Tulungagung – Uji coba penggunaan harian motor listrik Yadea kembali menjadi sorotan. Kali ini, pengujian dilakukan dalam kondisi nyata dengan rute pulang-pergi sejauh 22 kilometer untuk melihat seberapa efisien konsumsi baterainya.
Dalam tes tersebut, motor listrik Yadea digunakan dengan mode Eco dan membawa dua penumpang. Hasilnya cukup menarik: dari total perjalanan 22 km, baterai terkuras sekitar 30 persen. Angka ini memberikan gambaran realistis terkait efisiensi kendaraan listrik di kondisi jalan sehari-hari.
Pengujian dimulai dari kondisi baterai penuh 100 persen. Perjalanan pertama sejauh 9 km menghabiskan sekitar 12 persen baterai. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan hingga total jarak mencapai 22 km dengan sisa baterai turun menjadi 70 persen.
Uji Jalan Nyata, Bukan Sekadar Klaim
Berbeda dari klaim pabrikan yang biasanya dilakukan dalam kondisi ideal, tes ini dilakukan dalam situasi nyata. Bahkan, perjalanan dilakukan saat cuaca gerimis hingga hujan cukup deras.
Menariknya, performa motor listrik Yadea tetap stabil meski digunakan di kondisi jalan basah. Tidak ditemukan kendala berarti selama perjalanan, baik dari sisi tenaga maupun handling.
Selain itu, motor juga diuji dengan beban cukup berat, yakni dua penumpang dengan total bobot sekitar 140 kilogram. Hal ini penting karena beban kendaraan sangat memengaruhi konsumsi energi pada motor listrik.
Konsumsi Baterai Dipengaruhi Beban dan Gaya Berkendara
Dari hasil pengujian, terlihat bahwa penggunaan baterai cukup signifikan ketika motor membawa beban berat. Dalam kondisi tersebut, efisiensi baterai tidak bisa disamakan dengan penggunaan satu orang saja.
Jika dihitung secara kasar, konsumsi 30 persen baterai untuk 22 km berarti satu kali pengisian penuh berpotensi menempuh sekitar 70–75 km. Namun, angka ini tentu bisa berubah tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, serta bobot pengendara.
Mode berkendara juga berpengaruh. Dalam pengujian ini, motor menggunakan mode Eco yang dikenal lebih hemat energi. Jika menggunakan mode Sport, kemungkinan konsumsi baterai akan lebih boros.
Fitur Praktis dan Kemudahan Penggunaan
Dari sisi fitur, motor listrik Yadea menawarkan kemudahan dalam pengoperasian. Motor bisa dinyalakan melalui dua cara, yaitu menggunakan remote maupun aplikasi di smartphone.
Fitur ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna, terutama dalam hal keamanan dan kemudahan akses. Meski dalam pengujian aplikasi belum sepenuhnya digunakan, potensi integrasi teknologi ini menjadi nilai tambah.
Selain itu, karakter tenaga motor dinilai cukup responsif. Tarikan awal terasa kuat dan tidak seperti motor listrik pada umumnya yang cenderung lemah di awal.
Layak untuk Harian, Tapi Perlu Perhitungan
Secara keseluruhan, hasil uji coba menunjukkan bahwa motor listrik Yadea cukup layak digunakan untuk kebutuhan harian, terutama untuk mobilitas jarak pendek hingga menengah.
Namun, pengguna tetap perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti beban, kondisi jalan, serta jarak tempuh harian. Dengan konsumsi baterai yang mencapai 30 persen untuk 22 km, perencanaan penggunaan menjadi hal penting.
Pengujian lanjutan pun direncanakan untuk melihat apakah motor ini mampu mencapai jarak maksimal hingga 100 km dalam sekali pengisian penuh.
Alternatif Motor Bensin yang Mulai Dilirik
Tren penggunaan motor listrik di Indonesia terus meningkat seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Kendaraan seperti motor listrik Yadea mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Meski demikian, efisiensi nyata di lapangan tetap menjadi faktor penentu utama bagi calon pengguna. Uji coba seperti ini menjadi penting untuk memberikan gambaran yang lebih jujur dibanding sekadar klaim pabrikan.
Dengan hasil sementara ini, motor listrik Yadea menunjukkan potensi sebagai kendaraan harian, meski masih membutuhkan penyesuaian dalam pola penggunaan.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh