Tulungagung – 2026 Yadea VelaX H Plus mulai mencuri perhatian di pasar kendaraan listrik global. Skuter listrik ini hadir dengan kombinasi desain sporty, performa bertenaga, serta fitur modern yang menyasar kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Sejak diperkenalkan, 2026 Yadea VelaX H Plus langsung diposisikan sebagai salah satu skuter listrik paling kompetitif di kelasnya. Dengan desain agresif dan teknologi canggih, motor ini tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga kenyamanan berkendara.
Secara tampilan, 2026 Yadea VelaX H Plus mengusung gaya modern dengan garis bodi tajam dan lampu LED futuristik. Dimensinya yang proporsional—panjang sekitar 1.950 mm, lebar 704 mm, dan tinggi 1.090 mm—membuatnya ideal untuk penggunaan di jalanan kota yang padat.
Desain Modern dan Nyaman untuk Harian
Skuter listrik ini dirancang dengan posisi duduk ergonomis dan santai. Tinggi jok sekitar 760 mm membuatnya ramah untuk berbagai postur pengendara. Selain itu, dek kaki yang luas serta jok panjang memberikan kenyamanan baik untuk pengendara maupun penumpang.
Daya angkutnya pun cukup mumpuni, mencapai sekitar 150 kg. Hal ini menjadikannya praktis untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membawa barang tambahan.
Suspensi yang digunakan adalah tipe hidrolik yang difokuskan pada kenyamanan. Dipadukan dengan roda berukuran 14 inci, motor ini menawarkan stabilitas lebih baik dibandingkan skuter listrik berukuran kecil.
Performa Bertenaga dan Halus
Masuk ke sektor performa, 2026 Yadea VelaX H Plus dibekali motor hub berdaya sekitar 3.050 watt. Tenaga tersebut cukup besar untuk ukuran skuter listrik di kelasnya.
Akselerasi terasa halus, responsif, dan senyap—karakter khas kendaraan listrik. Kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 68 km/jam, cukup untuk kebutuhan komuter harian maupun perjalanan jarak pendek di jalan raya.
Salah satu keunggulan utama motor ini adalah kapasitas baterainya. Menggunakan baterai lithium 72V 45Ah, skuter ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 163 km dalam sekali pengisian penuh.
Dalam penggunaan nyata, jarak tempuh di atas 100 km masih sangat memungkinkan, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan. Waktu pengisian daya berkisar antara 6 hingga 8 jam, sehingga bisa dilakukan semalaman di rumah.
Fitur Canggih dan Teknologi Pintar
Tidak hanya mengandalkan performa, 2026 Yadea VelaX H Plus juga dibekali berbagai fitur pintar. Pengguna dapat membuka kunci motor melalui Bluetooth, serta mengakses berbagai informasi melalui aplikasi ponsel.
Fitur keamanan juga cukup lengkap, mulai dari GPS tracking, alarm anti-maling, hingga deteksi gerakan. Selain itu, terdapat sistem manajemen baterai (BMS) yang menjaga performa dan keamanan baterai.
Panel instrumen digital VA menampilkan informasi penting seperti kecepatan, level baterai, mode berkendara, hingga notifikasi sistem. Tampilan ini dirancang simpel namun informatif.
Motor ini juga dilengkapi fitur regenerative braking yang membantu mengisi ulang energi saat pengereman, sehingga meningkatkan efisiensi daya.
Lebih Hemat dan Minim Perawatan
Keunggulan lain dari skuter listrik ini adalah biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan motor bensin. Tanpa mesin konvensional, pengguna tidak perlu mengganti oli, kopling, atau komponen transmisi.
Hal ini membuat biaya perawatan menjadi lebih minim. Pengguna cukup melakukan pengisian daya dan pemeriksaan rutin sederhana.
Selain itu, 2026 Yadea VelaX H Plus telah dilengkapi standar tahan air IPX7 pada beberapa komponen penting, sehingga aman digunakan saat hujan atau di kondisi jalan basah.
Cocok untuk Mobilitas Perkotaan
Secara keseluruhan, 2026 Yadea VelaX H Plus dirancang untuk kebutuhan mobilitas urban. Skuter ini cocok digunakan oleh pelajar, pekerja, hingga pengemudi layanan antar.
Meski tidak dirancang untuk kecepatan tinggi di jalan tol, performanya sudah lebih dari cukup untuk penggunaan dalam kota. Kombinasi efisiensi, kenyamanan, dan teknologi membuatnya menjadi alternatif menarik pengganti motor bensin.
Dengan kisaran harga sekitar USD 1.450 hingga USD 1.600, skuter ini menawarkan nilai yang kompetitif di segmen menengah.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh