JAKARTA - Persaingan kendaraan listrik di Indonesia kembali memanas dengan hadirnya inovasi motor listrik jarak tempuh 200km yang ditawarkan oleh produsen lokal Davigo melalui model Dragon SL Lithium. Motor ini menjadi sorotan karena menawarkan kombinasi jarak tempuh jauh, performa tinggi, serta harga yang semakin kompetitif di pasar kendaraan listrik roda dua.
Kehadiran motor listrik jarak tempuh 200km ini mempertegas tren bahwa motor listrik kini tidak lagi hanya untuk perjalanan pendek di dalam kota, tetapi sudah mulai menyasar kebutuhan mobilitas jarak menengah hingga jauh. Davigo menghadirkan dua varian utama, yakni Dragon S dengan baterai SLA dan Dragon SL Lithium sebagai versi tertinggi dengan teknologi baterai lebih modern.
Dalam pengujian langsung di lapangan, kedua motor ini menunjukkan karakter berbeda meski berada dalam satu lini produk. Dragon S menawarkan jarak tempuh sekitar 120 km, sementara Dragon SL Lithium mampu menembus klaim hingga 200 km dalam kondisi penggunaan ideal. Perbedaan ini menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian calon konsumen kendaraan listrik di Indonesia.
Perbedaan Teknologi Baterai Jadi Kunci
Pada segmen motor listrik jarak tempuh 200km, Davigo mengandalkan teknologi baterai lithium berkapasitas besar untuk varian Dragon SL. Motor ini dibekali baterai 72 volt 50 Ah yang menjadi sumber utama daya, memungkinkan efisiensi energi lebih tinggi dibandingkan versi SLA pada tipe Dragon S.
Sementara itu, Dragon S menggunakan baterai grafen 72 volt 35 Ah dengan jarak tempuh sekitar 120 km dan kecepatan maksimal 75 km/jam. Perbedaan teknologi baterai ini berdampak langsung pada performa, efisiensi, serta jarak tempuh yang dihasilkan masing-masing model.
Performa Tinggi hingga 85 Km/Jam
Dari sisi performa, motor listrik jarak tempuh 200km varian Dragon SL Lithium mampu melaju hingga kecepatan sekitar 85 km/jam. Angka ini membuatnya tidak hanya cocok untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga perjalanan antarwilayah dengan jarak menengah.
Sementara Dragon S sedikit lebih rendah dengan kecepatan maksimum sekitar 75 km/jam. Meski demikian, keduanya tetap dirancang untuk memberikan akselerasi yang responsif, terutama saat digunakan di kondisi jalan perkotaan yang padat.
Uji Kenyamanan dan Suspensi Stabil
Dalam uji coba langsung, kedua motor menunjukkan kenyamanan berkendara yang cukup baik. Suspensi depan dan belakang dinilai mampu meredam guncangan dengan optimal, bahkan saat melewati jalan bergelombang dan berlubang.
Hal ini menjadi nilai tambah bagi motor listrik jarak tempuh 200km, karena kenyamanan menjadi faktor penting dalam penggunaan harian. Baik pengendara tunggal maupun berboncengan tetap mendapatkan pengalaman berkendara yang stabil dan tidak mudah limbung.
Fitur Modern dan Desain Ergonomis
Dari sisi fitur, Davigo Dragon SL Lithium sudah dibekali sistem pengereman cakram depan dan belakang, panel digital, serta desain ergonomis yang cocok untuk berbagai postur tubuh. Motor ini juga memiliki handling yang ringan sehingga mudah dikendalikan di berbagai kondisi jalan.
Selain itu, desain bodi yang lebih modern memberikan kesan motor listrik masa depan dengan karakter kuat namun tetap fungsional untuk kebutuhan harian maupun operasional.
Baca Juga: Harga Motor Listrik Yadea Terbaru 2026, Dari Rp4 Jutaan hingga Rp39 Juta, Ini Daftar Lengkapnya !
Harga Lebih Kompetitif di Pasar EV
Salah satu daya tarik terbesar motor listrik jarak tempuh 200km ini adalah harga yang semakin kompetitif. Varian Dragon SL Lithium bahkan mengalami penurunan harga signifikan dari kisaran awal di atas Rp25 juta menjadi sekitar Rp21 juta-an dalam periode promo tertentu.
Sementara Dragon S berada di kisaran harga sekitar Rp15 juta, menjadikannya pilihan lebih terjangkau bagi pengguna yang belum membutuhkan jarak tempuh ekstrem.
Dengan kombinasi jarak tempuh hingga 200 km, kecepatan tinggi, serta harga yang semakin kompetitif, Davigo Dragon SL Lithium memperkuat posisinya sebagai salah satu motor listrik lokal yang mampu bersaing di pasar nasional.
Editor : Davina Ar Raafika