBCA dinilai memiliki fundamental paling kuat di antara bank besar lainnya. Rasio kredit macet atau NPL yang rendah, dominasi dana murah (CASA), serta efisiensi beban bunga membuat bank ini tetap konsisten mencetak pertumbuhan laba. Ditambah ekspansi digital melalui BCA Mobile dan layanan digital lainnya, BBCA diproyeksikan tumbuh stabil di kisaran 10% per tahun.

Meski demikian, selisih antara harga pasar dan nilai wajar BBCA tergolong kecil, sehingga investor disarankan mempertimbangkan margin of safety sebelum masuk.

BBRI Didukung Ekosistem UMKM dan Digital Banking

Untuk saham BBRI, hasil analisis harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menunjukkan nilai intrinsik di sekitar Rp4.000. Dengan harga pasar sekitar Rp3.900, saham ini masih berada sedikit di bawah nilai wajarnya.

Pertumbuhan BBRI ditopang oleh segmen UMKM, holding ultra mikro, Pegadaian, PNM, serta layanan digital BRImo. Selain itu, tambahan dana pemerintah juga menjadi katalis ekspansi kredit. Namun, tantangan utama BBRI adalah potensi kenaikan NPL di segmen mikro yang sensitif terhadap kondisi ekonomi.

Estimasi pertumbuhan jangka panjang BBRI berada di kisaran 7,5% dengan risiko yang lebih tinggi dibanding bank besar lainnya, sehingga target return yang diharapkan juga lebih tinggi.

BMRI Terdorong Ekonomi dan Digital Banking

Dalam perhitungan harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, Bank Mandiri (BMRI) memiliki nilai wajar sekitar Rp4.700–Rp4.800 untuk horizon jangka panjang 10 tahun.

BMRI mendapat dorongan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia serta transformasi digital melalui Livin’ by Mandiri dan Kopra. Namun, adanya spin-off Bank Syariah Indonesia (BSI) dinilai berpotensi menekan laju pertumbuhan ke depan.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Akhir Pekan Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis, UBS Malah Turun—Investor Wajib Siaga

Meski demikian, BMRI tetap dipandang solid dengan estimasi pertumbuhan konservatif sekitar 6% per tahun dan dividen payout ratio yang cenderung meningkat karena kebutuhan pendanaan negara melalui Danantara.

BBNI Stabil dengan Potensi Dividen Menarik

Sementara itu, analisis harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menempatkan BBNI pada kisaran Rp4.500–Rp4.600. Dengan harga pasar sekitar Rp4.390, saham ini juga masih sedikit di bawah nilai wajarnya.

BBNI memiliki katalis positif dari pertumbuhan ekonomi, pengembangan digital banking Wonder by BNI, serta tambahan likuiditas dari dana pemerintah. Namun, tantangan utama datang dari persaingan ketat di segmen korporasi serta dampak spin-off BSI yang dapat mengurangi kontribusi laba.

Meski begitu, BBNI tetap menawarkan dividen yield menarik di kisaran 8–9%, menjadikannya pilihan bagi investor pendapatan pasif.

Kesimpulan: Hampir Semua Bank di Area Fair Value

Secara keseluruhan, perhitungan harga wajar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menunjukkan bahwa keempat saham bank besar Indonesia saat ini berada di posisi mendekati nilai wajar dengan diskon tipis.

Artinya, saham-saham perbankan ini masih tergolong layak untuk investasi jangka panjang, namun tidak lagi berada di zona undervalue besar. Investor disarankan menerapkan strategi margin of safety dan tidak masuk secara agresif sekaligus.

Kondisi ini menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia masih stabil, namun peluang besar kemungkinan hanya muncul jika terjadi koreksi pasar di masa mendatang.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#analisis saham 2026 #saham blue chip #Harga Wajar Saham